Sukses

Ini Dia Jenis Nyamuk Sumber Penyakit yang Ada di Indonesia

Jadi pembawa penyakit di Indonesia, inilah jenis nyamuk yang wajib Anda hindari!

Belum banyak orang yang tahu soal jenis nyamuk dan bahayanya. Padahal, meski kecil, mereka bisa membawa penyakit yang kalau tak segera ditangani, bisa menelan korban jiwa. Baik anak-anak maupun orang dewasa, sebisa mungkin hindari gigitannya.

1 dari 3 halaman

Jenis Nyamuk dan Bahayanya

Perlu diingat bahwa Indonesia merupakan negara tropis, sehingga hewan seperti nyamuk gemar hidup di wilayah ini (nyamuk suka tinggal dan berkembang biak di hawa panas). 

Tak cuma bikin kulit bentol atau gatal, gigitannya pun mampu membuat manusia jatuh sakit. 

Nah, beberapa jenis nyamuk dan penyebab penyakit di Indonesia, antara lain:

  1. Aedes aegypti (Nyamuk DBD)

Jenis nyamuk yang satu ini tentu sudah tak asing lagi didengar. Aedes aegypti merupakan nyamuk yang dapat menularkan penyakit demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, demam Zika, dan demam kuning

Nyamuk yang menggigit dan menghisap darah kita hanyalah nyamuk betina. Mereka melakukan itu untuk mematangkan telurnya. 

Jenis nyamuk ini umumnya akan mencari makan pada saat sore atau malam hari, di dalam ruangan, atau di area yang pencahayaannya kurang (remang dan gelap). 

Nyamuk Aedes aegypti bertelur dan suka berada di lingkungan lembap, seperti tempat penampungan air, vas bunga, ember, dan lain sebagainya. 

Telur nyamuk ini bertahan hingga 1 tahun lamanya tanpa air. Ketika ada cukup air, maka telur dapat berkembang menjadi larva, kemudian menjadi nyamuk dewasa. 

Artikel Lainnya: Sama-sama Disebabkan Nyamuk, Ini Beda DBD dan Malaria

  1. Anopheles (Nyamuk Malaria)

Nyamuk Anopheles dikenal sebagai jenis nyamuk yang dapat menularkan penyakit malaria. Tubuh nyamuk anopheles berwarna cokelat gelap dan ada pula yang hitam. 

Jenis nyamuk ini dapat membawa parasit Plasmodium penyebab malaria. Di dalam tubuh manusia, parasit itu tumbuh dan berkembang biak pada sel hati dan sel darah merah

Sebenarnya, ada lebih dari 430 jenis nyamuk Anopheles. Namun, hanya 30-40 jenis nyamuk saja yang dapat menularkan parasit malaria. 

  1. Culex quinquefasciatus (Nyamuk Air Kotor)

Ukuran jenis nyamuk dewasa Culex quinquefasciatus sekitar 3.96 hingga 4.25 mm dengan warna coklat. 

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Culex adalah filariasis, west Nile fever, dan demam Zika. 

Jenis nyamuk berikut dapat berkembak biak di air yang kotor, seperti selokan, septic tank, dan kubangan air. 

Siklus hidup nyamuk Culex berlangsung selama 7 hari, mulai dari telur, larva, pupa, hingga jadi nyamuk dewasa. 

Jenis nyamuk ini termasuk nyamuk nokturnal atau beraktivitas di malam hari. Nyamuk tersebut umumnya akan menggigit manusia sekitar pukul 20.00 hingga 02.00. 

Artikel Lainnya: 6 Tanda Anda Alergi Gigitan Nyamuk

  1. Aedes albopictus (Nyamuk Hutan/Nyamuk Macan)

Jenis nyamuk Aedes albopictus atau Stegomyia albopicta punya genus sama dengan nyamuk DBD. 

Nyamuk ini dikenal juga dengan istilah nyamuk hutan dan hidup di negara tropis dan subtropis. Warna tubuhnya pun khas, yaitu belang hitam putih. Karena belang, nyamuk tersebut juga sering disebut nyamuk macan. 

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes albopictus adalah demam kuning, DBD, chikungunya, dan Zika. 

Ukuran nyamuk ini 2 – 10 mm. Nyamuk betina Aedes albopictus bertelur di air mengalir maupun air statis (genangan air). 

Mereka hanya terbang rendah (kurang dari 200 meter). Karena itulah, mereka hanya terbang tak jauh dari tempat mereka bertelur.

  1. Mansonia Uniformes (Nyamuk Tanaman Air)

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang suka berkembang biak di tanaman air ini adalah filariasis. Hewan ini biasanya hidup di daerah pedesaan dan area pertanian (karena paling banyak memiliki tanaman air). 

Selain itu, larva nyamuk Mansonia akan mengambil oksigen dari tanaman air di sekitarnya. 

Artikel Lainnya: Amankah Usir Nyamuk Demam Berdarah dengan Semprotan Serangga?

2 dari 3 halaman

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk

Agar Anda terhindar dari berbagai penyakit yang telah disebutkan di atas, di bawah ini ada tips supaya Anda terhindar dari gigitan nyamuk, yaitu:

  • Gunakan losion antinyamuk yang mengandung Diethyl-meta-toluamide (DEET), picaridin, atau IR3535 (Anda bisa baca di kemasannya). 
  • Gunakan pakaian lengan panjang, celana, atau rok panjang serta kaus kaki saat sedang berada di luar ruangan, khususnya area yang kira-kira banyak nyamuk. 
  • Pasang alat pembasmi nyamuk elektrik di rumah jika ada. Jika tak ada, Anda bisa menanam tanaman antinyamuk, seperti lavender, serai, atau geranium. 
  • Hindari aktivitas di luar ruangan saat hari mulai gelap (sore menjelang malam). Malam merupakan waktu nyamuk “beredar”.
  • Lakukan 3M (menutup tempat penampungan air, mengubur sampah atau barang bekas, dan menguras tempat penampungan air) untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk. 
  • Taburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang sudah dibersihkan. 
  • Dan pasang kasa nyamuk pada lubang ventilasi. Jika ada kelambu, Anda dan si Kecil bisa tidur dengan kelambu. 

Itu dia lima jenis nyamuk dan penyebab penyakit di Indonesia serta cara pencegahannya. Lakukan cara-cara di atas supaya Anda tak digigit oleh binatang penghisap darah tersebut. 

Salah satu ciri dari penyakit yang disebarkan oleh mereka adalah demam tinggi. Bila demam tinggi susah turun atau sempat turun tetapi naik lagi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, ya!

Masih ada pertanyaan seputar penyakit yang disebabkan oleh nyamuk? Jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan kami lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter

(AM/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar