HomeInfo SehatPencernaanMengenal Prosedur Sigmoidoskopi Pada Pasien
Pencernaan

Mengenal Prosedur Sigmoidoskopi Pada Pasien

dr. Gia Pratama, 20 Okt 2023

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Sigmoidoskopi adalah tes untuk memeriksa bagian ujung usus besar, termasuk kolon sigmoid, rektum, dan anus. Seperti apa prosedurnya?

Mengenal Prosedur Sigmoidoskopi Pada Pasien

Pernahkah kamu mendengar tindakan medis sigmoidoskopi? Ini merupakan salah satu pemeriksaan yang direkomendasikan dokter jika adanya masalah pada fungsi organ usus besar. 

Apa Itu Sigmoidoskopi?

Sigmoidoskopi adalah prosedur untuk melihat bagian dalam kolon sigmoid (bagian usus besar) menggunakan tabung fleksibel yang memiliki cahaya. Tindakan ini berbeda dengan kolonoskopi. Kolonoskopi adalah pemeriksaan untuk melihat seluruh bagian usus besar. Sedangkan, sigmoidoscopy hanya fokus pada kolon sigmoid. 

Prosedur ini dilakukan menggunakan tabung tipis yang di bagian ujungnya terdapat kamera. 

Dalam tahapan prosedur sigmoidoskopi, alat tersebut dimasukkan melalui anus, diteruskan ke rectum, dan usus besar bagian bawah. Berbeda dengan kolonoskopi yang melihat seluruh bagian usus besar, pemeriksaan ini hanya mencangkup pemeriksaan pada bagian tertentu saja, yaitu rectum dan kolon.

Tujuan dan Fungsi Pemeriksaan Sigmoidoskopi

Pemeriksaan sigmoidoskopi bertujuan untuk mendeteksi penyakit, termasuk:

Dengan melakukan pemeriksaan sigmoidoskopi, dokter dapat melihat langsung bentuk dinding usus, sehingga dapat mendeteksi apakah ada tanda peradangan atau penyakit tertentu.

Pemeriksaan medis ini juga berfungsi untuk mendeteksi penyebab gejala dari berbagai penyakit seperti perdarahan rektal, nyeri perut bawah, diare kronis, atau perubahan dalam kebiasaan buang air besar.

Kapan Sigmoidoskopi Dibutuhkan?

Kalau kamu mengalami beberapa keluhan berikut, mungkin diperlukan pemeriksaan sigmoidoskopi untuk menentukan diagnosis penyakit:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar 
  • Perdarahan di dubur
  • Sakit perut
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Gejala-gejala di atas bisa menjadi tanda suatu penyakit di usus besar. Sigmoidoscopy mungkin bisa menjadi prosedur tepat untuk membantu menentukan penyebab gejala tersebut. Sigmoidoskopi juga bisa menjadi metode skrining kanker usus besar.

Kemudian, pemeriksaan sigmoidoskopi mungkin diperlukan untuk orang dengan riwayat kanker kolorektal. Prosedur ini dalam kondisi tertentu juga bisa dibutuhkan setiap 5 tahun setelah usia 50 tahun.

Persiapan Sebelum Sigmoidoskopi

Dijelaskan oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, ada beberapa hal yang perlu pasien persiapkan sebelum dokter mulai melakukan prosedur sigmoidoskopi:

1. Puasa 

Dokter Iqbal mengatakan, pasien dianjurkan untuk puasa satu hari sebelumnya. Setelah itu, tahapan prosedur selanjutnya dapat dilakukan.

2. Hindari Minuman Merah atau Ungu

Minuman berwarna merah dan ungu dapat mengganggu pemeriksaan. Karena, cairan tersebut dapat terlihat seperti darah di usus besar.

Untuk 1-3 hari sebelum prosedur, pasien hanya bisa minum beberapa minuman tertentu. Jenis minuman yang diperbolehkan antara lain kopi dan teh murni, air mineral, air kaldu tanpa lemak, dan minuman berelektrolit.

3. Wawancara Medis

Sebelum prosedur, pasien perlu memberitahu dokter tentang kondisi medis apa pun yang dimiliki serta semua obat dan suplemen sehari-hari yang dikonsumsi.

Artikel Lainnya: Cek Perbedaan Gejala Kanker Kolon pada Pria dan Wanita

4. Mengosongkan Kolon Sigmoid

Persiapan akan diberikan enema atau bubuk pencahar untuk pengosongan kolon sigmoid, dilakukan biasanya dua jam sebelum prosedur.

