Sukses

Waspada, Ini Penyebab Gerakan Janin Berkurang pada Ibu Hamil

Cemas gara-gara gerakan janin berkurang? Ibu hamil perlu mencari tahu penyebabnya, dan melakukan upaya untuk mengatasinya sebelum terjadi komplikasi!

Gerakan janin dan frekuensinya sangat penting untuk dikenali. Sebab gerakan janin yang berkurang dapat menandakan tingginya risiko bayi lahir mati atau kematian segera setelah kelahiran.

Apakah itu artinya gerakan janin berkurang pasti pertanda buruk? Tidak juga. Berikut ini beberapa kondisi “wajar” yang bisa jadi penyebab gerakan janin berkurang:

  • Janin Sedang Tidur

Janin memiliki waktu tidur selama 20 sampai dengan 40 menit, dan tidak lebih dari 90 menit. Janin tidak akan bergerak selama periode tersebut.

  • Ibu Kurang Sensitif Terhadap Gerakan Janin

Gerakan janin bisa kurang terasa apabila ibu hamil mengalami kondisi-kondisi, seperti penurunan atau peningkatan jumlah air ketuban, posisi ibu duduk atau berdiri, punggung janin berada di sisi depan perut, plasenta atau ari-ari berada di sisi depan rahim, dan ibu sedang aktif bergerak atau sibuk.

  • Efek Kebiasaan Sehari-hari

Gerakan janin bisa berkurang untuk sementara waktu apabila ibu hamil mengonsumsi obat antinyeri atau obat tidur, merokok, dan/atau mengonsumsi alkohol.

Artikel Lainnya: Cara Menghitung Gerakan Janin yang Aktif dan Sehat

1 dari 3 halaman

Penyebab Gerakan Janin Berkurang yang Perlu Diwaspadai

Berikut ini adalah beberapa penyebab gerakan janin berkurang pada ibu hamil yang perlu diwaspadai:

  1. Stres dan Gizi Ibu Hamil

Hormon yang keluar pada saat stres dapat menyebabkan gerakan janin berkurang.

Kondisi dehidrasi dan berpuasa tanpa diimbangi asupan yang bergizi seimbang juga dapat mengurangi jumlah gerakan janin dalam kandungan.

  1. Selaput Ketuban Pecah Sebelum Waktu Melahirkan

Cairan ketuban menjaga kondisi janin tetap hangat, aman, dan terlindungi. Bila selaput ketuban bocor atau pecah sebelum waktunya, janin akan mengalami stres, gangguan gizi, dan rentan infeksi. Semua ini dapat mengurangi bahkan menghentikan gerakan janin.

  1. Plasenta Terlepas

Plasenta merupakan organ yang memberi makan janin. Plasenta yang normal akan terus menempel pada dinding rahim hingga waktunya melahirkan.

Bila plasenta terlepas dari dinding rahim, aliran oksigen dan darah ke janin akan terganggu. Keadaan ini dapat menimbulkan kematian janin bila tidak segera ditangani.

  1. Hipoksia

Hipoksia adalah istilah untuk menggambarkan kondisi tubuh yang sangat kekurangan oksigen. Keadaan ini juga bisa menjadi salah satu penyebab gerakan janin berkurang pada ibu hamil.

Darah dan oksigen dialirkan kepada janin melalui tali pusat. Bila tali tersebut tertekuk atau terpelintir, aliran darah dan oksigen akan terhenti.

Akibatnya, janin mengalami hipoksia, yang ditandai dengan gerakan janin berkurang atau berhenti.

Artikel Lainnya: Gerakan Janin Bisa Tentukan Gender, Apa Benar?

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Gerakan Janin Berkurang

Ibu hamil sebaiknya langsung panik ketika mengalami gerakan janin berkurang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memancing janin agar bergerak kembali, yaitu:

  • Ajak janin berbicara atau pasang headphone dengan lagu klasik di perut agar janin merespons.
  • Mengelus perut perlahan-lahan.
  • Minum air dingin atau konsumsi makanan manis.
  • Berbaring posisi miring ke kiri, agar ruang gerak janin bertambah sehingga ia dapat lebih aktif bergerak.

Jika janin tidak memberikan respons setelah ibu hamil melakukan langkah-langkah di atas, ada baiknya segera periksakan lebih lanjut ke dokter.

Hal ini wajib dilakukan, khususnya jika ibu hamil juga mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Dalam waktu 2 jam gerakan janin kurang dari 10 kali.
  • Terdapat perdarahan melalui vagina.
  • Pembengkakan di tubuh ibu hamil pada bagian kaki, tangan, dan wajah.
  • Kram perut terus-menerus, dan perut terasa nyeri saat disentuh.

Artikel Lainnya: Wow! Ternyata Ini Makna Tendangan Bayi di Dalam Perut

Ibu hamil dengan tanda-tanda di atas perlu mendapatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan USG oleh dokter kandungan.

Dengan demikian, penyebab gerakan janin berkurang dapat diketahui sehingga penanganan yang paling tepat juga bisa segera diterapkan.

Gerakan janin berkurang memang tidak melulu disebabkan oleh kondisi berbahaya. Namun, ibu hamil harus tetap waspada akan segala kemungkinan yang ada.

Jika curiga mengalami gerakan janin berkurang yang berbahaya, tindakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan berkonsultasi pada dokter melalui LiveChat 24 jam.

Anda juga bisa mengunduh aplikasi Klikdokter agar tidak ketinggalan berita kesehatan menarik lainnya.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar