Hepatitis
B masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia. Jika
tidak di tangani dengan tepat, hepatitis B dapat berubah dan berkembang
menyebabkan kerusakan organ hati (sirosis) atau
bahkan dapat berprogres menjadi kanker
hati yang mematikan. Tidak jarang pula seseorang yang baru menyadari
kondisi penyakitnya ketika sudah cukup berat atau terlambat. Namun disisi lain,
kabar baiknya, Hepatitis B dapat dicegah. Pengetahuan dan pemahaman akan risiko
Hepatitis B dan mulai melakukan langkah perlindungan yang tepat sejak dini
dapat menghentikan penyebaran virus Hepatitis B.
Siapa saja yang berisiko lebih tinggi?
Infeksi Hepatitis B (HBV) tidak pandang bulu. Beberapa kelompok
masyarakat tertentu memang lebih rentan karena memiliki frekuensi paparan yang
lebih tinggi. Kelompok beresiko tinggi meliputi:
- Individu
yang lahir dari ibu dengan status Hepatitis B positif. Penularan vertikal saat
persalinan menjadi jalur utama infeksi kronis.
- Tenaga
kesehatan yang sering bersentuhan dengan darah atau cairan tubuh pasien juga
berada di garis depan risiko.
- Perilaku
seksual tidak aman, seperti pasangan seksual lebih dari 1, hubungan seksual
tanpa pengaman (kondom), memiliki riwayat penyakit menular seksual
- Pemakaian
jarum suntik yang tidak steril, atau bahkan bersamaan dengan orang lain.
- Pasien yang
menerima transfusions darah. Meski transfusions saat ini sudah sangat aman,
namun risiko tetap ada, terlebih jika prosedur dan sterilisasi alat medis tidak
dilakukan secara benar.
- Orang yang
tinggal bersama penderita Hepatitis B. Meski risikonya penularannya tidak
terjadi secara langsung, namun berpotensi terjadi kontaminasi cairan tubuh.
Terutama bila berbagi barang pribadi seperti pisau cukur, sikat gigi yang dapat
terkontaminasi darah.
Salah satu tantangan di Indonesia adalah kurangnya kesadaran akan
pentingnya langkah pencegahan dan vaksinasi. Sehingga masih banyak orang dewasa
yang belum memiliki imunitas/ kekebalan terhadap Hepatitis B karena belum
mendapatkan vaksinasi lengkap di masa lalu.
Kenali Faktor Risiko di Sekitar Kita
Virus Hepatitis B jauh lebih menular daripada HIV. Penularannya
bisa terjadi melalui kontak langsung dengan darah, air mani, atau cairan tubuh
lain dari orang yang terinfeksi. Faktor risiko yang sering terlupakan di
antaranya, pemakaian alat pribadi bersama, seperti silet pencukur atau sikat
gigi yang mungkin mengandung sisa darah berukuran mikroskopis yang tidak kasat
mata.
Prosedur medis atau non-medis yang memakai alat tidak steril juga
dapat menjadi pintu masuk penularan penyakit. Contohnya, praktik tato atau
tindik yang tidak higienis atau tidak sesuai standar.
Ini menjadi jalur penularan yang signifikan. Di fasilitas perawatan jangka
panjang, prosedur pemantauan gula darah yang tidak mengikuti protokol
sterilisasi yang ketat, belakangan ini dilaporkan menjadi sumber penularan yang
tak terduga.
Langkah Pencegahan Terpenting
Langkah terbaik untuk melawan Hepatitis B sebenarnya berawal dari
diri kita sendiri. Langkah awal yang disarankan WHO adalah melakukan tes atau
skrining secara menyeluruh, terutama bagi ibu hamil, supaya penularan dari ibu
ke bayi bisa dicegah sejak dini.
Bagi orang dewasa, penting untuk tahu status kesehatan diri dengan
melakukan tes darah sederhana (HBsAg). Jika hasilnya negatif dan Kamu belum memiliki antibodi (Anti-HBs), vaksinasi adalah jalan
terbaik yang sebaiknya tidak ditunda.
Perlindungan ini juga perlu disempurnakan dengan gaya hidup
bersih: jangan menggunakan barang pribadi bersama orang lain, pastikan jarum
atau alat kecantikan yang digunakan selalu steril, dan selalu terapkan hubungan
seksual yang aman.
