Sukses

Waspada, Infeksi Saluran Kemih Berulang pada Anak

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyakit yang umumnya terjadi pada anak, dan terjadi secara berulang. Karenanya, penting bagi kita untuk sedapat mungkin mencegah infeksi saluran kemih berulang pada anak. Berikut info medisnya.

Saluran kemih merupakan bagian tubuh yang memproduksi dan mengeluarkan urin dari tubuh, termasuk kandung kemih, ginjal dan saluran kemih.

Bakteri yang hidup di usus besar dan di tinja dapat masuk ke uretra, atau saluran yang membuang urin dari kandung kemih keluar badan. Bakteri ini bisa masuk ke kandung kemih, bahkan sampai ke ginjal.

Infeksi saluran kemih, atau ISK, adalah infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangbiakan kuman di dalam saluran kemih yang biasanya steril. Infeksi saluran kemih meliputi infeksi ginjal hingga kandung kemih dan uretra dengan jumlah bakteriuria (bakteri dalam darah) yang bermakna.

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit yang sering ditemui pada anak. Pada bayi yang baru lahir, infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada bayi laki-laki (75-80%) dibandingkan dengan bayi perempuan. Setelah usia 3 bulan, anak perempuan lebih sering mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) daripada anak laki-laki. Namun, Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala pada penderitanya. 

Saat menderita Infeksi Saluran Kemih, bayi dan balita biasanya akan menampakkan gejala yang tidak khas, dan mereka belum dapat mengungkapkan keluhan yang mereka rasakan. Namun, penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak dapat diketahui dengan beberapa gejala khas, yakni:

  • Demam tanpa penyebab yang diketahui
  • Urin dengan bau yang tidak biasa
  • Muntah
  • Anak tidak mau makan
  • Anak rewel

Pada anak yang lebih besar, gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK) biasanya memiliki beberapa gejala khas, yakni:

  • Nyeri atau rasa seperti terbakar saat berkemih.
  • Rasa ingin sering berkemih
  • Urin yang kemerahan, merah muda, ataupun berbau busuk
  • Nyeri di atas pinggul
  • Nyeri di perut bawah

Bayi dan anak usia muda yang mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) harus mendapatkan perhatian yang lebih. Pasalnya, pada usia tersebut risiko kerusakan ginjal akibat Infeksi Saluran Kemih (ISK) memiliki kemungkinan yang besar.

Anak yang menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) harus segera di diagnosis dan ditangani dengan baik dan benar. Karena keadaan ini lambat laun dapat menyebabkan hipertensi dan menurunkan fungsi ginjal. Tujuan utama pada pengobatan Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak adalah mencegah kerusakan ginjal dan komplikasi lain secara cepat, tepat dan lengkap. Oleh karena itu, jangan tunda untuk membawa anak Anda ke dokter bila menemukan gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Anak yang pernah mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) 30% di antaranya akan mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang. Faktor yang dapat menyebabkan Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang, antara lain:

  • Kelainan anatomi
  • Gangguan fungsional pola buang air kecil
  • Jarang buang air kecil
  • Kekurangan asupan cairan
  • Sering menahan buang air kecil dan besar
  • Kebersihan daerah kemaluan

Hal-hal di bawah ini merupakan upaya yang dapat dilakukan agar tidak terjadi Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang:

  1. Upayakan anak untuk minum 8-10 gelas sehari. Jus cranberry sering dianjurkan karena jus ini diduga dapat mencegah perlekatan bakteri E. coli – penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada dinding kandung kemih.
  2. Cukupi kebutuhan vitamin C anak. Vitamin C akan menyebabkan keasaman urin dan membuat lingkungan menjadi tidak bersahabat bagi bakteri.
  3. Mandi busa, ataupun beberapa jenis sabun lain sebaiknya dihindari guna mencegah iritasi pada saluran uretra.
  4. Penggunaan popok atau diaper harus diawasi dengan ketat. Pasalnya, kontak antara tinja dan daerah kemaluan anak memberi kesempatan pada bakteri untuk naik ke uretra dan kandung kemih.
  5. Pada perempuan, bersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang setiap kali ia buang air kecil atau buang air besar. Hal ini akan mengurangi paparan bakteri terhadap uretra.
  6. Menggunakan celana dalam berbahan katun. Celana dalam dari bahan katun akan mengurangi pertumbuhan bakteri di daerah uretra dibandingkan dengan yang berbahan nilon ataupun bahan lainnya
  7. Pada anak yang menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) sebaiknya melakukan buang air kecil paling sedikit setiap 3-4 jam untuk membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Namun, beberapa anak mungkin tidak merasa nyaman untuk menggunakan toilet sekolah ataupun toilet umum sehingga mereka menunda untuk buang air kecil. Keadaan inilah yang harus diwaspadai.
  8. Sebuah penelitian di Turki menunjukkan bahwa sirkumsisi/sunat pada anak laki-laki menurunkan bakteri pada urin dan dianggap dapat mencegah kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK)
  9. Konstipasi/sembelit atau kebiasaan menahan buang air besar dianggap dapat meningkatkan risiko terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK).

0 Komentar

Belum ada komentar