Sukses

Bagaimana ASI Diproduksi?

Air susu yang diproduksi wanita terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa hormon. Baca selengkapnya di sini.

Setelah melahirkan, sering kali ibu menjadi cemas karena Air Susu Ibu (ASI) tidak keluar atau hanya sedikit produksinya. Untuk bisa mengerti bagaimana cara meningkatkan (atau menurunkan) produksi ASI, sebaiknya Anda ketahui dulu bagaimana ASI diproduksi.

Tahapan proses produksi ASI

Selama kehamilan dan hari-hari pertama pasca-persalinan, produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin (hormon penghasil ASI) dan hormon reproduksi lainnya yang berperan. Selama hormon-hormon ini ada dan seimbang, ibu akan mulai memproduksi kolostrum/ASI pertama sejak trimester kedua kehamilan (Laktogenesis I) yang jumlahnya semakin bertambah sekitar 30-40 jam setelah persalinan (Laktogenesis II).

Pada trimester akhir kehamilan, walaupun payudara sudah memproduksi kolostrum, pengeluarannya dihambat oleh kadar hormon progesteron yang tinggi. Saat persalinan, keluarnya ari-ari menyebabkan kadar hormon progesteron, estrogen, dan human placental lactogen (HPL) sangat turun. Kondisi ini disertai dengan kadar hormon prolaktin yang tinggi menandai awal Laktogenesis II (produksi ASI dalam jumlah banyak). Produksi ASI pada 24 jam pertama pasca persalinan biasanya belum terlihat banyak. Setelah 48-72 jam, ibu akan merasakan sensasi penuh pada payudara. Di sinilah ASI mulai banyak diproduksi.

Kedua proses ini murni didorong oleh hormon yang berasal dari pusat (kelenjar di otak) dan tetap terjadi sekalipun ibu tidak menyusui bayinya.

Setelah Laktogenesis II, terjadi perpindahan kontrol produksi ASI, yang tadinya berpusat di otak dipindahkan ke payudara. Tahapan ini disebut Laktogenesis III. Pada tahap ini, pengeluaran ASI merupakan kontrol utama bagi produksi ASI. Walaupun gangguan hormonal dapat memengaruhi produksi ASI, peran hormon pada tahap ini sudah lebih berkurang. Dalam kondisi normal, payudara akan terus memproduksi ASI selama proses pengeluaran ASI berlanjut.

Supply and demand process

Setelah persalinan, kadar hormon prolaktin yang menghasilkan ASI akan berangsur-angsur berkurang. Setelah 3 bulan, kadarnya relatif tetap sampai proses menyusui diakhiri (anak sudah disapih). Pada saat ini, produksi ASI murni berdasarkan prinsip supply dan demand.

ASI diproduksi setiap waktu, dengan kecepatan yang berbeda-beda tergantung seberapa ‘kosong’ payudara ibu. Semakin banyak ASI dikeluarkan, semakin cepat produksinya. ASI akan terakumulasi dalam payudara ibu di antara waktu menyusui. Jumlah ASI yang tersimpan akan lebih banyak jika jarak antara waktu menyusui lebih panjang. Semakin banyak ASI yang terakumulasi, semakin lambat pula produksinya.

Untuk mempercepat dan meningkatkan produksi ASI, kuncinya adalah dengan mengeluarkan ASI sebanyak dan sesering mungkin (dengan menyusui maupun memompa), sehingga tidak banyak ASI yang terakumulasi dalam payudara di antara waktu menyusui.

Kapasitas payudara

Hal lain yang memengaruhi produksi ASI adalah kapasitas payudara ibu dalam menyimpan ASI di antara waktu menyusui. Kapasitas ini berbeda-beda pada setiap individu dan berbeda juga pada kedua payudara. Kapasitas payudara tidak ditentukan oleh ukuran payudara. Ibu dengan kapasitas payudara besar ataupun kecil dapat memproduksi banyak ASI bagi bayinya. Ibu dengan kapasitas payudara yang besar dapat memperlama jeda waktu menyusui tanpa ada efek pada produksi ASI dan pertumbuhan bayi. Sedangkan ibu dengan kapasitas payudara yang kecil harus menyusui lebih sering agar bayi kenyang dan agar produksi ASI tetap terjaga. Sebab, payudara akan lebih cepat penuh dan akhirnya produksi ASI melambat. [RS]

Baca juga:

0 Komentar

Belum ada komentar