Baca Artikel Lainnya: Penanganan
Hepatitis B
Lakukan vaksinasi Hepatitis B
Salah
satu langkah penting dan efektif dalam melawan Hepatitis B di Indonesia adalah
melalui vaksinasi. Di Indonesia, vaksin Hepatitis B termasuk dalam program dan
rekomendasi imunisasi nasional baik untuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa.
Salah satu vaksin yang kerap digunakan adalah Vaksin
Hepatitis B ini, vaksin rekombinan yang telah terbukti aman dan efektif
dalam membentuk kekebalan terhadap virus Hepatitis B.
Vaksin
Hepatitis B ini juga telah mendapatkan persetujuan dari WHO, yang berarti
vaksin Vaksin Hepatitis ini sudah memenuhi standar keamanan dan efektivitas
internasional yang sangat ketat. Vaksin Hepatitis B diberikan dalam beberapa
dosis yang umumnya terbagi dalam 3 dosis atau sesuai jadwal vaksinasi dari
dokter. Umumnya vaksin Hepatitis B dapat mulai di berikan pada bayi baru lahir,
serta pada orang dewasa yang belum pernah divaksinasi sebelumnya. Dapat pula di
berikan sebagai booster untuk memperkuat kekebalan terhadap virus Hepatitis B.
Vaksin
Hepatitis B akan merangsang sistem kekebalan tubuh supaya menghasilkan antibodi
untuk melawan virus Hepatitis B. Penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi lengkap
dapat memberikan perlindungan hingga lebih dari 95% dari infeksi kronis. Jadwal
standar bagi orang dewasa biasanya tiga dosis: dosis pertama (saat ini/ saat
kunjungan tersebut), dosis kedua (satu bulan kemudian), dan dosis ketiga (enam
bulan setelah dosis pertama).Vaksin
Hepatitis B ini memiliki profil keamanan yang sangat baik dan efek sampingnya
tergolong ringan, misalnya kemerahan atau nyeri di area suntikan, dan biasanya
hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan intervensi medis lanjutan.
Baca
Artikel Lainnya: Pentingnya
Vaksin Hepatitis B untuk Dewasa
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?
Langkah pertama: ketahui statusmu, jangan takut periksa ke dokter atau laboratorium.
Mengetahui kesehatan diri berarti kita sayang pada diri sendiri dan keluarga.
Jika termasuk dalam kelompok risiko tinggi, belum divaksin, atau belum memiliki
kekebalan tubuh yang mencukupi, segera temui dokter atau pergi ke fasilitas
kesehatan terdekat untuk dilakukan skrining dan vaksinasi. Program “Indonesia
Bebas Hepatitis 2030” pemerintah hanya bisa terwujud bila tiap orang aktif
melindungi diri.
Kesehatan
hati Anda adalah investasi jangka panjang untuk diri sendiri dan orang-orang
terkasih di rumah. Jangan biarkan penyakit yang sebenarnya sangat bisa dicegah
ini merenggut momen berharga Anda bersama keluarga. Yuk, ambil langkah nyata
hari ini. Lakukan skrining status Hepatitis B Anda dan pastikan tubuh
mendapatkan perlindungan maksimal dengan menjadwalkan vaksinasi di Vaccination Hub. Mencegah selalu lebih
baik, lebih murah, dan jauh lebih mudah daripada mengobati!
- Guidelines
for the prevention, diagnosis, care and treatment for people with chronic
hepatitis B infection.
https://www.who.int/publications/i/item/9789240090903 - Current
gaps and opportunities in HBV prevention, testing and linkage to care: A call
for action.
DOI: 10.1111/apt.16125 - Hepatitis B
Virus Transmission Associated with Assisted Blood Glucose Monitoring - North
Carolina, 2024.
https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/74/wr/mm7429a2.htm?s_cid=mm7429a2_w - Putuskan
Penularan, Wujudkan Indonesia Bebas Hepatitis 2030.
https://kemkes.go.id/id/putuskan-penularan-wujudkan-indonesia-bebas-hepatitis-2030 - Hepatitis
B.
https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/index.htm
-
EUVAX B,
Registrasi Obat BPOM.
https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/obat_baru/Euvaxad.pdf
:format(webp)/article/oUr7HP2Q2vZket4mJaAW9/original/k3wkn2fhlycz3qgcul0c82k65rof0k4q.jpg)