Kesehatan Umum

Tak Cuma Dokter Spesialis, Kenali Juga Profesi Perawat Anestesi

dr. Arina Heidyana, 13 Agt 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Tak cuma dokter, spesialisasi anestesi ternyata bisa dimiliki seorang perawat. Lantas, apa saja yang dilakukan oleh profesi itu? Yuk, cari tahu di bawah ini!

Tak Cuma Dokter Spesialis, Kenali Juga Profesi Perawat Anestesi

Kelanjutan pendidikan dan profesi atau spesialisasi perawat anestesi mungkin lebih jarang terdengar ketimbang dokter. 

Jika dokter bisa sekolah lagi untuk mendapatkan gelar spesialis anestesi (Sp.An), perawat pun sama.

Mereka bisa menjadi perawat anestesi dan melakukan tindakan khusus yang diperlukan sebelum, selama, dan setelah operasi.

Apa Tugas Perawat Anestesi?

Sederhananya, perawat anestesi adalah tenaga medis yang menempuh pendidikan keperawatan jurusan anestesi. 

Profesi ini pertama kali dikembangkan di Indonesia pada tahun 1962. Tokoh yang menggagas profesi perawat anestesi adalah dr. Mohammad Kellan, seorang dokter anestesi pertama di Indonesia. 

Ia mendirikan program pendidikan penata anestesi di Indonesia di bawah Kementerian Kesehatan RI kala itu.

Tugas perawat anestesi alias certified registered nurse anesthetists (CRNA), yaitu:

  1. Sebelum operasi, perawat anestesi memastikan identitas pasien yang akan dibius. Riwayat alergi dan penyakit lain juga akan dievaluasi. 
  2. Saat sedang operasi, perawat anestesi bertanggung jawab terhadap manajemen pasien, alat-alat, serta obat yang digunakan untuk operasi. Perawat dapat membantu dokter dalam melakukan proses pembiusan.
  3. Setelah operasi, perawat anestesi bersama dokter akan memantau kondisi pasien hingga tersadar secara penuh.

Artikel Lainnya: Malam Mencekam di Ruang Isolasi COVID-19

Intinya, tugas perawat anestesi adalah melakukan tindakan prainduksi, pembiusan umum, dan memperhatikan kondisi pasien sampai ia tersadar penuh di ruang pemulihan.

Di beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS), perawat anestesi diberikan kebijakan untuk menulis resep obat bius. Selain itu, peresepan harus mendapat persetujuan dari dokter spesialis anestesi terlebih dahulu. 

Kebijakan ini serupa dengan praktik mandiri. Di AS, ada negara bagian yang memperbolehkan perawat bekerja secara mandiri tanpa kolaborasi dengan dokter. Namun, banyak juga negara bagian yang masih memberlakukan aturan kerja sama antara dokter spesialis dan perawat anestesi.

Kapan Pasien Ditangani oleh Perawat Anestesi?

Perawat anestesi alias penata anestesi biasanya menangani sejumlah kondisi medis yang membutuhkan pengelolaan rasa nyeri, di antaranya:

1. Saat Operasi Kecil dan Besar

Perawat anestesi bertugas dalam proses pembedahan kecil seperti pemasangan tabung telinga dan bedah besar seperti penggantian pinggul. Operasi gigi dan bedah plastik juga membutuhkan bantuan tenaga medis satu ini. 

Penata anestesi juga memberikan obat penenang ketika dokter melakukan kolonoskopi, yaitu pemeriksaan untuk melihat adanya gangguan pada usus atau rektum. 

2. Saat Persalinan 

Pembiusan yang tepat dapat memblokir rasa sakit saat melahirkan. Perawat anestesi membantu dokter memberikan obat mati rasa, melakukan bius epidural, dan pemasangan kateter di punggung bawah pasien bersalin.

3. Saat Memiliki Penyakit Kronis

Bersama dengan dokter, penata anestesi merencanakan manajemen nyeri untuk pasien penyakit kronis. Ada banyak pilihan pengobatannya, termasuk anestesi regional, obat yang diminum atau dioleskan ke kulit, pijat, teknik relaksasi, dan terapi fisik.

Artikel Lainnya: Tenaga Medis Paling Rentan Kena Virus Corona, Ini Alasannya

Ingin Jadi Perawat Anestesi, Ini Tipsnya

Bagaimana cara menjadi perawat anestesi? Untuk memperoleh spesialisasi keperawatan ini, ada beberapa tahapan yang harus kamu lalui, yaitu:

  1. Mendapatkan gelar sarjana ilmu keperawatan atau bisa juga langsung memperoleh gelar S1 keperawatan anestesi dengan berkuliah di politeknik kesehatan yang menyediakan program studi sarjana terapan keperawatan anestesiologi. Gelar yang akan didapatkan berupa sarjana terapan keperawatan anestesiologi atau S.Tr.Kes. Nantinya, bidang pekerjaannya adalah penata anestesi. 
  2. Memiliki pengalaman bekerja minimal 1 tahun.
  3. Menyelesaikan program pascasarjana terakreditasi sebagai perawat anestesi.
  4. Lulus ujian sertifikasi nasional.
  5. Memulai karir sebagai penata anestesi.

Perawat anestesi akan melakukan tugasnya di ruang operasi maupun di ruang post anaesthesia care unit (PACU). Karenanya, penata anestesi akan selalu bekerja dalam tim. 

Oleh karena itu, kamu harus bisa bekerja secara kolaboratif bersama tenaga medis lainnya.

Perawat anestesi juga harus bisa bekerja dengan baik di bawah tekanan. Soalnya, perawat anestesi akan sering menghadapi kasus darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Tertarik menjadi perawat anestesi? Ikuti sederet tips di atas, ya! Apabila kamu punya pertanyaan lebih lanjut seputar anestesiologi, tanyakan langsung melalui fitur tanya dokter online di KlikDokter. Dokter spesialis anestesiologi kami siap menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu! 

Untuk mengikuti informasi kesehatan lainnya, download aplikasi KlikDokter. Klikdokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(ADT/JKT)

Referensi:

Registered Nursing. Diakses 2022. How to Become a Certified Registered Nurse Anesthetist (CRNA). 

Nurse Journal. Diakses 2022. Nurse Anesthetist (CRNA). 

Tenaga Kesehatanperawat

Konsultasi Dokter Terkait