Sukses

Bolehkah Penderita Cacar atau Campak Mandi?

Katanya, mandi saat cacar atau campak dapat memperluas bintik merah yang sudah terbentuk. Mitos atau fakta?

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit yang beranggapan bahwa anak yang sedang cacar atau campak tidak boleh mandi. Orang tua khawatir kalau kondisi anak akan bertambah buruk jika terkena air. Bagaimana faktanya?

Cacar dan campak merupakan dua penyakit yang disebabkan oleh virus. Perjalanan penyakit hingga penyembuhan infeksi virus sangat bergantung pada kekebalan tubuh, dan tidak ada kaitannya dengan mandi.

Pada sebagian besar anak, penyembuhan cacar dan campak akan memakan waktu 5–10 hari. Bayangkan bila dalam kurun waktu tersebut anak tidak dimandikan. Mungkin infeksi kulit lain yang akan jadi sekuelnya.

Apalagi jika keluarga Anda hidup di negara tropis. Keringat bercampur bakteri tentu sudah jadi teman sehari-hari. Oleh karena itu, tubuh anak tetap harus dibersihkan.

Kendati demikian, perlu diingat bahwa demam merupakan gejala umum dari campak atau cacar—selain munculnya bintik. Tentu tidak bijak memandikan anak ketika ia sedang demam.

Sama dengan orang dewasa yang sedang sakit, anak juga akan merasa tidak nyaman bila dimandikan dalam kondisi demam. Pada saat-saat demikian, cukup seka anak dengan air hangat.

Lalu, saat anak sedang cacar atau campak, lebih baik mandi dengan air hangat atau dingin? Sebenarnya, tidak ada rekomendasi khusus terkait suhu air. Suhu air dapat menyesuaikan dengan kebiasaan mandi sehari-hari.

Walau demikian, secara umum tubuh akan terasa lebih rileks dan nyaman ketika seseorang, termasuk anak-anak, mandi dengan air hangat.

Fakta ini dapat menjadi sanggahan terkait mitos anak cacar atau campak tidak boleh mandi. Seiring dengan penyembuhan penyakit, tubuh anak harus tetap terjaga bersih sehingga proses pemulihan juga akan berlangsung lebih cepat.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar