Prostat merupakan kelenjar kecil dalam sistem reproduksi pria dan berbentuk seperti kacang kenari. Fungsinya adalah memproduksi cairan yang dapat menutrisi dan melindungi sperma.
Prostat juga rentan terhadap penyakit yang ganas, seperti kanker prostat. Untuk mengobati kanker prostat biasanya dokter akan menyarankan prosedur prostatektomi.
Prosedur ini biasanya akan mengangkat kelenjar prostat dan jaringan di sekitarnya, termasuk vesikula seminalis dan beberapa kelenjar getah bening didekatnya. Akan tetapi, prosedur ini juga memiliki efek samping yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
Apa sajakah efek samping prostatektomi yang perlu diketahui? Gulir terus untuk tahu jawabannya.
Artikel Lainnya: Pembesaran Prostat, Haruskah Dioperasi?
1. Inkontinensia Urine
Inkontinensia urine didefinisikan sebagai kebocoran urine yang tidak disengaja dari kandung kemih. Kondisi terjadi akibat adanya masalah pada interaksi antara otak, sistem saraf, dan organ di panggul.
Pada pria, inkontinensia urine dapat dipicu oleh kondisi medis, seperti pembesaran prostat, diabetes, dan penyakit parkinson. Kondisi ini juga umum dialami pada orang yang menjalani operasi prostat, termasuk prostatektomi.
2. Disfungsi Ereksi
Risiko lainnya setelah melakukan prosedur prostatektomi adalah disfungsi ereksi. Disfungsi Ereksi (DE) merupakan ketidakmampuan pria mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Terkadang, disfungsi ereksi dikenal juga sebagai impotensi.
Disampaikan oleh dr. Reza Fahlevi, “Disfungsi ereksi bisa menjadi risiko prostatektomi, karena mungkin ada area persarafan yang berhubungan di sana.”
Artikel Lainnya: Jumping Urine Bukan Solusi Susah Kencing Akibat Pembesaran Prostat
Disebutkan pula di John Hopkins Medicine, orang yang menjalani operasi prostatektomi memerlukan waktu hingga 2 tahun untuk memulihkan fungsi seksualnya. Hal ini pun kemudian dapat memicu DE.
Meski begitu, dr Reza menekankan bahwa prostatektomi tidak selalu menyebabkan DE.
3. Kemandulan
Kemandulan atau yang juga disebut sebagai infertilitas, mengacu pada ketidakmampuan pria memproduksi atau melepaskan sperma. Kondisi ini memiliki ragam penyebab, salah satunya adalah operasi prostatektomi radikal.
Saat prostatektomi radikal dilakukan, ejakulasi retrograde dapat terjadi akibat putusnya hubungan antara testis dan uretra. Ejakulasi retrograde merupakan kondisi ketika sperma mengalir ke kandung kemih bukan keluar melalui penis.
Artikel Lainnya: Menyingkap Fakta di Balik Mitos Prostat yang Menyesatkan
Kondisi tersebut tetap memungkinkan pria untuk orgasme, tapi tanpa disertai dengan ejakulasi. Ini sering disebut dengan istilah orgasme kering. Orgasme kering pada akhirnya membuat pria tidak dapat memperoleh keturunan atau mandul.
4. Limfedema
Limfedema merupakan penumpukan cairan getah bening di jaringan lemak tepat di bawah kulit Anda. Penumpukan cairan ini dapat menyebabkan pembengkakan beberapa bagian tubuh termasuk di alat kelamin.
Pada operasi prostatektomi, kelenjar getah bening (limfatik) pada prostat diangkat. Hal inilah yang kemudian mencetuskan limfedema di area genital dan kaki hingga menimbulkan pembengkakan disertai nyeri.
Artikel Lainnya: Tanda Limfadema yang Perlu Kamu Waspadai
5. Penis Menyusut
Operasi prostatektomi radikal dapat menyebabkan penis menyusut. Ini karena operasi akan menghasilkan sedikit penurunan panjang penis hingga 2,5 cm atau lebih.
Penis menyusut umumnya tidak menyebabkan masalah pada aktivitas seks seseorang. Kepuasan seks tetap bisa tercapai meskipun ukuran penis memendek.
Namun, apabila kondisi ini sangat berdampak hingga membuat individu tidak mampu berhubungan seks, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Itulah beberapa risiko yang muncul dari prosedur prostatektomi. Konsultasi secara menyeluruh sebaiknya dilakukan untuk meminimalkan risiko yang terjadi pascaoperasi.
Chat langsung dengan dokter seputar masalah kesehatan prostat lainnya hanya dengan aplikasi KlikDokter.
(PUT/NM)
Referensi:
- WebMD. Diakses 2022. What Is the Prostate? What's Normal?
- John Hopkins Medicine. Diakses 2022. Radical Prostatectomy.
- John Hopkins Medicine. Diakses 2022. Urinary Incontinence.
- WebMD. Diakses 2022. Men With Incontinence: Treating and Managing.
- Healthline. Diakses 2022. Erectile Dysfunction (ED): Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment.
- Healthline. Diakses 2022. Impotence vs. Sterility: What’s the Difference?
- American Cancer Society. Diakses 2022. What Is Lymphedema?
- Healthline. Diakses 2022. What Causes Penis Shrinkage?
:format(webp)/article/Wx_4BnOhHt0Bwwxwz3aj5/original/020279200_1650212302-Untitled_design__31_.jpg?w=256&q=100)