Pencernaan

Jangan Bingung, Ini Langkah Pertama Mengatasi Anak Diare

Ayu Maharani, 01 Sep 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Diare pada anak harus segera ditangani agar tidak timbul komplikasi. Bagaimana cara mengatasi diare pada anak? Simak pertolongan pertama untuk obati anak diare di sini.

Jangan Bingung, Ini Langkah Pertama Mengatasi Anak Diare

Diare merupakan masalah kesehatan yang kerap menimpa anak-anak. Sayangnya, meski sudah jadi hal umum, masih ada sebagian orang tua yang kebingungan untuk mengatasi diare pada anak. 

Bayi ASI eksklusif dikatakan diare jika buang air besar (BAB) sebanyak tiga hingga sepuluh kali dalam sehari disertai dengan perubahan konsistensi tinja (menjadi lebih banyak air). 

Sedangkan, bayi yang sudah MPASI baru dikatakan diare jika BAB cair dialami tiga kali atau lebih dalam sehari. 

Pada umumnya, penyebab diare pada anak adalah infeksi rotavirus yang tidak berbahaya. Namun, jika tidak segera diatasi dengan baik, komplikasi berupa dehidrasi bisa saja terjadi. 

Nah, agar hal tersebut tidak terjadi, berikut adalah cara mengatasi diare pada anak yang bisa dilakukan: 

1. Perhatikan Tanda-Tanda Dehidrasi

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memperhatikan apakah sudah ada tanda-tanda dehidrasi atau belum.

Tanda dan gejala dehidrasi cukup beragam. Mulai dari menurunnya frekuensi buang air kecil, tidak keluar air mata saat menangis, tampak sangat kehausan dan lemas, serta mulut kering.

Artikel Lainnya: Anak Diare Disertai Demam, Kapan Harus ke Dokter?

2. Jangan Lupa Berikan Oralit

Untuk mengatasi anak diare, caranya bisa juga dengan pemberian oralit. Oralit dapat digunakan pada anak yang diare disertai dehidrasi ringan, menolak makanan biasa, dan muntah-muntah. 

Kendati demikian, oralit mesti diberikan sedikit demi sedikit menggunakan sendok.

Cairan rehidrasi oral atau oralit ini dapat diberikan 50 ml/kg selama 3–4 jam atau kurang lebih 5 ml setiap 1–2 menit. Bagi anak dengan berat badan 10 kg, berarti diberikan 500 ml. Agar lebih mudah, orang tua bisa gunakan sendok atau gelas takar agar sesuai. 

3. Tetap Tawarkan Makanan dan Minuman

Anggapan bahwa perut mesti diistirahatkan alias puasa selama diare ternyata kurang tepat. Saat diare menyerang, orang tua tetap harus menawarkan makanan maupun minuman sesering mungkin. 

Agar si Kecil merasa lebih nyaman dan tidak begitu mual setelah makan, berikanlah makanan dalam porsi kecil namun lebih sering.

Makanan bisa menjadi obat diare alami untuk anak adalah nasi, kentang, roti, gandum, daging tanpa lemak dan yoghurt. Hindari makanan berlemak tinggi, karena lebih sulit diserap dan bisa bikin keluhan makin buruk.

Untuk minuman, sebaiknya fokus saja pada ASI, susu sapi, air putih dan oralit. Meski sama-sama cairan, jangan berikan teh, sports drink, apalagi soda. Sebab, minuman-minuman tersebut memiliki kadar mineral yang tidak cocok dengan kondisi diare.

4. Berikan Sirop atau Tablet Zink Selama 10 Hari Berturut-turut

Inilah Jenis Obat yang Mempengaruhi Kesuburan Pria

Zink merupakan salah satu elemen yang dapat membantu mengatasi diare pada anak. Karena itu, orang tua bisa memberikan sirop atau tablet zink selama 10 hari berturut-turut saat anak diare atau mencret.

Zink diberikan sekali sehari dengan dosis 10 miligram pada anak di bawah 6 bulan dan 20 miligram apabila usianya sudah memasuki 6 bulan atau lebih.

Artikel Lainnya: Hal-Hal yang Bikin Anak Mudah Terserang Diare

5. Jangan Berikan Antibiotik atau Obat Diare Tanpa Anjuran Dokter

Dalam mengatasi diare pada anak, cara ini perlu diperhatikan. Hindarilah memberikan obat diare sebelum orang tua berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. 

Hal yang ditakutkan, obat tersebut tidak cocok dengan kondisi pencernaan si Kecil dan justru bikin kondisi makin buruk. 

Hal yang sama berlaku untuk antibiotik. Obat jenis ini tidak boleh diberikan di luar pengawasan dokter apa pun alasannya. Mengonsumsi antibiotik sembarangan atau tanpa anjuran dokter akan membuat si Kecil mengalami resistensi antibiotik

6. Biarkan Istirahat

Salah satu cara mengobati diare pada anak adalah dengan memastikannya istirahat yang cukup. Istirahat akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan. 

Sebaiknya hindari bepergian ke tempat umum, misalnya kolam renang apabila anak belum benar-benar sembuh dari diare. 

7. Cegah Penularan

Tentunya tidak mau, ‘kan, jika diare yang terjadi pada anak dialami juga oleh anggota keluarga lainnya? 

Agar infeksi tidak menyebar, ada baiknya orang tua melakukan pencegahan secara saksama.

Misalnya, selalu mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, terutama sebelum menyiapkan makanan, setelah bepergian, usai dari toilet, hingga setelah bermain dengan binatang peliharaan. 

Artikel Lainnya: Anak Diare, Haruskah Diberi Antibiotik?

8. Tahu Tanda Bahaya

Secara umum, diare pada anak akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, pada beberapa kasus, diare juga membutuhkan pertolongan segera. 

Segera bawa si Kecil ke dokter atau rumah sakit terdekat apabila ada tanda-tanda bahaya. 

Contohnya, usia di bawah 6 bulan, diare tidak kunjung membaik, muncul darah pada BAB, demam tinggi, mual muntah hebat sehingga menolak makan dan minum, tampak lemas, serta frekuensi BAK berkurang.

Anak yang sakit memang bikin orang tua khawatir dan bingung. Namun, dengan melakukan langkah-langkah di atas, risiko si Kecil mengalami dehidrasi atau kondisi yang lebih parah bisa dihindari.

Itulah beberapa cara mengatasi diare pada anak. Jika diare tak kunjung sembuh, segeralah periksakan si Kecil ke dokter. 

Untuk #JagaSehatmu dan keluarga, gunakan layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter mengenai masalah kesehatan apa pun. Gratis!

[RS]

Mengatasi Diare
Diare