Sukses

Berapakah Jumlah ASI untuk Bayi Saya?

Banyak orangtua yang mempertanyakan berapakah jumlah ASI yang harus dikonsumsi oleh bayi mereka dalam perharinya. Nih disini ada jawabnya dari dr. Dyah Novita Anggraini

Klikdokter.com - Banyak orangtua yang mempertanyakan berapakah jumlah ASI yang harus dikonsumsi oleh bayi mereka dalam perharinya. ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.

Sedangkan istilah ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol bulan sampai 6 bulan dan meneruskan pemberiannya sampai berumur 2 tahun.

Menurut panduan WHO terbaru diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang dikandungnya sudah mencukupi untuk 6 bulan pertama kehidupan. Menurut penelitian (Boston Children Hospital) anak yang diberi ASI memiliki tingkat bahasa dan intelegen (IQ) lebih tinggi dalam kehidupannya nanti.

Pada minggu-minggu pertama kehidupan akan terjadi peningkatan kebutuhan ASI. Lalu jumlahnya akan menetap sampai bulan keenam. Tetapi hal ini terdapat pengecualian jika bayi tersebut sedang terjadi masa growth spurts dimana terjadi peningkatan kebutuhan ASI. (Baca: Ketika Bayi Tidak Henti-hentinya Menyusu)

 

Growth spurts adalah saat dimana tubuh bayi tumbuh lebih cepat dari normal. Keadaan ini adalah keadaan normal. Selama growth spurt bayi akan minum lebih sering dan lebih lama periodenya ketimbang hari-hari sebelumnya, biasanya ibu jadi merasa keteteran karena jadwal minum bayi yang jadi lebih sering sementara jadwal tidurnya berkurang.

Pada bayi ASI yang langsung menyusui memang didapatkan kesulitan dalam mengukur jumlah yang harus diminum oleh bayi, kecuali bayi yang mendapatkan ASIP (ASI Perah) yang dijumpai jika ibu nya bekerja. Berikut kami sertakan tanda-tanda bayi ASI yang telah minum cukup:

·         Payudara ibu tidak terasa penuh

·         Bayi menghentikan hisapan dengan sendirinya

·         Bayi tenang dan lelap tidur

·         Tinja berwarna gelap, hijau kehitaman – kuning

·         Frekuensi buang air kecilnya sering.  BAK > 6 kali sehari

·         Berat badan bayi meningkat. Berat badan bayi naik 500 gram dalam 2 minggu

Jika Anda memerah ASI berikut panduan pemberian ASIP pada minggu pertama kelahiran bayi

Sumber : Kellymom.com

Komposisi ASI juga berbeda berdasarkan lamanya waktu menyusui. Pada permulaan menyusui (5 menit pertama) bayi akan menghisap foremilk yang mengandung kadar protein yang tinggi.  Sedangkan ASI yang dihasilkan pada akhir menyusui (setelah 15-30 menit) disebut hindmilk yang mengandung kadar lemak yang tinggi. Maka dari itu disarankan untuk menyusui bayinya sampai tuntas pada satu payudara, baru kemudian berpindah ke payudara yang lain, agar bayi mendapatkan keselurahan kandungan ASI yang dibutuhkan.

Jika anak Anda sudah memasuki bulan pertama dan keenam jumlah asupannya akan berbeda lagi. Pertumbuhan bayi ASI akan melambat dan asupannya akan selalu sama tiap bulannya. Menurut penelitian bayi ASI membutuhkan sekitar 750 ml/hari (25 oz). Rata-rata bayi membutuhkan asupan 570-900 ml/hari. Bagi Anda ibu yang bekerja dan hanya bisa memberikan ASIP, berikut perhitungan kasar asupan jumlah ASI yang dibutuhkan anak dalam sekali sesi minum. Sebelum melakukan perhitungan, terlebih dahulu kita harus mengetahui frekuensi anak untuk minum ASI dalam sehari.

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

 

Asupan rata-rata bayi minum ASI dalam sehari (750 ml) : frekuensi anak minum dalam sehari

Contoh: Anak minum ASI sebanyak 10 kali dalam sehari, berapa rata-rata asupan ASI yang diminum anak sekali minum?

Rumusnya:

 

750 ml / (frekuensi minum)  = hasil

Jadi, 750mL / 10x = 75mL

Jadi rata-rata asupan ASIP adalah 75 mL dalam sekali minum, jika frekuensi minum anak 10x dalam sehari.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami. Salam hidup sehat![](DNA)

Baca juga:

 

Ditulis oleh:
dr. Dyah Novita Anggraini
Anggota Redaksi Medis
Klikdokter.com

0 Komentar

Belum ada komentar