HomeInfo SehatKesehatan UmumMengenal Vaksin Herpes Zoster, Cara Kerja dan Efek Sampingnya
Kesehatan Umum

Mengenal Vaksin Herpes Zoster, Cara Kerja dan Efek Sampingnya

Siti Putri Nurmayani, 05 Jun 2023

Ditinjau oleh dr.Atika

Icon ShareBagikan
Icon Like

Vaksin herpes zoster efektif untuk mencegah penyakit herpes zoster. Begini cara kerja dan efek samping dari vaksin herpes zoster.

Mengenal Vaksin Herpes Zoster, Cara Kerja dan Efek Sampingnya

Herpes zoster adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus cacar air. Umumnya, penyakit ini bisa muncul pada seseorang yang sudah pernah terkena cacar air sewaktu kanak-kanak.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti mengapa virus cacar air bisa menyebabkan herpes zoster. Akan tetapi, penyakit ini akan memengaruhi kualitas hidup karena terasa sangat menyakitkan.

Untuk mencegahnya, kamu bisa mendapatkan vaksin herpes zoster. Yuk, cari tahu apa itu vaksin zoster dan cara mendapatkannya dengan membaca artikel di bawah ini.

Apa Itu Vaksin Herpes Zoster?

Herpes zoster merupakan penyakit cacar api yang disebabkan oleh virus varicella zoster, virus yang juga menyebabkan penyakit cacar air.

Ketika sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Virus akan menetap di dasar tulang tengkorak atau tulang belakang. Saat sistem kekebalan tubuh menurun, virus ini bisa kembali aktif dan menyebabkan herpes zoster.

Meski tidak berakibat fatal, namun munculnya bintik-bintik atau lepuh ini bisa terasa menyakitkan. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, diperlukan vaksin herpes zoster.

“Fungsi vaksin herpes zoster adalah agar tidak terpapar virus herpes zoster. Jadi sebaiknya, dilakukan vaksin sebelum terkena virus herpes zoster,” ujar dr. Atika.

Vaksin herpes zoster bisa diberikan sebanyak 1 dosis pada seseorang yang berusia 50 hingga 65 tahun ke atas.

Efektivitas Vaksin Herpes Zoster

Perbedaan Gejala Jerawat dan Herpes Zoster

Menurut Dokter Atika, vaksin herpes zoster efektif untuk mencegah terjadinya penyakit herpes zoster.

Vaksin ini mengandung kuman hidup herpes zoster yang dilemahkan. Virus yang lemah ini nantinya akan menstimulasi pembentukan sistem kekebalan tubuh.

Pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, biasanya penyedia layanan kesehatan akan memberikan vaksin yang tidak mengandung virus hidup.

Tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tetapi vaksin ini juga mengandung bahan yang disebut adjuvant, yang dapat membantu meningkatkan respon tubuh terhadap vaksin.

Siapa pun bisa mendapatkan vaksin herpes zoster, terutama yang pernah menderita cacar air sebelumnya.

Akan tetapi, direkomendasikan vaksin herpes zoster diberikan untuk seseorang yang berusia 50 tahun ke atas dengan tubuh sehat atau seseorang berusia 19 tahun ke atas yang memiliki penyakit imunitas.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, pada orang dewasa usia 50 hingga 69 tahun dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat, 97 persen vaksin herpes zoster efektif dalam mencegah penyakit herpes zoster.

Pada orang dewasa yang berusia 50 tahun ke atas, 91 persen vaksin efektif dalam mencegah penyakit ini. Sedangkan pada orang dewasa dengan sistem kekebalan yang lemah, sekitar 68 hingga 91 persen vaksin efektif untuk mencegah herpes zoster

Artikel Lainnya: Perbedaan Gejala Jerawat dan Herpes Zoster

Efek Samping Vaksin Herpes Zoster

Pada dasarnya, vaksin ini dapat membantu tubuh menciptakan pertahanan yang kuat terhadap penyakit herpes zoster. Meski begitu, tetap ada efek samping dari vaksin terhadap tubuh.

Biasanya, efek samping vaksin zoster menimbulkan gejala nyeri ringan di area suntikan, lelah, nyeri ototsakit kepala, menggigil, demamsakit perut, atau mual

Pada beberapa orang, mereka kesulitan untuk melakukan aktivitas rutin sekitar 2 hingga 3 hari. Efek samping ini lebih sering terjadi pada seseorang yang lebih muda.

Bila kamu mengalami efek samping yang serius, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu juga bisa menggunakan layanan Tanya Dokter untuk konsultasi secara praktis.

Yuk, unduh aplikasi KlikDokter untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan. KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(NM)

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter