Sukses

Kencing Berbusa, Pertanda Apa?

Kondisi kencing berbusa umumnya disebabkan oleh saluran kemih yang terlalu penuh. Namun, dalam beberapa kasus, kencing berbusa bisa jadi pertanda suatu penyakit.

Pernahkah Anda memeriksa urine Anda? Mulai dari warnanya, jumlahnya, dan kejernihannya. Berbagai faktor seperti makanan, minuman, obat-obatan, dan penyakit dapat memengaruhi urine Anda. Lalu bagaimana dengan kencing berbusa?

Kencing berbusa sebenarnya bisa terjadi ketika kandung kemih terlalu penuh dan urine dengan cepat mengaduk air, sehingga tampak berbusa. Namun, kencing berbusa juga dapat menjadi pertanda adanya penyakit. 

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai penyebab kencing berbusa:

1 dari 5 halaman

1. Kecepatan Urine yang Tinggi

Jika Anda buang air kecil dengan kecepatan tinggi, maka busa akan terbentuk dan ini merupakan hal yang normal. Hal ini khususnya terjadi ketika urine tertahan cukup lama dan berada dalam jumlah banyak pada kandung kemih. Namun, biasanya kencing berbusa pada kasus ini hanya bersifat sementara.

2. Protein di Urine

Busa dapat terbentuk apabila kandungan protein dalam urine tinggi. Kandungan protein yang tinggi pada urine dapat dijumpai pada beberapa jenis gangguan ginjal, misalnya sindrom nefrotik, atau gangguan ginjal karena diabetes.

Jadi, jika Anda menderita diabetes atau hipertensi dan merasa bahwa urine yang dikeluarkan membentuk busa secara berlanjut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Artikel Lainnya: Bagaimana Cara Mengatasi Kencing Berbusa?

2 dari 5 halaman

3. Kekurangan Cairan dalam Tubuh (Dehidrasi)

Salah satu penyebab kencing berbusa adalah kekurangan cairan dalam tubuh, atau disebut dengan dehidrasi.

Jika Anda kurang minum, maka jumlah cairan yang akan terbentuk dalam urine akan lebih pekat dan terkonsentrasi. Hal ini menyebabkan terbentuknya busa saat Anda buang air kecil.

4. Infeksi Saluran Kemih

Penyebab lain dari urine berbusa adalah infeksi. Biasanya seorang yang menderita infeksi saluran kemih akan mengeluhkan berbagai kejadian, seperti nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, buang air kecil terasa tidak tuntas dan demam

3 dari 5 halaman

5. Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan urine menjadi berbusa. Seseorang dengan diabetes tidak terkontrol akan memiliki banyak molekul glukosa darah di dalam tubuhnya.

Molekul glukosa darah berukuran besar seperti protein. Apabila kadar glukosa darah terlalu tinggi, maka ginjal akan kesulitan menyaring molekul. Hasilnya akan terdapat kelebihan glukosa dan protein pada urine dan menyebabkan urine tampak berbusa.

Artikel Lainnya: Kencing Berbusa Saat Hamil? Awas Pre-eklampsia!

Selain gejala di atas, penderita diabetes dapat mengalami gejala lain seperti penglihatan kabur, mulut kering, perasaan haus terus-menerus, kelaparan, kelelahan, serta gatal-gatal pada kulit. Apabila Anda merasakan gejala seperti tersebut, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan darah.

6. Penyakit Ginjal

Fungsi penting ginjal adalah menyaring protein dalam darah. Jika terdapat kerusakan ginjal, protein dapat keluar ke dalam urine. Hasilnya adalah protein di dalam urine.

Gejala lain yang merupakan tanda kerusakan ginjal adalah: kulit yang gatal, mual, pembengkakan, sering buang air kecil, muntah. Jika Anda mengeluhkan keluhan diatas, kunjungilah Dokter terdekat untuk mendapatkan terapi yang sesuai.

4 dari 5 halaman

7. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun seperti lupus juga dapat menyerang ginjal sehingga menimbulkan gejala kencing berbusa.

Kencing berbusa dapat merupakan variasi normal dari pengeluaran urine. Namun, jika terjadi dalam jangka panjang, waspadai adanya kondisi medis yang serius. Selain itu, apabila Anda memiliki adanya kesamaan pada kondisi-kondisi di atas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai topik ini atau masalah kesehatan lainnya? Jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Salam sehat!

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar