Kesehatan Umum

Kekurangan Vitamin D Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tory Diaz Alvito, 15 Sep 2026

Ditinjau oleh dr. Steven Alviano Yuwono

|0/5.0(0 Ulasan)

Kekurangan vitamin D dapat memengaruhi kesehatan tulang dan otot. Kenali ciri-ciri, gejala, penyebab, akibat, serta cara mengatasi kekurangan vitamin D.

Kekurangan Vitamin D Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Banyak orang menjuluki vitamin ini sebagai "vitamin matahari" lantaran tubuh kita bisa memproduksinya secara mandiri saat kulit terkena paparan sinar ultraviolet B (UVB). Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tinggal di negara tropis yang kaya akan sinar matahari tidak serta-merta membuat kita kebal dari ancaman kekurangan vitamin D. 


Gaya hidup modern yang membuat kita lebih sering berada di dalam ruangan, kebiasaan memakai pakaian tertutup rapat saat keluar rumah, sampai faktor bertambahnya usia ternyata sangat mempengaruhi seberapa optimal tubuh kita memproduksi nutrisi ini. 


Padahal, kekurangan vitamin D bukanlah hal sepele. Nutrisi ini memegang kendali krusial dalam kesehatan tubuh kita. Lantas, seperti apa sebenarnya ciri-ciri kekurangan vitamin D yang patut kita waspadai? 


Apa Penyebab Kekurangan Vitamin D?

Kasus kekurangan vitamin D biasanya terjadi ketika tubuh tidak lagi memiliki asupan maupun cadangan vitamin yang cukup untuk menopang rutinitas hariannya. Jangan salah paham, biang keroknya tidak melulu soal jarang berjemur.


Ada faktor lain yang membuat seseorang berisiko tinggi mengalami kekurangan vitamin D, di antaranya:

  • Terlalu jarang beraktivitas di luar ruangan.

  • Pola makan harian yang minim sumber vitamin D.

  • Faktor usia lanjut (kemampuan kulit lansia dalam memproduksi vitamin D makin menurun).

  • Memiliki warna kulit gelap (kadar melanin ekstra sering kali menghambat penyerapan sinar UVB).

  • Mengalami kelebihan berat badan (obesitas).

  • Mengidap masalah pencernaan yang mengganggu penyerapan lemak di dalam tubuh.

  • Punya kondisi medis tertentu yang mengacaukan proses metabolisme vitamin D.

  • Jadi, jangan heran kalau penduduk di wilayah tropis sekalipun tetap rentan mengalami masalah kekurangan vitamin D jika pola asupan dan gaya hidupnya kurang mendukung. 


    Ciri-Ciri Kekurangan Vitamin D yang Perlu Dikenali

    Salah satu tantangan dalam mengenali ciri kekurangan vitamin D adalah gejalanya sering kali tidak spesifik. Bahkan, tidak sedikit penderita yang tidak merasakan gejala kekurangan vitamin D apa pun di fase-fase awalnya. 


    Beberapa gejala kekurangan vitamin D yang paling sering dilaporkan antara lain: 

  • Muncul rasa ngilu atau nyeri pada area tulang.

  • Tubuh terus-terusan didera kelelahan kronis.

  • Kekuatan otot menurun secara drastis.

  • Jika sudah masuk tahap kronis, proses mineralisasi pembentuk tulang bisa terganggu.

  • Satu hal yang perlu dicatat, badan gampang capek atau pegal-pegal tidak bisa langsung divonis sebagai ciri-ciri kekurangan vitamin D. Keluhan umum ini bisa saja berasal dari masalah penyakit lain. Oleh karena itu, evaluasi medis adalah langkah terbaik bila keluhannya tak kunjung reda. 


    Apa Akibat Kekurangan Vitamin D?

    Dampak nyata atau akibat kekurangan vitamin D biasanya akan langsung menyasar struktur kesehatan tulangmu. Mengingat peran utamanya adalah menyerap kalsium, maka kekurangan vitamin D otomatis akan mengacaukan proses pemadatan dan pembentukan tulang. 


    Pada rentang usia anak-anak, kekurangan vitamin D yang parah bisa memicu penyakit rakitis yakni melunaknya tulang hingga memicu perubahan bentuk tulang secara permanen. 


    Sementara itu, pada orang dewasa, defisiensi tingkat berat ini adalah pintu gerbang menuju osteomalasia, yaitu kondisi di mana tulang menjadi lembek dan memicu rasa nyeri yang luar biasa. 


    Singkatnya, kekurangan vitamin D yang dibiarkan berlarut-larut sama saja dengan menabung masalah tulang di masa depan. 


