Sukses

Ini Dia Vaksin Demam Berdarah yang Ditunggu-tunggu

Setelah dua puluh tahun diteliti, vaksin yang sudah lama ditunggu kini hadir. Dialah Dengvaxia®, vaksin pertama di dunia yang dapat mencegah infeksi virus dengue.

Infeksi dengue di Indonesia masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius. Jumlah penderita dan daerah penyebaran semakin bertambah seiring dengan meningkatnya perpindahan dan kepadatan penduduk. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menduduki peringkat ke-2 dunia sebagai negara dengan kasus dengue terbanyak di antara tiga puluh negara lainnya yang berada di wilayah endemis.

Indonesia Menanti

Setelah dua puluh tahun diteliti, vaksin yang sudah lama ditunggu kini hadir. Dialah Dengvaxia®, vaksin pertama di dunia yang dapat mencegah infeksi virus dengue. Sebagian besar negara di wilayah Amerika Latin telah meminta agar vaksin ini dapat diedarkan pada tahun ini. Di beberapa negara Asia, vaksin ini bisa mulai didapatkan pada bulan Oktober 2016. Bagaimana dengan Indonesia?

Berdasarkan kabar yang beredar, Dengvaxia® akan resmi dipasarkan di Indonesia pada kuartal ketiga 2016. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah berjanji akan mewujudkan hal ini paling lambat pada awal 2017. Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) telah menyetujui distribusi Dengvaxia® di Indonesia. Persetujuan peredaran vaksin dengue di Indonesia merupakan pendaftaran yang kedua di Asia dan ketujuh di dunia. Sebelumnya, vaksin dengue ini sudah digunakan di beberapa negara, yaitu Meksiko, Brasil, Filipina, El Salvador, Kosta Rika, dan Paraguay.

Vaksin Dengue dan Program Imunisasi Nasional

Vaksin dengue diberikan dalam tiga dosis terjadwal dengan selang enam bulan (0, 6, 12). Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, untuk Indonesia, vaksin ini memberikan hasil yang optimal bila diberikan pada anak usia sembilan hingga enam belas tahun. Vaksin ini sesuai dengan jenis virus dengue yang menyebar di Indonesia karena lebih efektif terhadap virus DEN-3 dan DEN-4 dibandingkan dengan DEN-1 dan DEN-2. Di Indonesia, DEN-3 merupakan jenis virus yang terbanyak ditemukan, diikuti dengan DEN-4, DEN-2, dan DEN-1.

Ke depannya, Kemenkes berencana untuk memasukkan vaksin dengue ke dalam program imunisasi dasar bersama dengan BCG, DPT, Polio, Tetanus, dan Hepatitis B. Namun, prosesnya cukup panjang untuk sampai ke tahap itu. Kepala Sub Direktorat Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine, MKM menjelaskan bahwa untuk memasukkan suatu vaksin baru ke daftar program imunisasi nasional harus melalui beberapa tahapan. Vaksin baru akan melalui uji efektivitas vaksin hingga uji ekonomi biaya. Penyediaan vaksin yang berkesinambungan juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan sebab program nasional tidak boleh terputus.

Hadirnya vaksin dengue merupakan angin segar bagi Indonesia untuk dapat menurunkan jumlah angka kesakitan dan kematian akibat infeksi dengue. Kiranya, tidak lama lagi vaksin ini resmi dipasarkan di Indonesia. Semoga!

(RS/RH)

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar