Pernapasan

Bisakah Vaksin Flu untuk Mencegah Pneumonia?

Nimas Mita Etika, 17 Feb 2024

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Mendapatkan vaksinasi flu bukan hanya mencegah influenza, melainkan juga pneumonia. Jenis vaksin flu apa yang juga bisa untuk mencegah pneumonia?

Bisakah Vaksin Flu untuk Mencegah Pneumonia?

Gejala flu dan pneumonia pada awalnya bisa mirip, sehingga beberapa orang mungkin keliru. Flu dan pneumonia sama-sama dapat dicegah dengan pemberian vaksin.

Tapi, apakah jenis vaksin untuk pneumonia bisa pakai vaksinasi influenza? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Hubungan Flu dan Pneumonia

Influenza adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan, seperti hidung, tenggorokan, dan paru.

Sementara itu, pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru. Pneumonia disebut juga dengan radang paru-paru. Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan pneumonia, mulai dari infeksi virus, bakteri, dan jamur.

American Lung Association menyebutkan, flu bisa berujung pada pneumonia, terutama untuk kelompok usia anak-anak, lansia, wanita hamil, dan mereka yang memiliki penyakit kronis. Bisa dibilang, pneumonia adalah salah satu komplikasi flu yang mungkin terjadi.

Artikel lainnya: Mempunyai Gejala Mirip, Ini Perbedaan Flu dan Pneumonia

Jenis Vaksin untuk Pneumonia

Mengutip UNICEF, pneumonia menyebabkan 14,5% kematian bayi dan 5% balita setiap tahunnya akibat di Indonesia.

Padahal, pneumonia karena bakteri pneumokokus bisa dicegah dengan mendapatkan vaksinasi pneumonia.

Vaksin pneumonia adalah vaksin yang mencegah bakteri penyebab pneumonia, yaitu Streptococcus pneumoniae.

National Library of Medicine menyebutkan ada 2 jenis vaksin yang bisa Kamu dapatkan, yaitu jenis vaksin konjugasi dan polisakarida.

1. Pneumonia Conjugate Vaccine-15 atau PCV15

PCV 15 adalah jenis vaksin yang dapat melindungi diri dari 15 jenis Streptococcus pneumoniae. Selain PCV15, ada juga PCV13 dan PCV20.

Angka di belakang menunjukkan berapa jenis strain perlindungan yang diberikan oleh vaksin tersebut.

PCV15 dan PCV20 direkomendasikan anak di bawah 5 tahun, lansia di atas 65 tahun, atau orang dengan penyakit kronis tertentu.

Jika menggunakan PCV15, biasanya harus diikuti dengan 1 dosis vaksin polisakarida (PPSV23). Tanyakan pada tenaga kesehatan jenis vaksin mana yang perlu kamu dapatkan. Sebab, tidak semua orang bisa mendapatkan PCV20.

2. Pneumococcal polysaccharide vaccine-23 atau PPSV23

Jenis vaksin PPSV23 memberikan perlindungan terhadap 23 jenis Streptococcus pneumoniaeVaksin pneumonia PPSV23 direkomendasikan untuk lansia di atas 50 tahun, dewasa, dan anak usia 2-18 tahun yang berisiko tinggi mengalami pneumonia.

Artikel lainnya: Ini Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Dikenali Sejak Dini dan Cara Mencegahnya

Jenis Vaksin Flu untuk Cegah Pneumonia

Bisakah Vaksin Flu untuk Mencegah Pneumonia?

Tahukah Kamu, bahwa untuk mencegah pneumonia tidak hanya dengan vaksin pneumonia? Ada jenis vaksin flu yang bisa juga untuk mencegah pneumonia. Kenapa ini perlu?

Vaksin pneumonia yang sebelumnya kita sebutkan hanya melindungi tubuh dari bakteri Streptococcus pneumoniae.

Padahal, European Respiratory Journal menyebutkan pneumonia adalah salah satu penyebab kematian yang berhubungan dengan influenza.

Artinya, virus influenza, juga bisa menyebabkan pneumonia. Itulah kenapa, mendapatkan vaksin influenza juga diperlukan. Influenza A dan B juga bersirkulasi bersamaan di Indonesia.

Vaksin Influenza diketahui punya manfaat untuk menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat flu. Selain itu, vaksin influenza juga terbukti untuk mencegah pneumonia berat.

Salah satu vaksin influenza yang dijual di Indonesia untuk mencegah flu adalah Vaxigrip Tetra. Ini adalah vaksin influenza yang memberikan perlindungan terhadap 4 jenis strain influenza, yaitu AH1N1, AH3N2, 2 jenis strain influenza tipe B (Victoria dan Yamagata).

Selain vaksin kuadrivalen seperti Vaxigrip Tetra, ada juga sebenarnya vaksin trivalen yang dijual di Indonesia. Namun, vaksin trivalen ini hanya memberikan perlindungan terhadap 3 jenis virus flu.

Baik vaksin kuadrivalen ataupun trivalen harus diulang setiap tahunnya. Sebab, setiap tahun virus flu akan terus bermutasi.

Meski dengan merek yang sama sekalipun di setiap tahunnya, seperti Vaxigrip Tetra, Kamu akan mendapatkan vaksin yang paling baru, sehingga mendapatkan perlindungan untuk jenis mutasi virus flu paling baru.

Umumnya, vaksin influenza tidak menyebabkan efek samping serius. Efek samping vaksin yang dirasakan biasanya hanya nyeri pada area suntik. Selain itu, vaksin flu bisa didapatkan kapan saja, mulai dari anak usia 6 bulan hingga lansia.

Kamu bisa kosultasi mengenai vaksin influenza dengan dokter menggunakan fitur tanya dokter dan buat janji dokter dengan layanan temu dokter untuk konsultasi yang lebih praktis.

Kamu bisa mendapatkan vaksin influenza dan vaksin pneumonia di fasilitas kesehatan terdekat, dengan cara booking di Layanan Vaksinasi di KlikDokter!

Yuk, #JagaSehatmu dengan mengunduh aplikasi KlikDokter di Google Play dan App Store dan gunakan juga KALStore untuk beli suplemen dan vitamin untuk menjaga kesehatan Kamu.

  • Pemerintah Berikan Imunisasi PCV bagi Seluruh Anak Indonesia Untuk Melindungi dari Bahaya Radang Paru (Pneumonia). Diakses pada 2024. https://www.unicef.org/indonesia/id/siaran-pers/pemerintah-berikan-imunisasi-pcv-bagi-seluruh-anak-indonesia-untuk-melindungi-dari
  • What Is The Connection Between Influenza and Pneumonia?. Diakses pada 2024. https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/what-is-the-connection
  • Influenza vaccination is associated with reduced severity of community-acquired pneumonia. Diakses pada 2024. https://erj.ersjournals.com/content/38/1/147
  • Pneumococcal Vaccine. Diakses pada 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507794/
  • Pneumococcal Vaccination. Diakses pada 2024. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/pneumo/index.html