HomeInfo SehatKesehatan UmumKerokan, Benarkah Efektif Atasi Badan Pegal?
Kesehatan Umum

Kerokan, Benarkah Efektif Atasi Badan Pegal?

dr. Arina Heidyana, 03 Nov 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Banyak orang selalu kerokan ketika tubuh merasa tidak enak badan. Sebenarnya, adakah manfaat dari kerokan atau justru berbahaya? Cek di sini.

Kerokan, Benarkah Efektif Atasi Badan Pegal?

Istilah masuk angin sering digunakan oleh masyarakat Indonesia ketika mengalami sejumlah gejala, seperti demam, pegal, menggigil, sakit kepala, hingga lemas.

Saat mengalaminya, kerokan banyak dipilih untuk mengatasinya. Manfaat kerokan untuk pegal di badan dinilai cukup ampuh, bahkan banyak orang yang merasa enakan setelahnya.

Adakah Manfaat Kerokan untuk Badan Pegal?

Dampak Sakit Punggung yang Tak Teratasi dengan Baik (TB Studio/Shutterstock)

Teknik kerokan untuk pegal sebenarnya sudah dipraktikkan sejak dulu. Terapi ini dikenal dengan nama gua sha. Bentuk pengobatan tradisional ini sangat populer hampir di seluruh kawasan Asia Tenggara. 

Asal usul terapi gua sha adalah dari Tiongkok. Nama gua sha sendiri berarti “mengikis”.

Maksudnya mengikis di sini adalah mengikis kulit atau mengerok kulit dengan menggunakan koin atau benda tumpul lain. Inilah yang kemudian disebut orang Indonesia sebagai metode kerokan.

Metode ini memberikan sensasi relaks pada tubuh serta membantu mengendurkan otot-otot yang terasa tegang. Setelah melakukan kerokan, area yang dikerok akan tampak memar dan berwarna kemerahan.

Artikel Lainnya: Hati-Hati Kalau Kerokan di Leher, Ini Risikonya!

Gua sha paling sering digunakan untuk meredakan nyeri otot dan sendi, misalnya pada nyeri punggung, ketegangan otot, dan penyakit saraf terjepit

Bahkan, ada juga yang menggunakan teknik ini untuk mengatasi demam, batuk, pilek, sampai gangguan paru-paru.

Sudah banyak penelitian yang menjelaskan manfaat gua sha atau kerokan untuk pegal ini. Salah satunya dilakukan pada tahun 2014.

Menurut penelitian tersebut, gua sha dapat meningkatkan jangkauan gerakan dan mengurangi rasa nyeri pada orang yang sering menggunakan komputer.

Penelitian pada orang dewasa yang lebih tua dengan sakit punggung juga menemukan bahwa mereka merasa lebih baik setelah diterapi dengan gua sha dan terapi panas. Bahkan, mereka berpendapat kalau efek gua sha bertahan lebih lama.

Diduga, kerokan bermanfaat untuk pegal karena memicu perubahan kadar hormon serta meningkatkan aliran darah di tubuh, terutama pada tempat kerokan.

Artikel Lainnya: Manfaat dan Bahaya Kerokan bagi Kesehatan Anda

Penelitian pada 23 orang dewasa yang diterbitkan dalam jurnal akademis Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine pun mengungkapkan hal serupa.

Menurut penelitian tersebut, kerokan secara signifikan meningkatkan volume perfusi darah dan suhu di area yang terkena gesekan.

Dengan meningkatnya aliran darah, asam laktat akan cepat dibawa ke hati untuk memperkuat metabolisme. Rasa pegal-pegal atau nyeri di otot pun menjadi berkurang atau menghilang setelah dikerok.

Perhatikan Ini Jika Mau Kerokan Saat Pegal

Kena Serangan Jantung Bolehkah Kerokan? (Ravipat/Shutterstock)

Kerokan memang bisa menjadi alternatif terapi untuk tubuh yang tidak enak badan atau mengalami pegal-pegal.

Agar manfaat kerokan untuk pegal bisa kamu dapatkan, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Setelah kerokan, hindari langsung mandi. Kerokan membuat kulit di area kerokan menjadi panas. Jika langsung mandi, tubuh akan mengalami perubahan suhu yang drastis dalam waktu singkat. 
  • Hindari kerokan di area leher bagian depan karena terdapat otot, saraf, dan tulang untuk pernapasan. Jika sering dikerok, akan ada risiko bahaya. 
  • Logam kerokan harus bersih dan tidak tajam. Hal ini untuk mengurangi risiko terjadinya pertukaran kuman di dalam logam ke dalam kulit. Ingat, saat kerokan pembuluh darah akan melebar, terbuka, dan kulit sedikit terkikis. 
  • Jangan melakukan kerokan di atas tulang. Lakukan kerokan di samping tulang, di area sendi-sendi dekat tulang, bukan di atas tulang.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Kerokan, Lebih Baik Pakai Baby Oil atau Bawang?

Apabila merasa lebih baik setelahnya, berarti kerokan untuk pegal yang kamu lakukan sudah benar.

Selain itu, jangan khawatir bila ada kemerahan yang muncul pada kulit bekas kerokan. Sebab biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Namun, jika kondisi kemerahan semakin memburuk dan bertambah nyeri, segeralah periksa ke dokter.

Perlu diperhatikan bahwa kerokan sebaiknya tidak dijadikan aktivitas rutin. Apabila dilakukan secara berlebihan, bisa saja menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit atau kulit menjadi terluka.

Punya pertanyaan terkait kerokan untuk pegal di badan? Jangan sungkan untuk tanya dokter langsung di KlikDokter. Mari #JagaSehatmu selalu!

[WA]

Kerokanmasuk angin

Konsultasi Dokter Terkait