Jantung

Penyebab Detak Jantung Tidak Beraturan, Berbahayakah?

dr. Muhammad Isman S, 27 Des 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Detak jantung bisa menggambarkan kondisi kesehatan. Kalau sering tak beraturan, perlukah khawatir? Ini penyebab dan cara mengatasinya

Penyebab Detak Jantung Tidak Beraturan, Berbahayakah?

Detak jantung atau denyut nadi terjadi karena adanya kerja jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh. Pada orang dewasa normal, kecepatan denyut nadi adalah sekitar 60-100 kali per menit. Jika di bawah ataupun di atas rentang tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

Selain jumlah, irama detak jantung juga penting diperhatikan. Dalam keadaan normal, detak jantung harusnya memiliki irama stabil atau konstan. 

Dalam kondisi tertentu, irama jantung ini bisa mengalami gangguan. Hal itu memicu detak jantung tidak beraturan (aritmia) yang disebabkan gangguan perjalanan listrik di jantung. 

Penyebab Detak Jantung Tidak Beraturan

Tinnitus Pulsatile, Saat Anda Mendengar Detak Jantung Sendiri

Ada beberapa jenis kelainan detak jantung, mulai dari fibrilasi atrium (akibat kelainan serambi jantung), fibrilasi ventrikel (kelainan detak bilik jantung), kontraksi prematur, dan berbagai jenis kelainan detak jantung lainnya.

Lalu, kenapa detak jantung tidak beraturan? Irama jantung tidak beraturan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Keturunan atau genetik
  • Ketidakseimbangan elektrolit, utamanya kalium
  • Kerusakan jaringan jantung
  • Gangguan hormon tiroid
  • Sudah mengonsumsi obat-obat tertentu
  • Minum kopi terlalu banyak

Artikel lainnya: Cara Menghitung Detak Jantung Maksimal Saat Olahraga

Sayangnya, aritmia terkadang tidak menunjukkan gejala. Tak jarang, pasien mengetahui detak jantungnya tidak beraturan secara tidak sengaja, misalnya saat medical check-up

Meski demikian, ada beberapa tanda dan gejala yang patut diwaspadai karena bisa mengarah pada kelainan detak jantung, di antaranya:

  • Sering merasa berdebar-debar atau merasa detak jantung ada yang hilang
  • Keringat dingin
  • Rasa melayang, berkunang-kunang
  • Sesak napas
  • Dada terasa berat, tak jarang ada nyeri dada
  • Pingsan 
  • Mudah lelah

Mengingat jantung adalah salah satu organ vital tubuh, kondisi detak jantung tidak beraturan tak boleh dipandang sebelah mata. 

Memang ada jenis aritmia yang tidak berbahaya dan tak membutuhkan tindakan khusus. Akan tetapi, tetap saja irama jantung tidak beraturan harus diwaspadai.

Beberapa bahaya jika memiliki detak jantung tidak beraturan adalah meningkatnya risiko stroke dan serangan jantung. Selain itu, ada pula risiko kematian mendadak akibat kontraksi jantung terlalu cepat.

Artikel lainnya: Ini Bunyi Jantung yang Normal dan Tidak Normal

Cara Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Beraturan

Ilustrasi Mengukur Detak Jantung Setelah Olahraga Tanpa Keringat

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan bila detak jantung tidak beraturan:

1. MENARI (Memeriksa Nadi Sendiri)

Langkah sederhana untuk mendeteksi apakah denyut nadi beraturan atau tidak adalah MENARI atau memeriksa nadi sendiri. Kamu dapat memeriksa denyut nadi di beberapa area, seperti pergelangan tangan, bagian siku dalam, maupun leher. 

Apabila ingin memeriksa denyut nadi di area pergelangan tangan, letakkan kedua jari (ujung jari telunjuk dan jari tengah) ke telapak tangan yang akan diperiksa, tepatnya di pangkal bawah jempol. 

Jika sudah teraba jelas denyutnya, hitung selama satu menit untuk mendapatkan jumlah denyut nadi. 

2. Jalani Gaya Hidup Sehat

Jika kamu merasa memiliki kelainan detak jantung, maka kamu perlu mencegah perburukan kondisi dengan menjalani pola hidup sehat dan mengatasi semua faktor risiko yang bisa memperburuk kondisi.

Mulailah dengan menghindari merokok dan konsumsi alkohol. Selanjutnya, rutin berolahraga tapi jangan memaksakan diri untuk melakukan olahraga berat. Olahraga berat bisa berdampak pada kondisi jantung kamu.

Selain itu, kamu juga perlu mengonsumsi makanan-makanan yang ramah terhadap jantung, seperti makanan mengandung lemak sehat, sayur-sayuran, dan buah-buahan. 

Ditambah lagi, rutinlah memeriksakan kesehatan agar tekanan darah dan kolesterol darah bisa terkontrol. 

Artikel lainnya: Latihan Pernapasan untuk Atasi Detak Jantung Tidak Teratur

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi Dokter Gratis Tanpa Keluar Rumah Saat Pandemi, Ini Caranya

Kebanyakan gangguan detak jantung tidak dirasakan oleh penderitanya. Namun, kabar baiknya, mayoritas kondisi ini memang tidak berbahaya. 

Meski begitu, aritmia bisa menjadi faktor risiko beberapa penyakit seperti serangan jantung, henti jantung, dan stroke. 

Oleh karena itu, jika kamu merasakan denyut nadi tidak beraturan (bisa teraba sangat cepat ataupun lambat, ada denyut tambahan maupun ada yang hilang), sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter spesialis jantung.

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan terapi sesuai kondisi. Untuk menetapkan diagnosis, dibutuhkan wawancara medis, pemeriksaan fisik menyeluruh, dan pemeriksaan penunjang. 

Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan seperti ekokardiogram, uji latih atau uji berjalan enam menit, studi elektrofisiologi, CT scan atau MRI, dan monitor Holter.

Selain itu, beberapa kondisi emergensi yang membutuhkan penanganan segera adalah detak jantung begitu cepat ataupun sebaliknya, detak jantung sangat lambat. 

Kedua kondisi tersebut sangatlah berbahaya, karena dapat menyebabkan berkurangnya suplai darah ke tubuh. Jika mengalami kedua kondisi di atas, jangan tunda untuk datang ke IGD rumah sakit terdekat. 

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Jantung Berdebar dengan Cepat dan Tepat

Detak jantung tidak beraturan bisa berujung stroke, serangan jantung, bahkan kematian. Oleh sebab itu, lakukan cek kesehatan rutin. 

Jangan takut berkonsultasi ke dokter spesialis jantung. Makin cepat keluhan terdeteksi penyebabnya, maka akan semakin cepat ditangani dan risiko berbahaya juga bisa diminimalkan!

Konsultasi ke dokter spesialis jantung lebih cepat lewat fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. #JagaSehatmu, ya.

(FR/JKT)

Jantung
Detak Jantung
Aritmia