Sukses

Kenali Lebih Dalam Berbagai Penyebab Migrain

Belakangan sering sakit kepala sebelah hingga terus-menerus meringis? Yuk, coba cegah kondisi tersebut dengan kenali penyebabnya di bawah ini!

Klikdokter.com, Jakarta Anda mengira sakit kepala sebelah alias migrain termasuk penyakit yang ringan-ringan saja. Kenyataannya, sakit kepala sebelah lebih mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Bahkan, Anda bisa terhenti berkegiatan. Lantas, apa penyebab migrain itu?

Tanda-Tanda Anda Terserang Migrain

Sebelum mengenali penyebabnya, ada baiknya Anda mengetahui soal sakit kepala sebelah ini. Dokter Karin Wiradarma dari KlikDokter mengatakan sakit kepala ini berawal dari nyeri berdenyut muncul di satu sisi kepala. Namun lama-kelamaan, rasa sakit tersebut dapat menyebar ke dua sisi kepala. 

Parahnya lagi, rasa nyeri tersebut umumnya lebih berat ketimbang nyeri kepala biasa. Beberapa pemicunya adalah stres atau kelelahan. Lalu, seperti apa saja gejala yang ditimbulkan penyakit kepala ini?

  • Rasa nyeri sudah dialami selama 4 sampai 72 jam. 
  • Rasa nyeri sampai mengganggu aktivitas.
  • Minimal telah mengalami 5 episode sakit kepala berdenyut di satu sisi. 

Bila rasa denyut sudah mulai muncul dan Anda tetap melakukan aktivitas yang berat, nyeri pun akan semakin hebat. Ada sejumlah gejala pendamping yang timbul bersamaan dengan nyeri berdenyut di satu sisi kepala. Ini beberapa di antaranya:

  • Pandangan kabur.
  • Terlalu sensitif terhadap suara, cahaya, dan bau-bauan. 
  • Mual dan muntah. 
1 dari 3 halaman

Penyebab Migrain

Jika nyeri sudah tak tertahankan, dr. Karin bilang penderitanya bisa hilang kesadaran diri atau pingsan. Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab sakit kepala sebelah, ini supaya bisa dicegah atau setidaknya, dikurangi. Adapun sederet penyebab migrain menurut dr. Karin yang perlu Anda ketahui:

  1. Stres berat. 
  2. Cahaya yang terlalu terang.
  3. Suara yang terlalu keras.
  4. Bau-bauan yang menyengat. 
  5. Kurang tidur atau terlalu banyak tidur. 
  6. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol atau minuman berkafein. 
  7. Terlambat makan atau sedang berpuasa.
  8. Terlalu banyak mengonsumsi makanan, seperti cokelat, keju, produk susu, makanan asin, makanan olahan, dan makanan yang mengandung zat pengawet. 
  9. Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti pil KB dan nitrogliserin.
  10. Terlalu lelah akibat aktivitas fisik yang berlebihan.
  11. Terdapat riwayat keluarga yang juga memiliki migrain kambuhan. 
  12. Perubahan hormonal pada wanita, khususnya saat menstruasi, hamil, serta menopause. Penggunaan pil KB oral maupun terapi sulih hormon untuk menopause disebut-sebut dapat mencetuskan migrain. Itu sebabnya, wanita lebih sering mengalami migrain ketimbang pria. 

Artikel Lainnya: Obat untuk Migrain Kronis Sudah Ditemukan?

Sementara itu, dr. Alvin mengatakan dari sekian banyak penyebab sakit kepala sebelah, ada 3 faktor yang paling sering mencetuskan kondisi tersebut, yakni sebagai berikut.

  1. Paparan Cahaya Terang

Paparan cahaya terang dapat mengaktifkan serabut saraf dan meneruskan rangsangan ke otak. Rangsangan tersebut akan berlangsung meski cahaya sudah tidak ada. Alhasil, terjadilah migrain.

  1. Stres dan Kelelahan

Saat stres atau kelelahan, otak melepaskan beberapa zat kimia untuk melawan situasi yang terjadi. Hal ini memicu perubahan pada pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan migrain.

  1. Makanan

Makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG) dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, memiliki hubungan yang erat terhadap migrain. 

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi dan Mencegah Migrain Kambuh

Jangan panik bila Anda terserang migrain. Untuk mengatasi sakit kepala sebelah ini, Anda hanya cukup beristirahat di tempat yang tenang dan gelap. Agar nyeri lebih cepat reda, Anda juga dapat mengonsumsi obat anti-nyeri, misalnya parasetamol atau ibuprofen. 

Jika ingin mendapatkan obat yang lebih spesifik, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan resep. Misalnya, obat golongan triptan dan ergot.

Lalu, bagaimana caranya agar migrain tidak sering kambuh? “Agar migrain tidak sering kambuh, Anda dapat melakukan beberapa teknik. Misalnya, relaksasi, tidur cukup, berolahraga secara teratur, menghindari pencetus, dan membuat buku harian migrain,” kata dr. Karin. 

Dalam buku harian migrain, Anda dapat mencatat beberapa hal ini.

  • Waktu serangan tersebut datang.
  • Makanan yang dikonsumsi dalam 24 jam terakhir.
  • Durasi tidur semalam.
  • Kegiatan yang sedang dilakukan ketika serangan muncul.
  • Durasi migrain.
  • Ketahui hal-hal yang  menyebabkan sakit kepala tersebut berhenti.

Buku harian tersebut dapat membuat Anda mengenali penyebab migrain sekaligus memahami “ciri khas” dari penyakit tersebut. Dengan demikian, Anda dapat mencegah serangan berulang yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. 

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar