Sukses

Mitos dan Fakta Soal Denyut Jantung

Denyut jantung sendiri merupakan salah satu indikator paling penting dari kesehatan jantung Anda. Namun sangat sedikit orang yang mengehahui tentang denyut jantung mereka. Luruskan anggapan Anda yang selama ini salah disini bersama dr. Nadia Octavia.

KlikDokter.com - Denyut jantung merupakan jumlah jantung Anda berdetak per menit. Level aktivitas, kesehatan, ukuran tubuh, emosi dan obat-obatan dapat mempengaruhi denyut jantung Anda. Dalam keadaan normal, denyut jantung yang ‘sehat’ adalah antara 60-100 kali per menit.

Denyut jantung sendiri merupakan salah satu indikator paling penting dari kesehatan jantung Anda. Namun sangat sedikit orang yang mengehahui tentang denyut jantung mereka.

Mitos 1: Denyut jantung 50-90x/menit saat beristirahat perlu dikhawatirkan

Fakta: Denyut jantung 50-90x/menit saat beristirahat bukan selalu berarti bahwa ada yang salah dalam kondisi jantung Anda atau Anda memiliki jantung yang "lemah". Orang yang berolahraga rutin dan dalam intensitas yang tinggi dapat memiliki denyut jantung <60x/menit.

Berikut mitos tentang denyut jantung lainnya yang perlu Anda ketahui:

1 dari 2 halaman

Berikut mitos tentang denyut jantung lainnya yang perlu Anda ketahui:

Mitos 2: Denyut jantung yang normal berarti tekanan darah Anda juga normal

Fakta: Denyut jantung yang normal tidak selalu berarti tekanan darah Anda normal. Orang yang memiliki denyut nadi normal dapat memiliki tekanan darah yang tinggi. Juga sebaliknya, seseorang dengan denyut nadi abnormal dapat memiliki tekanan darah yang normal.

 

denyut, jantungMitos 3: Denyut nadi yang cepat berarti Anda sedang stress dan di bawah tekanan

Fakta: Ketika seseorang sedang stress, tubuh Anda akan mengeluarkan senyawa kimia yang memicu jantung untuk berdetak lebih cepat. Namun denyut nadi yang cepat tidak selalu berarti Anda sedang stress.  Kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan denyut jantung lebih cepat.

Mitos 4: Anda membakar lemak lebih cepat dengan denyut nadi yang tinggi

Fakta: Berdasarkan dari fisiologi olahraga, pembakaran lemak dapat terjadi pada 45-60% denyut nadi maksimal. Namun pembakaran lemak tidak selalu berarti Anda membakar kalori dengan maksimal. Anda dapat membakar kalori lebih jika berolahraga dengan intensitas yang tinggi. 

0 Komentar

Belum ada komentar