Tahapan Prosedur Sigmoidoskopi

Operasi Bariatrik, Prosedur untuk Turunkan Berat Badan

Supaya kamu mengikuti proses pemeriksaan dengan baik, berikut tahapan dan langkah prosedur sigmoidoskopi:

  • Dokter akan memasukkan sigmoidoskop melalui anus dan perlahan mendorongnya melalui rektum menuju usus besar bagian bawah (biasanya hanya mencapai sekitar 60 cm hingga 70 cm dari anus). 
  • Sigmoidoskop memiliki kamera di ujungnya yang bisa memungkinkan dokter melihat gambar pada layar untuk kepentingan pemeriksaan usus besar
  • Selama proses sigmoidoskopi, dokter akan memeriksa dinding usus besar bagian bawah dan rektum. Mereka akan mencari adanya perubahan, luka, polip, atau tanda-tanda lain dari masalah medis yang terjadi.
  • Jika ditemukan area yang mencurigakan atau polip, dokter dapat mengambil sampel jaringan untuk pengujian lebih lanjut. Polip juga dapat diangkat selama prosedur menggunakan instrumen yang dikenal sebagai loop elektrokauter.
  • Untuk memungkinkan dokter melihat lebih baik dan memperluas area yang diperiksa, udara dapat ditiupkan ke dalam usus besar menggunakan sigmoidoskop.
  • Dokter akan memeriksa dengan seksama area yang diperiksa, dan jika ada tindakan pengobatan yang dilakukan, dokter akan memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik.

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Sigmoidoskopi

Setelah prosedur selesai, sigmoidoskop akan ditarik perlahan dari usus besar. 

Saat itu terjadi, kamu mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman selama prosedur, tetapi ini biasanya hanya berlangsung beberapa menit. 

Kamu pun akan diberi waktu untuk pulih sejenak, dan tim medis akan memberi tahu tentang instruksi lanjutan dan tindakan yang harus diambil setelah prosedur.

Jika dilakukan biopsi atau tindakan lainnya, hasil dari pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut akan diberikan kepada kamu dalam beberapa hari setelah prosedur.

Artikel Lainnya: Anemia Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar, Kok Bisa?

Risiko Efek Samping Sigmoidoskopi

Beberapa efek samping dan risiko potensial mungkin saja terjadi selama pemeriksaan sigmoidoskopi. 

Berikut adalah beberapa efek samping setelah sigmoidoskopi yang perlu kamu waspadai:

  • Rasa Tidak Nyaman atau Sakit. Biasanya berkurang dalam beberapa jam setelah prosedur
  • Pendarahan Ringan. Mungkin terjadi pendarahan ringan dari rektum setelah pengambilan sampel jaringan (biopsi) atau pengangkatan polip. Pendarahan ini biasanya bersifat ringan dan berhenti dengan sendirinya
  • Perut Kembung. Udara yang ditiupkan ke dalam usus besar selama prosedur dapat menyebabkan perasaan kembung atau gas pada perut. Ini biasanya akan mereda dalam beberapa jam
  • Diare atau sembelit
  • Reaksi terhadap Obat. Jika obat penenang atau analgesik digunakan selama prosedur, ada kemungkinan reaksi alergi atau efek samping terhadap obat tersebut
  • Kerusakan pada Dinding Usus. ini adalah risiko yang sangat jarang terjadi. Namun, dalam beberapa kasus ekstrem, bisa terjadi kerusakan pada dinding usus selama prosedur
  • Reaksi Alergi. jika anestesi lokal digunakan, ada kemungkinan reaksi alergi atau efek samping terhadap anestesi tersebut.

Setelah membaca dan memahami, kamu perlu mengingat bahwa prosedur sigmoidoskopi adalah prosedur medis yang penting untuk pemantauan dan diagnosis kondisi usus besar yang dapat berpengaruh pada kesehatan.

Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan kesehatan lainnya, kamu bisa pesan layanan pemeriksaan kesehatanonline dengan mudah dan cepat di aplikasi KlikDokter. Kamu juga dapat memanfaatkan fitur Chat Dokter 24 jam tanpa ribet. Download aplikasi KlikDokter, sekarang!

Dengan pemahaman dan persiapan yang baik, siapa pun akan menjalani prosedur ini dengan lebih percaya diri dan memastikan perawatan kesehatan yang efektif. Dan tentunya perlu konsultasikan kesehatan terlebih dahulu sebelum mendapatkan prosedur ini ya. Selalu #JagaSehatmu bersama KlikDokter!

Tes KesehatanUsus Besarkesehatan usus

Konsultasi Dokter Terkait