Sukses

Air Mineral dalam Kemasan Botol dengan Rasa Tertentu, Berbahayakah?

Air mineral dalam kemasan botol umumnya tidak memiliki rasa tertentu. Lalu, bagaimana dengan air mineral dalam kemasan botol dengan rasa tertentu? Apakah berbahaya? Berikut info medisnya.

Tubuh kita membutuhkan air untuk agar tetap sehat. Tanpa air, tubuh kita tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Tanpa air, manusia hanya dapat bertahan hidup beberapa hari saja. Pasalnya, tubuh manusia terdiri dari 55%-75% air dari keseluruhan berat badannya.

Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan air, kebanyakan dari kita mengandalkan asupan dari air minum. Sebenarnya, kebutuhan tubuh akan air juga dapat dipenuhi lewat makanan-makanan yang mengandung banyak air, tetapi memang tidak dapat dipungkiri bahwa sumber asupan air utama bagi tubuh manusia adalah air minum.

Di tengah-tengah kesibukan masyarakat sehari-hari, air putih dalam botol kemasan menjadi ‘teman’ yang sangat berguna dan praktis. Namun, bagaimana dengan pengaruhnya terhadap kesehatan?

Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) memberikan syarat bahwa air minum yang baik untuk kesehatan adalah air minum yang bebas mikroorganisme (kuman), bebas bahan kimia berbahaya, dan bebas bahan radiologis berbahaya. Oleh karena itu, air minum dalam botol kemasan yang aman untuk diminum juga harus memenuhi kriteria tersebut.

Lalu, bagaimana dengan air mineral dalam kemasan botol yang memiliki rasa manis?

Rasa manis dari air minum dalam kemasan botol dapat muncul karena adanya kandungan mineral di dalam air minum tersebut. Mineral, seperti magnesium sulfat, kalium klorida, kalsium klorida, natrium bikarbonat adalah beberapa jenis mineral yang biasanya ditambahkan ke dalam air minum kemasan botol. Mineral-mineral tersebutlah yang kemudian dapat memberikan sedikit rasa manis ataupun rasa asin.

Bahan-bahan tambahan yang diberikan ini biasanya berjumlah sangat sedikit dan tidak berbahaya bagi kesehatan, selama masih dalam batas-batas yang diperbolehkan. Terlebih, mineral-mineral tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan, seperti misalnya kalium yang bermanfaat untuk kesehatan otot dan saluran pencernaan.  Dan secara umum, kalsium, magnesium, dan natrium memiliki peran penting agar tubuh dapat berfungsi dengan normal.

Natrium dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan air dan garam, untuk menjaga keseimbangan air di dalam tubuh, dan menjaga tekanan darah. Magnesium dibutuhkan untuk menjaga fungsi persarafan dan otot serta berperan dalam pertahanan tubuh dan fungsi jantung maupun tulang. Kalsium bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, persarafan maupun otot.

Selain itu, mineral-mineral tersebut juga secara alami terdapat di dalam air secara umum. Oleh karena itu, adanya tambahan mineral di dalam air minum kemasan botol, selama masih dalam batas yang diperbolehkan tidak akan berbahaya bagi kesehatan.

Namun, hal ini jangan sampai membuat kita menjadi tidak waspada dalam memperhatikan daftar kandungan bahan di dalam air minum kemasan botol yang kita konsumsi. Jika terdapat kandungan gula atau kandungan kalori dalam air minum kemasan botol, maka rasa manis dapat berasal dari gula, bukan dari mineral.

Sebenarnya, kandungan gula pada air minum kemasan botol merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan. Karena hal ini akan mengakibatkan pada konsumsi gula yang akan menjadi tidak terkontrol. Di sisi lain, jika kandungan natrium di dalam air minum kemasan botol yang kita konsumsi lebih dari kadar yang direkomendasikan juga merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan.

Jadi, air minum dalam botol kemasan yang rasanya manis memang tidak membahayakan, namun kita semua tetap harus lebih teliti dalam membaca kandungan yang terdapat dalam daftar bahan pada label botol kemasan air minum kemasan dalam botol yang kita konsumsi.

Sumber:

  1. WHO Guidelines for drinking-water quality.
  2. Azoulay A, Garzon P, Eisenberg MJ. Comparison of the mineral content of tap water and bottled waters. J Gen Intern Med. 2001 Mar; 16(3): 168-175.
  3. Popkin BM, D’Anci KE, Rosenberg IH. Water, Hydration and Health. Nutr. Rev. 2010 Aug; 68(8): 439-458.
  4. Wigle DT. Safe drinking water: a public health challenge. Chronic Dis Can. 1998: 19(3): 103-7.

0 Komentar

Belum ada komentar