Sukses

Kenali Ciri-Ciri Obat Kedaluwarsa

Bagaimana cara mengenali ciri-ciri obat kedaluwarsa? Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Sama dengan produk lainnya, obat-obatan juga memiliki batas aman untuk dikonsumsi alias masa kedaluwarsa. Umumnya setiap obat yang beredar di pasaran memiliki kode produksi dan melampirkan tanggal kedaluwarsa pada kemasannya. Jadi, secara kasat mata, Anda pun bisa mengenali ciri-ciri obat kedaluwarsa.

Untuk mengetahui apakah obat yang Anda beli masih aman untuk digunakan, pastikan obat tersebut belum mencapai tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. Selain itu, ada beberapa cara sederhana untuk mengidentifikasi apakah obat tersebut telah kedaluwarsa.

Menurut ketua umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Nurul Falah Eddy Pariang, selain melihat tanggal kedaluwarsa obat, agak sulit untuk menilai apakah obat itu masih layak dikonsumsi. Namun, Anda bisa mengenali beberapa perubahan fisik yang menandakan bahwa obat mungkin telah masuk masa kedaluwarsa.

“Bisa dikenali dengan melihat kemasan obat, masih bagus atau tidak. Kemudian warna dari obat tersebut, berubah atau tidak. Itu adalah tanda-tanda obat telah rusak,” kata Nurul Falah di Tangerang, Kamis (7/9/2017).

Selain itu, lanjut Nurul Falah, Anda juga harus meneliti tampilan dari obat, terutama obat berbentuk tablet. Beberapa obat akan menjadi retak dan tak lagi utuh saat mengalami kerusakan, biasanya karena terlalu lama terpapar sinar matahari.

Nyatanya obat yang telah terekspos sinar matahari sedikit banyak telah kehilangan khasiatnya. Pada obat berbentuk sirop, sinar matahari dapat mengubah cairan menjadi keruh. Jika itu terjadi, artinya obat sudah tak aman lagi untuk digunakan.

“Sama dengan obat tetes mata juga. Kalau warnanya sudah berubah keruh, setahu saya tidak ada obat tetes mata yang keruh, jadi kalau sudah berubah itu artinya sudah rusak. Mungkin sudah kedaluwarsa. Jangan digunakan lagi,” urai Nurul.

Masa kedaluwarsa obat biasanya ditentukan setelah perusahaan pembuat melaporkan dan mendaftarkan obat ke Badan POM. Untuk itu, sebaiknya Anda hanya mengonsumsi obat yang telah teregistrasi untuk menghindari hal-hal buruk terjadi.

“Tanggal kedaluwarsa itu jaminan dari industri dan Badan POM. Sepanjang masih belum kedaluwarsa, berarti potensi obat itu masih baik. Tapi kalau sudah kedaluwarsa, sudah tidak ada jaminan lagi,” tuturnya.

Menurut Nurul, sejauh ini tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap masa kedaluwarsa obat masih sangat rendah. Banyak yang tidak mengerti dan asal menggunakan obat yang biasanya menjadi sediaan di rumah. Padahal obat yang telah kedaluwarsa bisa berbahaya bagi tubuh.

Efek yang terkandung dalam obat kedaluwarsa menjadi kurang. Zatnya bekerja, tapi tidak memiliki efek menyembuhkan. Bahkan jika obat telah teroksidasi, bisa berubah menjadi racun bagi tubuh.

Nah, melihat ciri-ciri obat kedaluwarsa serta efeknya bagi tubuh, sudah seharusnya Anda mewaspadai adanya obat tersebut di sekitar Anda. Hindarkan diri Anda dan keluarga dari kemungkinan mengonsumsi obat kedaluwarsa.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar