Kesehatan Umum

Mitos dan Fakta Seputar Hepatitis A dan B yang Masih Sering Salah Kaprah

dr. Steven Alviano Yuwono, 20 Agu 2026

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Banyak dari kita yang masih menganggap semua jenis hepatitis itu sama saja. Faktanya, Hepatitis A dan Hepatitis B ibarat dua penyakit berbeda mulai dari cara penularan, tingkat bahaya, hingga langkah

Mitos dan Fakta Seputar Hepatitis A dan B yang Masih Sering Salah Kaprah

Banyak orang menganggap "hepatitis ya hepatitis saja", padahal hepatitis A dan hepatitis B adalah dua penyakit yang berbeda jalur penularan, tingkat bahaya, maupun cara pencegahannya. Kesalahpahaman ini bukan hal sepele, di Indonesia, lebih dari 60% penduduk ternyata belum memiliki kekebalan terhadap hepatitis B, sebuah angka yang menempatkan Indonesia bersama Tiongkok dan India sebagai penyumbang lebih dari separuh beban hepatitis B dunia. Yuk, kita luruskan beberapa mitos yang paling sering beredar.

Mitos 1: Hepatitis A dan B ditularkan dengan cara yang sama

Ini keliru. Hepatitis A menular lewat jalur fekal-oral, misalnya makanan atau air yang tercemar tinja penderita, atau kontak erat dengan orang yang terinfeksi. Sementara hepatitis B menular lewat cairan tubuh, seperti darah, hubungan seksual, transfusi darah yang tidak aman, atau dari ibu hamil ke bayinya saat persalinan. Karena jalur penularannya berbeda, cara pencegahannya pun tidak bisa disamakan.

Mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan efektif untuk hepatitis A, tapi tidak cukup untuk mencegah hepatitis B.

Mitos 2: Kalau Sudah Diimunisasi Waktu Bayi, Sudah Pasti Kebal Seumur Hidup

Sayangnya tidak selalu begitu. Ketua Komite Ahli Hepatitis Kemenkes RI, dr. David H. Muljono, menjelaskan bahwa pola kekebalan masyarakat Indonesia terhadap hepatitis B saat ini bersifat bimodal, generasi yang lahir setelah program imunisasi universal 1997 relatif lebih terlindungi, sementara kelompok dewasa yang lahir sebelum era itu masih menyimpan beban penularan lama. Karena itu, strategi eliminasi hepatitis kini diarahkan tidak hanya pada imunisasi bayi, tetapi juga skrining dan vaksinasi catch-up bagi orang dewasa yang belum terlindungi.

Badan Pengawas Obat dan penyakit di Amerika Serikat bahkan telah memperbarui rekomendasinya pada akhir 2024 agar vaksinasi hepatitis B diberikan secara universal pada seluruh orang dewasa usia 19–59 tahun, bukan hanya kelompok berisiko tinggi.

Mitos 3: Hepatitis A Ringan, Jadi Tidak Perlu Divaksin

Memang benar hepatitis A umumnya bisa sembuh sendiri tanpa gejala menahun seperti sirosis, tetapi bukan berarti selalu ringan. Pada orang dewasa, terutama yang punya penyakit hati kronis, gejalanya bisa jauh lebih berat dan memerlukan perawatan intensif. Kemenkes RI merekomendasikan vaksin hepatitis A khususnya bagi kelompok berisiko: tenaga kesehatan, peneliti laboratorium, penderita HIV, penderita penyakit hati kronis, serta siapa pun yang sering bepergian ke daerah dengan sanitasi terbatas, area dengan tingkat Hepatitis A tinggi atau endemis.

Baca Artikel Lainnya: 8 Fakta Seputar Hepatitis yang Perlu Kamu Ketahui

Apa yang Perlu Diketahui tentang Vakin Hepatitis

Untuk hepatitis A, salah satu vaksin yang tersedia adalah Vaksin Hepatiti A ini, vaksin virus hepatitis A yang dilemahkan (inactivated), diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 6–12 bulan antar dosis untuk perlindungan jangka panjang. Sementara untuk hepatitis B, Indonesia menjalankan program imunisasi vaksin rekombinan sejak 1997, dengan dosis pertama idealnya diberikan dalam 24 jam pertama setelah lahir untuk memutus rantai penularan dari ibu ke anak, dilanjutkan dosis lanjutan sesuai jadwal imunisasi nasional.

