Coba ingat kembali. Sewaktu badan mendadak demam, pegal-pegal, dan rasanya lemas banget, tebakan pertama yang sering muncul biasanya cuma flu biasa. Wajar saja, karena gejala di hari-hari pertama memang mirip sekali. Tapi mesti ekstra hati-hati. Tanda-tanda awal yang kelihatannya sepele ini, ternyata bisa jadi ancaman yang jauh lebih serius, yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD).
Gara-gara kemiripan inilah kasus demam berdarah lumayan sering terlambat ditangani. Kebanyakan orang yang sakit bakal memilih untuk sekadar rebahan di rumah, minum obat penurun panas biasa, sambil berharap besoknya baikan sendiri. Padahal aslinya, infeksi demam berdarah ini bisa memburuk drastis cuma dalam hitungan hari. Apalagi kalau kadar trombosit di tubuh sudah mulai anjlok atau parahnya, mulai terjadi kebocoran plasma darah.
Mengapa Gejala Flu dan DBD Bisa Mirip?
Keduanya memang sama-sama berakar dari infeksi yang memancing perlawanan keras dari sistem imun tubuh. Efek bentrok antara virus dan sistem kekebalan inilah yang akhirnya memunculkan keluhan paling umum. Sebut saja demam, badan ngilu, sakit kepala, sampai rasa lemas yang luar biasa.
Bedanya cuma ada di dalang utamanya. Flu itu dipicu oleh virus influenza yang mengincar saluran pernapasan. Sedangkan DBD disebabkan oleh virus dengue yang numpang masuk lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berhubung rute serangannya berbeda, otomatis tingkat bahaya sama resiko komplikasi lanjutan nya jelas tidak bisa disamakan.
Perbedaan Gejala Flu dan DBD
Biar kedepannya tidak asal tebak, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan yang lumayan mencolok yang gampang diamati. Kalau kasusnya flu biasa, keluhan sakitnya bakal sangat kentara di area pernapasan. Gejala hidung meler, mampet, batuk, bersin-bersin, sampai sakit tenggorokan hampir selalu mendominasi dari awal. Demamnya juga cenderung merangkak naik pelan-pelan, paling di level ringan sampai sedang. Biasanya, kasus flu begini bisa mereda sendiri setelah beberapa hari, dengan catatan penderita cukup istirahat sama perbanyak minum air putih.
Berbanding terbalik dengan itu, DBD punya karakter serangan yang jauh lebih agresif. Demamnya bisa langsung melonjak tinggi mendadak, malah sering menyentuh angka 30-40°C secara tiba-tiba. Rasa nyerinya juga bukan cuma pegal biasa, melainkan nyeri sendi dan otot yang teramat sangat. Saking nyerinya, dunia medis sampai menjuluki ini sebagai “breakbone fever” alias demam pematah tulang. Ciri khas lainnya bisa berupa sakit kepala luar biasa berat, rasa nyeri yang menusuk di belakang bola mata, mual muntah, sampai muncul bintik-bintik merah di bawah kulit. Menariknya lagi, orang yang kena demam berdarah justru jarang banget mengalami keluhan batuk dan pilek parah.
Perbedaan Paling Mencolok
Perbedaan yang sebenarnya paling krusial itu justru terjadi di dalam aliran darah. Virus dengue ini punya kemampuan merusak fungsi sumsum tulang sekaligus mengacaukan sistem pembekuan darah kita. Ujung-ujungnya, jumlah trombosit bakal menurun.
Kondisi ini jelas sangat berbahaya. Trombosit yang tugasnya membantu darah membeku sewaktu terjadi luka. Kalau, jumlahnya terlampau sedikit, risiko pendarahan spontan otomatis sudah ada di depan mata. Mulai dari gampang mimisan, gusi berdarah, buang air besar berwarna hitam, muntah darah, sampai pendarahan organ dalam yang berakibat fatal. Beda cerita kalau cuma infeksi flu biasa, rata-rata trombosit bakal tetap ada di batas normal.
Siklus Menipu dan Kapan Harus ke IGD
Hal yang sering kali menjebak dari DBD itu pola demamnya yang menyerupai pelana kuda. Sering kali, di hari ketiga atau keempat saat suhu tubuh mulai turun dan terasa normal, banyak yang mengira kondisinya sudah sembuh. Padahal kenyataannya, justru di titik demam turun inilah fase kritis atau masa rentannya kebocoran plasma darah paling sering terjadi.
Oleh sebab itu, jangan pernah menunggu sampai kondisi keburu memburuk. Buruan cari pertolongan medis terdekat atau langsung menuju IGD kalau demam tidak kunjung reda dan dibarengi gejala bahaya berikut ini:
Muntah terus-menerus sampai sulit mendapatkan asupan makan maupun minum
Nyeri perut yang teramat hebat
Napas mendadak terasa sesak
Muncul tanda pendarahan sekecil apa pun
Badan lemas sampai-sampai untuk berdiri saja sulit, linglung, atau kesadarannya mulai menurun.
Khusus untuk pasien anak-anak dan lansia, pengawasannya wajib ekstra ketat. Kondisi fisik mereka gampang memburuk dalam waktu singkat dibandingkan orang dewasa yang sehat.
Langkah Pencegahan
Mengingat biang keroknya berbeda, pencegahannya juga tidak sama. Mencegah flu cukup mengandalkan kedisiplinan cuci tangan, pakai masker saat sedang kurang enak badan, menjaga imunitas, serta bisa juga mempertimbangkan vaksin influenza secara berkala yang dapat di booking di Vaccination Hub.
Sementara kalau mau menangkal DBD, kuncinya murni ada pada pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitar. Rutinlah menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, gunakan lotion anti nyamuk saat banyak beraktivitas, dan pastikan tidak ada genangan air yang bisa dipakai nyamuk Aedes aegypti buat berkembang biak.
Ingin mendapatkan informasi kesehatan terpercaya lainnya seputar penyakit infeksi dan tanda bahaya kesehatan? Baca artikel kesehatan terbaru di KlikDokter.
Jangan lupa follow media sosial resmi KlikDokter untuk update edukasi kesehatan harian, tips medis, dan informasi kesehatan terpercaya lainnya.
World Health Organization (WHO). (2009). Dengue: Guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control (New Edition). Geneva: WHO Press. https://www.who.int/publications/i/item/9789241547871
Kularatne, S. A., & Dalugama, C. (2022). Dengue infection: Global importance, immunopathology and management. Clinical Medicine, 22(1), 9–13. 10.7861/clinmed.2021-0791
:format(webp)/article/4r74RGfvpzlOT2yKda0to/original/np4pzlide2iuc4juhzw8w1so4r9l8dkm.jpg)