Sukses

Ancaman Henti Jantung Lebih Tinggi Laki-laki

Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki usia 40 tahun dan lebih, memiliki satu dari delapan

Oleh : dr. Rizki Ismailia Puteri Iskandar

Klikdokter.com - Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki usia 40 tahun dan lebih, memiliki satu dari delapan kemungkinan untuk mengalami henti jantung mendadak, dan risiko menjadi lebih meningkat pada orang berkebangsaan Afrika-Amerika. Sedangkan untuk wanita berusia 40 tahun dan lebih, perbedaan terjadinya henti jantung mendadak adalah satu dari 24 orang. 

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa laki-laki cenderung mengalami kejadian henti jantung mendadak jika dibandingkan dengan wanita. Ternyata risiko tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan risiko terjadinya kanker paru, dimana terjadi pada satu dari 12 pada laki-laki, dan satu dari 16 untuk kanker kolon, sedangkan pada wanita risiko penyakit kanker paru dan kanker kolon sekitar satu dari 17 orang, menurut peneliti dr.Donald Lyoyd-Jones, kardiologis pada Universitas Northwestern di Chicago. 

Berdasarkan data yang didapat dari kurang lebih 5.000 orang dewasa, ditemukan bahwa:

  • Laki-laki Afrika-Amerika memiliki risiko henti jantung mendadak dua kali dari laki-laki kulit putih pada usia berapapun
  • Risiko serupa pada wanita Afrika –Amerika dan wanita kulit putih pada usia berapapun
  • Diantara 300.000 kasus dalam setahun, 3.000 hingga 5.000 terjadi pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Sedangkan pada orang yang lebih tua, kasus serupa umumnya diturunkan.
  • Semakin tua seseorang, semakin rendah risiko henti jantung mendadak
  • Orang dengan faktor risiko untuk penyakit jantung- seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan merokok- memiliki peningkatan risiko terjadinya henti jantung mendadak.

Henti jantung mendadak (sudden cardiac death) adalah kematian yang terjadi sebagai akibat dari hilangnya fungsi jantung secara mendadak. Keadaan ini termasuk permasalahan kesehatan yang besar dan mengenaskan karena dapat menyerang secara tiba-tiba serta terjadi pada usia tua maupun muda. Keadaan henti jantung mendadak bisa saja terjadi pada seseorang dengan ataupun tanpa penyakit jantung sebelumnya. Namun penyebab utama seseorang mengalami henti jantung mendadak adalah karena penyakit jantung koroner. Sehingga cara penanganan untuk menurunkan risiko henti jantung mendadak adalah dengan menurunkan risiko penyakit jantung- seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan merokok.[](RIPI)

    0 Komentar

    Belum ada komentar