Bagi orang dewasa termasuk ibu hamil (terutama yang beresiko tinggi), vaksin diberikan dalam 3 dosis yaitu saat kedatangan pertama (bulan ke 0) disusul dengan 1 bulan dan 6 bulan setelahnya. Sementara ibu hamil yang terdeteksi positif hepatitis B, Kemenkes kini juga menyediakan terapi antivirus tenofovir sejak trimester akhir kehamilan untuk mencegah penularan ke bayi, sebuah langkah yang telah menjangkau lebih dari 300 ibu hamil di puluhan kabupaten/kota.

Baca Artikel Lainnya: Hepatitis, Cara Pencegahan dan Pengobatan

Langkah Pencegahan Sehari-hari

Selain vaksinasi, WHO menekankan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat tetap jadi lini pertama: cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, pastikan air minum dan makanan diolah secara higienis, hindari berbagi alat cukur atau sikat gigi, serta gunakan jarum suntik dan alat medis yang steril. Skrining hepatitis B pada ibu hamil dan pasangan yang aktif secara seksual juga sangat dianjurkan, mengingat banyak penderita tidak menyadari dirinya terinfeksi hingga bertahun-tahun kemudian.

Hepatitis bukan sekadar permasalahan kesehatan pribadi, namun mengenai pemutusan rantai penularan di keluarga dan masyarakat. Memahami perbedaan hepatitis A dan B, serta memastikan diri dan keluarga mendapat imunisasi yang tepat, adalah langkah nyata menuju target Indonesia bebas hepatitis pada 2030.

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mengingat banyaknya orang dewasa yang belum memiliki kekebalan maksimal, jangan tunggu sampai gejala muncul. Yuk, ambil langkah nyata untuk melindungi kesehatan hati Kita sekaligus memutus rantai penularan di lingkungan keluarga. Pastikan Kamu mendapatkan perlindungan yang tepat dan aman dengan booking vaksin Hepatitis A dan Hepatitis B sekarang juga di Vaccination Hub.

  • Global Hepatitis Report 2024: Action for Access in Low- and Middle-Income Countries.
    https://www.who.int/publications/i/item/9789240091672
  • Kemenkes: Lebih dari 60 Persen Penduduk RI Masih Rentan Hepatitis B.
    https://jogja.antaranews.com/berita/844515/kemenkes-lebih-dari-60-persen-penduduk-ri-masih-rentan-hepatitis-b
  • Pentingnya Pencegahan Hepatitis di Hari Hepatitis Sedunia 2024.
    https://ayosehat.kemkes.go.id/hari-hepatitis-sedunia-2024
  • Updated Recommendation for Universal Hepatitis B Vaccination in Adults Aged 19–59 Years — United States, 2024.
    https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/73/wr/mm7348a3.htm?s_cid=mm7348a3_w
  • Mengenal Vaksin Hepatitis A
    https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4126/mengenal-vaksin-hepatitis-a
  • AVAXIM® Abbreviated Prescribing Information.
    https://www.campus.sanofi/dam/jcr:217f3027-2044-44c6-b6f1-e94115aa8154/Abridged%20PI_AVAXIM%20160%20U_V01-18.pdf
  • Melindungi Kesehatan Ibu dan Anak: Pemberian Antivirus untuk Pencegahan Penularan Hepatitis B di Indonesia. 
    https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/11-01-2024-protecting-maternal-and-infant-health--introduction-of-antiviral-prophylaxis-to-combat-hepatitis-b-in-indonesia
  • Putuskan Penularan, Wujudkan Indonesia Bebas Hepatitis 2030.
    https://kemkes.go.id/id/putuskan-penularan-wujudkan-indonesia-bebas-hepatitis-2030