Sukses

Dua Wanita Vietnam Terinfeksi Virus Zika

Dunia – terutama Asia Tenggara – dikejutkan dengan ditemukannya dua kasus virus Zika yang telah dikonfirmasi pada tanggal 5 April 2016 kemarin.

Virus Zika telah dinyatakan sebagai wabah oleh WHO pada tanggal 1 Februari 2016. Virus ini telah menyerang hampir 21 negara di dunia, terutama negara-negara di wilayah Amerika Tengah dan Selatan.

Virus ini sangat mudah menular, yakni melalui gigitan nyamuk yang sama yang menularkan virus demam berdarah. Artinya, virus Zika dapat dengan mudah menyebar di Indonesia.

Virus yang pertama kali ditemukan pada monyet yang hidup di hutan Zika, Uganda, Afrika, pada tahun 1947 ini semakin membuat dunia prihatin, karena disinyalir dapat menyebabkan kecacatan pada janin yang dikandung oleh ibu hamil yang terinfeksi.

Bayi yang terlahir dari ibu yang terinfeksi selama hamil dapat lahir dengan kondisi mikrosefali, yakni ukuran kepala dan otak yang lebih kecil dari yang seharusnya. Kelainan tersebut kelak akan menimbulkan pengaruh negatif terhadap tumbuh kembang bayi.

Kasus Pertama di Vietnam

Virus Zika telah dikonfirmasi menginfeksi dua orang wanita Vietnam. Salah satunya berusia 64 tahun dan bertempat tinggal di kota Nha Trang, sebuah kota yang berada di dekat pantai. Sementara itu, korban lainnya adalah seorang wanita berusia 33 tahun yang sedang mengandung 8 minggu. Wanita hamil tersebut tinggal di kota Ho Chi Minh.

Wanita 64 tahun tersebut mengeluhkan demam, sakit kepala, dan ruam-ruam merah pada tungkainya. Sedangkan wanita 33 tahun yang sedang mengandung mengeluh ruam merah, radang selaput mata, dan lemas.

Kedua pasien dilaporkan dalam keadaan stabil. Sementara itu, pihak yang melakukan investigasi masih belum menemukan tanda-tanda infeksi pada keluarga maupun tetangga dua wanita tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan bagaimana dan di mana mereka terinfeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini – apakah mereka terinfeksi di Vietnam, ataukah ada riwayat bepergian ke luar negeri.

Sebelumnya – masih dari negara yang sama – seorang turis asal Australia yang baru saja menghabiskan liburannya di Vietnam terdeteksi mengidap virus Zika pada tanggal 6 Maret 2016. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kemungkinan virus Zika sudah “beredar” di Vietnam.

Pencegahan Adalah yang Terbaik

Karena belum ditemukan vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus Zika, WHO dan CDC menghimbau bagi wanita hamil untuk tidak bepergian ke negara yang terkena wabah Zika. Bahkan, beberapa negara menyarankan bagi para wanita untuk menunda kehamilan hingga sementara waktu.

Perlindungan terbaik terhadap infeksi virus Zika sampai saat ini adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan krim penangkal nyamuk, menggunakan baju dan celana panjang, tidur dengan kelambu, menutup pintu serta jendela rumah, dan  rajin menguras bak mandi.

0 Komentar

Belum ada komentar