Sukses

Berapa Jumlah ASI yang Dibutuhkan oleh Bayi?

Banyaknya ASI yang dibutuhkan bayi kadang mengundang pertanyaan, terutama jika Anda baru pertama kali memiliki bayi.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak dimungkiri, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi usia 0–6 bulan. ASI yang kaya nutrisi ini tidak ditemukan pada makanan bayi lainnya. Karena itu, penting bagi Anda untuk memberikan ASI pada bayi.

Saat bayi Anda baru lahir, bagi wanita yang baru pertama kali menjadi orang tua mungkin bingung dengan takaran pemberian ASI. Apalagi jika merasa hanya menghasilkan ASI yang sedikit, mereka akhirnya menyerah dengan susu formula. Padahal kebutuhan bayi baru lahir tidak sebanyak anak yang berusia lebih tua.

Inilah kenapa penting mengetahui berapa jumlah ASI yang dibutuhkan bayi, agar keputusan penambahan susu formula tidak diambil. Walaupun tiap bayi mempunyai jumlah yang berbeda-beda, tetapi setidaknya Anda mengerti jumlah ASI rata-rata yang dibutuhkan bayi dari usia 0–7 hari.

Berikut ini tabel kebutuhan ASI usia 0–7 hari yang diambil dari babycenter.co.uk:

Usia Bayi Jumlah ASI Per Satu Kali Sesi Menyusu
Hari Pertama (0–24 jam) 7 ml
Hari Kedua (24–28 jam) 14 ml
Hari Ketiga (48–72 jam) 38 ml
Hari Keempat (72–96 jam) 58 ml
Hari Ketujuh (144–168 jam) 65 ml

Dari tabel tersebut, diketahui bahwa kebutuhan ASI bayi berumur 1 hari hanya 1 sendok teh per satu kali sesi menyusu. Jadi, jika ASI pertama kali Anda pompa hanya membasahi pantat botol, itu tergolong normal. Karena bayi Anda hanya membutuhkan 1 sendok teh ASI setiap kali minum. Untuk frekuensinya, bayi hingga usia 6 bulan dapat mengonsumsi ASI sesering yang ia inginkan, 6–8 kali per hari masih tergolong normal.

Hal yang juga penting, terus pantau perkembangan dan jumlah buang air kecil bayi untuk menentukan sudah cukup ASI atau belum.

Jika bayi Anda mengonsumsi susu formula, kebutuhan air susunya mungkin sedikit berbeda dengan bayi ASI. Susu formula mungkin dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit lebih banyak dibanding ASI. Ini dikarenakan tak semua zat pada susu formula dapat terserap oleh tubuh bayi, tidak seperti ASI yang dapat terserap sempurna.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar