Imunisasi merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Sejak bayi lahir, tubuh mulai berhadapan dengan berbagai mikroorganisme dari lingkungan. Imunisasi membantu sistem kekebalan tubuh mengenali penyebab penyakit tertentu sehingga dapat memberikan respons perlindungan ketika anak terpapar di kemudian hari.
WHO menyebutkan bahwa imunisasi saat ini membantu mencegah lebih dari 30 penyakit yang mengancam jiwa dan diperkirakan mencegah sekitar 3,5–5 juta kematian setiap tahun. Lantas, mengapa imunisasi bayi dan anak begitu penting?
Pengenalan Imunisasi
Apa Itu Imunisasi?
Imunisasi adalah proses membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu melalui pemberian vaksin. Vaksin bekerja dengan melatih sistem imun untuk mengenali antigen tertentu dan membentuk antibodi serta memori imun tanpa harus mengalami penyakit tersebut terlebih dahulu.
Dengan kata lain, imunisasi bukan sekadar suntikan, tetapi merupakan cara untuk mempersiapkan sistem pertahanan tubuh sebelum menghadapi infeksi.
Sejarah Imunisasi
Perkembangan imunisasi telah berlangsung selama berabad-abad. Salah satu tonggak penting terjadi pada 1796 ketika Edward Jenner mengembangkan vaksin cacar berdasarkan pengamatannya terhadap infeksi cacar sapi. Seiring perkembangan ilmu kedokteran, vaksin kemudian dikembangkan untuk berbagai penyakit.
Pada 1974, WHO meluncurkan Expanded Programme on Immunization (EPI) untuk memperluas akses vaksin bagi anak-anak di seluruh dunia. Program tersebut kemudian berkembang menjadi program imunisasi sepanjang kehidupan.
Alasan Pertama: Perlindungan terhadap Penyakit
Efektivitas Imunisasi
Alasan utama imunisasi diberikan adalah untuk mengurangi risiko seseorang terkena penyakit tertentu dan membantu mencegah penyakit berat serta komplikasinya.
Vaksin tidak memberikan perlindungan 100 persen terhadap semua infeksi, tetapi secara umum merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif untuk mencegah penyakit menular.
Penyakit yang Dapat Dicegah
Berbagai penyakit dapat dicegah melalui imunisasi, termasuk campak, polio, difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, dan beberapa penyakit lainnya.
Campak, misalnya, merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia dan ensefalitis.
Baca Artikel Lainnya: 16 Jenis Vaksin untuk Orang Dewasa Beserta Jadwalnya
Alasan Kedua: Membangun Sistem Imun yang Kuat
Imunisasi Dasar Lengkap
Imunisasi dasar lengkap diberikan secara bertahap sesuai usia karena perlindungan terhadap berbagai penyakit perlu dibangun dan dipertahankan pada waktu yang tepat.
Di Indonesia, jadwal imunisasi bayi mencakup beberapa vaksin sejak lahir hingga usia tertentu. Kementerian Kesehatan mencantumkan vaksin hepatitis B saat lahir, BCG dan polio pada usia 1 bulan, kemudian vaksin lainnya secara bertahap hingga usia 18 bulan.
Peran Antibodi dalam Perlindungan
Setelah vaksin diberikan, sistem imun belajar mengenali bagian tertentu dari mikroorganisme. Tubuh kemudian membentuk antibodi dan sel memori yang dapat membantu memberikan respons lebih cepat ketika terjadi paparan berikutnya.
Alasan Ketiga: Mengurangi Risiko Penyebaran Penyakit
Imunisasi BCG dan Campak
Salah satu contoh imunisasi BCG adalah vaksinasi yang diberikan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap tuberkulosis, terutama bentuk TB berat pada anak.
Sementara itu, imunisasi campak berperan penting dalam mencegah penyakit campak yang sangat mudah menular. Karena itu, cakupan vaksinasi yang tinggi penting untuk mencegah munculnya wabah.
Herd Immunity
Ketika sebagian besar orang dalam suatu komunitas memiliki perlindungan terhadap penyakit tertentu, penyebaran penyakit dapat lebih sulit terjadi. Kondisi ini membantu memberikan perlindungan tidak langsung kepada orang yang belum dapat menerima vaksin atau belum memiliki perlindungan optimal.
Alasan Keempat: Kesehatan Masyarakat
Imunisasi sebagai Upaya Sosial
Manfaat imunisasi tidak berhenti pada individu. Ketika cakupan imunisasi tinggi, risiko penyebaran penyakit di masyarakat dapat ditekan.
Sebaliknya, rendahnya cakupan imunisasi dapat menciptakan celah kekebalan yang memungkinkan penyakit seperti campak kembali menyebar. Data WHO menunjukkan masih terdapat jutaan anak di dunia yang belum mendapatkan vaksinasi rutin.
Dampak Ekonomi Positif dari Imunisasi
Mencegah penyakit juga berarti membantu mengurangi beban biaya pengobatan, perawatan di rumah sakit, serta kehilangan waktu sekolah atau bekerja akibat sakit.
Karena alasan tersebut, WHO menilai imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling aman dan hemat biaya.
Alasan Kelima: Meningkatkan Kualitas Hidup
Hari Sehat Tanpa Penyakit
Anak yang terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah vaksin memiliki peluang lebih besar untuk menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus sering terganggu oleh penyakit serius dan komplikasinya.
Dengan demikian, imunisasi bayi menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan sejak awal kehidupan.
Pentingnya Jadwal Imunisasi Bayi
Memenuhi jadwal imunisasi bayi sangat penting karena setiap vaksin diberikan berdasarkan usia dan kebutuhan perlindungan anak. Jika ada imunisasi yang terlewat, orang tua sebaiknya tidak langsung menganggap semuanya harus diulang dari awal. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan jadwal kejar (catch-up) yang sesuai.
Baca Artikel Lainnya: Ketahui Jarak dan Jadwal Imunisasi Anak
Imunisasi merupakan investasi kesehatan sejak dini. Dengan mengikuti jadwal imunisasi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai vaksin yang dibutuhkan, orang tua dapat membantu memberikan perlindungan optimal bagi anak sekaligus ikut menjaga kesehatan masyarakat.
World Health Organization. Vaccines and Immunization. Available from:
https://www.who.int/health-topics/vaccines-and-immunizationWorld Health Organization. Vaccines and Immunization: What is Vaccination? Available from:
https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/vaccines-and-immunization-what-is-vaccinationWorld Health Organization. Essential Programme on Immunization. Available from:
https://www.who.int/teams/immunization-vaccines-and-biologicals/essential-programme-on-immunizationWorld Health Organization. Immunization Coverage. Available from:
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/immunization-coverageWorld Health Organization. Measles. Available from:
https://www.who.int/teams/immunization-vaccines-and-biologicals/diseases/measlesKementerian Kesehatan Republik Indonesia. Seputar Imunisasi. Available from:
https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/seputar-imunisasiWorld Health Organization. A Brief History of Vaccination. Available from:
https://www.who.int/news-room/spotlight/history-of-vaccination/a-brief-history-of-vaccination
:format(webp)/article/HlANQXCYE01bEIErkzcn3/original/c5dysyf66fu4imklqq4vjvovqr5kzovu.jpg)