Sukses

Daycare dan Kanker Darah, Apa Hubungannya?

Mungkin Anda langsung waswas saat membaca judul artikel ini. Tenang saja, menitipkan anak di daycare tetap memberikan banyak keuntungan. Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Belakangan ini, banyak bermunculan tempat penitipan anak atau yang biasa disebut daycare. Ini menjadi salah satu jalan keluar bagi orangtua yang memiliki kesibukan di luar rumah dalam hal pengasuhan anak. Selain sosialisasi dengan teman sebaya, daycare ini mampu menawarkan solusi all inpengasuhan sekaligus pendidikan anak. Beberapa daycare bahkan juga memberikan pengajaran sesuai dengan usia anak. Orangtua tenang bekerja, dan anak dapat bermain dan belajar dengan nyaman.

Di balik berbagai keuntungan tersebut, ternyata banyak orangtua yang mengeluh anaknya menjadi gampang sakit setelah bergabung di daycare. Tidak heran, karena banyaknya orang di daycare, kuman yang beredar pun lebih bervariasi. Sisi baiknya, infeksi ringan berulang ini ternyata akan membawa dampak baik bagi kekebalan anak nantinya. Salah satunya, dalam pencegahan kanker darah. Bagaimana bisa?

Anak yang dititipkan di daycare akan banyak berinteraksi dengan orang-orang yang tidak tinggal satu rumah dengannya. Orang-orang tersebut tentu saja membawa jenis kuman yang berbeda-beda. Paparan akan kuman inilah yang kemudian memicu terbentuknya imunitas anak terhadap infeksi ringan berulang. Semakin dini anak terpapar dengan kuman, maka pertumbuhan imunitasnya dipercaya akan berlangsung semakin efektif. Imunitas inilah yang nantinya akan memperkecil kemungkinan seorang anak terkena kanker darah hingga 30-40%.

Omong-omong tentang kanker darah akut, ini adalah suatu penyakit kelainan sistem kekebalan tubuh, di mana sistem kekebalan tubuh tidak berkembang sedemikian rupa karena kelainan suatu sel yang dinamakan sel B. Sel B ini bertugas untuk mendeteksi adanya virus/bakteri yang menyusup di aliran darah. Dalam tubuh penderita kanker darah akut, produksi sel B cenderung meningkat dan menyerang sel tubuh normal karena menyangka sel normal tersebut sebagai bakteri ‘penyusup’.

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara daycare dan kanker darah menunjukkan bahwa tingkah laku sel B bisa dicegah dengan adanya infeksi ringan berulang. Kanker darah biasanya terjadi pada anak usia 2-5 tahun. Oleh karena itu, paparan kuman sebaiknya ‘dilakukan’ sebelum usia tersebut.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar