Sukses

Cara Mengatasi Hidung Bayi yang Tersumbat

Hidung tersumbat merupakan salah satu keluhan yang sering muncul ketika bayi pilek. Ini cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi.

Ketika bayi pilek dan muncul reaksi hidung tersumbat, ia bisa menjadi rewel dan susah untuk menyusu. Pasalnya, saat kondisi tersebut, bayi akan bernapas melalui mulut sehingga membuat mulutnya sering terbuka. Tentunya hal ini mengganggu kenyamanan si Kecil.

Gangguan hidung tersumbat pada bayi biasanya akan hilang dalam beberapa minggu. Namun, saat hidungnya tersumbat, bayi belum dapat membuang lendir atau ingus mereka sendiri. Karenanya, Anda harus membantu membersihkan saluran hidung yang tersumbat tersebut.

 

1 dari 2 halaman

Cara Mengatasi Hidung Bayi yang Tersumbat

Agar bayi kembali nyaman, berikut cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi yang bisa dilakukan:

1. Pemberian Obat Tetes Hidung

Belilah di apotek obat semprot hidung yang mengandung larutan garam yang diformulasikan secara khusus. Cara memberikannya adalah dengan memegang bayi dalam posisi tegak lurus, lalu teteskan dua atau tiga tetes obat tersebut pada masing-masing lubang hidung.

Setelah itu, baringkan bayi selama satu menit dengan kepala lebih rendah daripada tubuh. Posisi ini membuat larutan garam tersebut mengencerkan lendir atau ingus yang kental. Jika lendir sudah encer, Anda dapat menarik lendir dengan aspirator hidung. Ingatlah untuk tidak memasukkan aspirator hidung terlalu dalam.

Artikel Lainnya: Pilek Tak Kunjung Sembuh, Mungkinkah si Kecil Sinusitis?

Lakukan dua atau tiga kali ke dalam setiap lubang hidung, atau sesering yang diperlukan anak. Jangan lupa untuk membersihkan ujung semprotan hidung setelah selesai diberikan kepada bayi Anda.

Obat tetes larutan garam ini juga dapat Anda buat sendiri di rumah, dengan mencampurkan garam sebanyak seperempat sendok teh ke dalam gelas yang berisi 240 ml air hangat. Lalu, Anda bisa memasukkan ke dalam tempat yang sudah dibersihkan.

2. Encerkan Lendir dengan Uap Air Hangat

Uap air dapat membuka saluran pernapasan yang tersumbat dan membantu mengencerkan serta mengalirkan lendir ke luar. Salah satu cara memberikan uap hangat kepada anak Anda adalah dengan membawa anak ke kamar mandi.

Buka keran pancuran air hangat, lalu tutup pintu kamar mandi Anda selama beberapa menit. Selain dengan uap air hangat, Anda juga bisa menggunakan diffuser yang sudah diberikan tetesan essential oil yang dapat melegakan jalan napas ketika dihirup.

Artikel Lainnya: Jangan Sepelekan Pilek pada Bayi, Ini Bahayanya

3. Gunakan Vaporizer atau Humidifier

Vaporizer atau humidifier dapat Anda letakkan di kamar si Kecil untuk menambah kelembapan udara. Hal ini dapat membantu mengatasi hidung tersumbat pada bayi dengan mengencerkan lendirnya.

Namun, jangan lupa untuk rutin membersihkan alat tersebut guna mencegah pertumbuhan jamur.

4. Tepuk-Tepuk Bagian Punggung Bayi secara Perlahan

Hal ini dapat membantu mengeluarkan dahak yang berada di dalam dada, sehingga akan lebih mudah bagi bayi untuk membatukkannya keluar.

5. Jemur Bayi di Pagi Hari

Cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi lainnya adalah dengan menjemur bayi. Dengan begitu, lendir bayi bisa menjadi lebih encer dan imunitasnya pun meningkat.

6. Oleskan Petroleum Jelly

Petroleum jelly berfungsi untuk mencegah iritasi pada hidung anak. Anda dapat mengoleskannya di bagian luar lubang hidung anak.

Artikel Lainnya: Ampuhkah Membalurkan Bawang Merah pada Bayi yang Pilek

7. Bersihkan Lendir Walaupun Sudah Sering

Jika ada lendir yang mengering di bagian hidung, Anda dapat membantu membersihkannya dengan menggunakan kain yang diberikan air hangat.

8. Atur Posisi Tidur Anak

Ketika hidung bayi tersumbat, Anda dapat meninggikan kepala bayi agar lebih mudah bernapas. Gunakan bantal yang sedikit lebih keras dibandingkan bantal yang lembut. Jangan lupa untuk tetap mengawasi bayi Anda.

Anda perlu segera menghubungi dokter atau dokter spesialis anak apabila gejala hidung tersumbat pada bayi disertai dengan:

  • Demam
  • Timbul ruam di tubuh
  • Hidung tersumbat tidak sembuh dalam waktu 2 minggu
  • Bayi terlihat susah untuk bernapas atau bernapas terlalu cepat
  • Bayi susah untuk menyusu 
  • Bayi semakin rewel

Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan yang optimal sesuai dengan penyakit yang dialami bayi. Jangan lupa untuk tetap rutin menjemur bayi setiap pagi kurang lebih 10 menit, agar si Kecil mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Vitamin D sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar topik ini, silakan berkonsultasi dengan dokter kami melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar