Sukses

Orangtua Mudah Marah? Ini Dampaknya pada Anak

Jangan pernah jadikan anak Anda sebagai sasaran kemarahan. Kalau Anda tetap melakukannya, dampaknya bisa sangat buruk bagi mereka.

Klikdokter.com, Jakarta Pekerjaan yang menumpuk di kantor dan waktu istirahat yang minim sering membuat para orangtua stres dan memiliki emosi tidak stabil. Tanpa disadari, anak kerap menjadi sasaran kemarahan orangtua.

Memang, marah merupakan luapan emosi yang wajar dan pasti pernah dialami setiap orang. Akan tetapi, sebagai orangtua, kemarahan wajib dikendalikan karena bisa berdampak negatif terhadap perkembangan anak.

Berikut ini dampak yang terjadi pada kepribadian anak jika orang tuamudah marah:

  1. Penakut

    Anak akan merasa menjadi sumber kemarahan orangtuanya. Anak juga akan takut bertindak maupun berkata-kata, karena khawatir perbuatan atau perkataannya akan membuat orangtuanya marah. Pada akhirnya, anak akan hidup dalam ketakutan.

  2. Cemas

    Ketakutan yang berkepanjangan akibat orangtua yang selalu marah membuat anak menjadi pribadi yang mudah cemas dan khawatir dalam bertindak.

  3. Tidak percaya diri dan depresi

    Anak yang terus-menerus dimarahi akan merasa bahwa dirinya tidak beguna. Akibatnya, anak akan kehilangan rasa percaya diri dan harga dirinya.

    Selain itu, interaksi antara orangtua dan anak akan memburuk. Jika tidak ditangani secara serius, anak akan depresi dan berpotensi menggunakan alkohol serta obat-obatan terlarang untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.

  4. Cuek

    Karena orangtua mudah marah, anak akan besikap masa bodoh dengan nasihat orangtuanya. Sesaat, ketika dibentak atau dimarahi, anak kelihatan diam dan seolah-olah mendengar, padahal, perkataan orangtuanya hanya dianggap sebagai angin lalu.

  5. Pemberontak

    Anak tumbuh menjadi pribadi yang keras kepala, suka melawan dan tidak mematuhi perkataan orangtua. Mengapa? Sebab anak merasa tidak dihargai oleh orangtuanya. Anak malah merasa senang jika orangtua marah dan emosi kepadanya.

  6. Pemarah

    Anak akan menjadi pribadi yang pemarah pula, seperti orangtuanya. Jangan heran bila mendapati anak yang mudah emosi dan marah terhadap teman- temannya. Bisa jadi, sifat itu muncul karena ia mendapatkan perlakuan yang sama di rumah.

Nah, sekarang sudah jelas bahwa orangtua yang mudah marah bisa memberikan dampak negatif terhadap psikologis anak. Sebaiknya, bila anak terbukti salah, jangan langsung memarahi atau membentak anak. Anda bisa memberitahu anak dengan cara yang baik, bahasa yang mudah dipahami, dan disampaikan dengan penuh kasih sayang.

(BA/ RH)

1 Komentar