Sukses

Kiat Atasi Batuk Berdahak pada Bayi

Batuk berdahak dapat menyebabkan bayi rewel karena merasa tidak nyaman. Bagaimana penanganan yang tepat untuk batuk berdahak pada bayi?

Batuk merupakan salah satu usaha untuk mengeluarkan benda asing yang ada di saluran pernapasan. Namun, batuk juga bisa menjadi salah satu gejala peradangan pada saluran napas.

Berbeda dengan batuk yang terjadi pada anak-anak dan dewasa, batuk pada bayi harus lebih diwaspadai. Mengapa demikian? Berikut penjelasan lengkapnya.

1 dari 2 halaman

Cara Mengatasi Batuk Berdahak pada Bayi

Batuk berdahak pada bayi umumnya disebabkan oleh infeksi saluran napas dan asma. Infeksi saluran napas pada bayi paling sering dipicu oleh respiratory syncytial virus (RSV).

Karena paling banyak disebabkan oleh virus, umumnya tak membutuhkan pengobatan khusus. Dalam dua minggu, keluhan batuk bisa menghilang dengan sendiri. Namun, jika batuk terjadi lebih dari dua minggu tentu harus mendapatkan perhatian lebih.

Sama dengan orang dewasa, keluhan batuk khususnya batuk berdahak pada bayi sangatlah mengganggu. Berikut adalah beberapa cara mengatasi batuk berdahak pada bayi:

1. Memberikan Asupan Cairan yang Cukup

Bayi belum mampu mengeluarkan dahaknya sendiri. Salah satu cara untuk mengurangi batuk berdahak pada bayi adalah dengan mengencerkan dahak pada saluran napas.

Cara mengencerkan dahak tersebut, yaitu dengan menjaga asupan cairan bayi senantiasa terpenuhi. Jika tidak, dahak pada saluran napas akan semakin kental dan sulit diserap.

Apabila bayi Anda berusia di bawah 6 bulan dan masih mengonsumsi ASI, berikanlah ASI sesering mungkin. Jika di atas 6 bulan, Anda bisa memberikan tambahan air putih hangat atau kuah kaldu.

Artikel lainnya: Jaga Anak dari Gangguan Pernapasan dengan Cukup Tidur

2. Berjemur pada Pagi Hari

Cara mengatasi batuk berdahak pada bayi adalah dengan memanfaatkan sinar matahari. Selain membantu mencukupi kebutuhan vitamin D untuk perkembangan tulang, berjemur di bawah sinar matahari juga dapat membantu mengencerkan dahak.

Bayi Anda cukup berjemur 10-15 menit setiap harinya, dan posisikan bayi tengkurap di pangkuan Anda.

3. Gunakan Humidifier

Menggunakan humidifier di ruangan atau di dalam kamar membantu meredakan batuk pilek bayi Anda. Dengan membuat kondisi ruangan lembap akan membantu mengurangi produksi lendir di jalan napas, salah satunya di sekitar tenggorokan.

4. Konsumsi Obat Penurun Demam

Penggunaan obat batuk pilek pada bayi, terutama pada bayi di bawah usia empat bulan, tidak disarankan. Banyak penelitian mengungkap, pemberian obat batuk pilek pada bayi di bawah usia empat bulan lebih besar risikonya daripada manfaatnya.

Beberapa dampak dari penggunaan obat batuk berdahak pada bayi secara bebas adalah peningkatan detak jantung, kejang, hingga overdosis.

Bila batuk disertai demam, pemberian obat demam (paracetamol) dapat bermanfaat untuk mengurangi batuk. Ini karena obat penurun demam juga dapat mengurangi reaksi peradangan yang terjadi di sepanjang saluran napas.

5. Menepuk Lembut Punggung Bayi

Bayi belum bisa mengeluarkan dahaknya sendiri. Jadi, hal yang bisa Anda lakukan adalah menepuk-nepuk daerah punggung bayi. Tujuannya untuk membantu mengeluarkan dahak yang ada di sekitar dada.

Apabila dahak tampak di daerah mulut, hindari menyedot dengan mulut Anda. Gunakan alat penyedot atau usap dengan kain kasa untuk mengeluarkannya. Pastikan Anda melakukan ini sebelum bayi minum ASI atau mengonsumsi yang lainnya untuk menghindari risiko muntah bersamaan dengan susu.

Artikel lainnya: Batuk pada Bayi, Apa Selalu Perlu Diatasi dengan Obat?

6. Gunakan Balsam Khusus Bayi

Anda bisa melakukan pijatan ringan dengan balsam khusus bayi. Selain memberikan rasa nyaman, pijatan dengan balsam bisa membantu meringankan batuk berdahak pada bayi.

Rasa hangat yang berasal dari balsam bayi membantu menghangatkan tubuh. Dengan suhu tubuh yang hangat, maka akan membantu membuat dahak lebih encer dan bayi Anda akan merasa lebih lega.

7. Berkonsultasi dengan Dokter

Jika batuk berdahak tidak kunjung sembuh atau bayi justru terlihat sesak, demam, lemas, tidak mau menyusu, atau biru, Anda harus segera membawanya ke dokter.

Gejala-gejala tersebut sudah mengarah ke infeksi saluran pernapasan yang lebih berat seperti pneumonia atau serangan asma.

8. Uap

Pemberian uap dari air hangat juga bermanfaat untuk membantu mengencerkan     dahak dalam saluran napas bayi. Penguapan dengan mesin uap (nebulizer) untuk kasus infeksi saluran napas masih menjadi perdebatan dalam dunia medis.

Namun, pada kasus batuk berdahak yang disebabkan oleh asma, pemberian uap yang disertai obat pelebar saluran napas memang diindikasikan untuk mengurangi gejala batuk.

Dari uraian di atas, Anda tentu telah mengetahui bagaimana cara mengatasi batuk berdahak pada bayi. Tidak semua keluhan batuk berdahak yang dialami bayi membutuhkan obat-obatan khusus. 

Apabila masih ada pertanyaan, yuk tanyakan kepada dokter secara langsung lewat Live Chat pada aplikasi KlikDokter!

[NWS]

3 Komentar

  • Agung Lee

    Biasanya kalo bayi batuk bisa sampe berapa lama dokter

  • mzl88

    dok, saya mau tanya anak saya batuk sdh 3 hari. setiap ada lendir yg mau keluar, anak saya batuk disertai muntah. saya sdh berikan obat paratusin sesuai dgn resep dokter anak. terima kasih, tlg penjelasannya dok.

  • Mhaiel Cintad

    dok saya mau brtaxa tentang anak sya yang baru lahir