Sukses

Pembedahan Invasif Minimal Harapan Baru Bagi Penderita Jantung

Metode operasi yang juga disebut dengan video-assisted thoracoscopy endoscopic cardiac surgery (operasi bedah jantung endoskopik) itu telah sukses mengoperasi jantung Tafif Rusilawati...

Klikdokter.com - RSUD dr.Soetomo, Surabaya pada Maret 2012 lalu telah mensukseskan operasi jantung invasif minimal secara perdana di Indonesia kepada dua pasiennya. Dimana hal tersebut merupakan titik cerah harapan baru bagi penderita jantung. Karena bagi pasien yang tidak ingin mendapatkan sayatan panjang di tubuhnya, metode pembedahan ini dapat menjadi alternatif pilihan baru yang inovatif.

Metode operasi yang juga disebut dengan video-assisted thoracoscopy endoscopic cardiac surgery (operasi bedah jantung endoskopik) itu telah sukses mengoperasi jantung Tafif Rusilawati dan Mohammad Hasan. Proses operasi tersebut pun merupakan hasil kerjasama RSUD dr. Soetomo dengan tim RS Yodak Shanghai, China.

Metode operasi jantung yang paling populer saat ini adalah dengan melakukan pola sayatan standar bedah jantung yang harus membuka tulang dada. Termasuk penggunaan mesin jantung-paru yang lazim disebut heart lung machine (HLM) saat operasi jantung terbuka.

Berbeda dengan prosedur pembedahan operasi jantung yang saat ini populer, operasi jantung invasif minimal yang dilakukan tidak memerlukan sayatan besar hingga membelah tulang dada. Cukup melakukan dengan membuat tiga lubang di tubuh untuk membuka akses endoskopi.

Pembedahan ini dilakukan oleh dokter spesialis bedah thorax kardio vaskuler, dimana terdapat beberapa nama istilah operasi yang ada, mengikuti teknik dan pengaplikasiannya. Antara lain, minimally invasive cardiac surgery (MICS), video assisted cardiac surgery (VACS), minimally intensive coronary artery bypass (MIDCAB), totally endoscopic coronary artery bypass (TECAB) hingga totally endoscopic cardiac surgery (TECS).

Metode pembedahan invasi minimal memiliki beberapa keuntungan. Di antaranya, minim pendarahan, rasa sakit yang lebih sedikit, proses penyembuhan lebih cepat, dan tidak memiliki efek psikologis bagi pasien karena tidak ada bekas pembedahan yang memanjang.

Selain menjadi salah satu alternatif terbaru untuk solusi langkah tindakan operasi jantung, hal ini juga memberikan titik cerah bagi pelayanan kesehatan Indonesia. DImana pasien penderita jantung di Indonesia tidak perlu lagi untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk langkah tersebut.[]

    0 Komentar

    Belum ada komentar