    Selain tulang, kekurangan vitamin D yang berat dapat berkaitan dengan kelemahan otot. Namun, berbagai klaim bahwa kekurangan vitamin D secara langsung menyebabkan banyak penyakit kronis perlu dipahami secara hati-hati karena hubungan kadar vitamin D dengan berbagai penyakit tidak selalu membuktikan hubungan sebab-akibat.


    Baca Artikel Lainnya: Manfaat Vitamin D: Kenali Fungsi Pentingnya bagi Tubuh


    Bagaimana Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin D?

    Solusi untuk menuntaskan masalah kekurangan vitamin D tentu harus disesuaikan dengan penyebab utama serta kondisi fisik masing-masing orang. Berikut adalah beberapa langkah taktis yang biasa dianjurkan: 


    1. Memperhatikan paparan sinar matahari

    Mendapatkan paparan UVB alami memang sangat menolong produksi vitamin ini. Akan tetapi, efektivitasnya sangat ditentukan oleh waktu, cuaca, lokasi, warna kulit, dan jenis pakaian Kamu. Ingat juga, memanggang diri di bawah terik matahari terlalu lama justru berisiko merusak jaringan kulit, sehingga Kamu tetap butuh pelindung UV. 


    2. Mengonsumsi makanan sumber vitamin D

    Vitamin D dapat ditemukan dalam beberapa jenis makanan, seperti ikan berlemak, kuning telur, hati, serta produk pangan yang telah difortifikasi. Pola makan yang beragam dan bergizi membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien tubuh.


    3. Menggunakan suplemen bila diperlukan

    Suplemen vitamin D dapat dibutuhkan pada kondisi tertentu, terutama ketika seseorang memiliki risiko kekurangan atau terdapat indikasi medis. Namun, suplemen dosis tinggi tidak sebaiknya dikonsumsi sembarangan.


    Jika mengalami gejala kekurangan vitamin D yang menetap atau memiliki faktor risiko tertentu, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau suplementasi. Jangan menentukan dosis vitamin D sendiri hanya berdasarkan gejala, karena ciri-ciri kekurangan vitamin D dapat menyerupai banyak kondisi lainnya.


    Penting untuk diingat: batas aman asupan harian maksimal untuk orang dewasa tanpa pengawasan medis adalah 4.000 IU. Jangan pernah asal menebak-nebak dosis atau meminum suplemen secara membabi buta hanya karena merasa punya ciri-ciri kekurangan vitamin D. Penumpukan vitamin D yang berlebihan di dalam tubuh justru bisa memicu keracunan (toksisitas) yang berdampak fatal pada ginjal. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang paling aman dan sesuai dengan rekam medis Kamu. 


    Baca Artikel Lainnya: Ketahui Kebutuhan Vitamin D Berdasarkan Usia Anda


    Bagi Kamu dengan rutinitas harian yang padat di dalam ruangan dan sulit mendapat paparan sinar matahari yang cukup, pemenuhan kebutuhan harian dapat didukung dengan suplemen seperti Prove D3 1000.


    Dengan dosis 1000 IU, suplemen ini hadir untuk membantu menjaga kadar vitamin D harian tetap optimal, memelihara kesehatan tulang, serta mendukung daya tahan tubuh secara praktis. Kamu bisa mendiskusikan penggunaannya terlebih dahulu dengan dokter agar asupan nutrisi harianmu tetap tepat, seimbang, dan sesuai kebutuhan tubuh. 


    Jika ingin membeli suplemen dan vitamin, Kamu bisa beli dengan mudah tanpa harus keluar rumah! Dengan mengunjungi official shop KlikDokter di Shopee atau TikTok.

    • Endocrine Society. Vitamin D for the Prevention of Disease: Clinical Practice Guideline. 2024.Endocrine Society – Vitamin D Guideline
    • Endocrine Society. Endocrine Society Guideline recommends healthy adults under the age of 75 take the recommended daily allowance of vitamin D. 2024.Endocrine Society – Vitamin D Recommendations
    • World Health Organization. Healthy Diet. 2026.WHO – Healthy Diet
    • World Health Organization. Malnutrition. 2024. WHO – Malnutrition
    • National Institutes of Health (NIH). Vitamin D: Fact Sheet for Health Professionals. Diakses pada Agustus 2026, dari: https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-HealthProfessional/ 
    • Mayo Clinic. Vitamin D Deficiency. Diakses pada Agustus 2026, dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitamin-d-deficiency/
    Memuat...

    Ulasan Pembaca

    0(0 Ulasan)