Covid-19

5 Fakta Vaksin IndoVac Buatan Indonesia

Siti Putri Nurmayani, 25 Nov 2022

Ditinjau oleh dr. Devia Irine Putri

Vaksin COVID-19 buatan Indonesia, IndoVac telah mengantongi izin penggunaan darurat BPOM. Simak 5 fakta menarik soal vaksin IndoVac di sini.

5 Fakta Vaksin IndoVac Buatan Indonesia

Presiden Joko Widodo telah memperoleh vaksin booster kedua pada Kamis (24/11/2022). Jokowi menggunakan vaksin penguat buatan Indonesia bernama IndoVac.

Vaksin IndoVac dikembangkan oleh PT. Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat. Meski begitu, vaksin COVID-19 ini diproduksi seutuhnya di dalam negeri.

Berikut sederet fakta menarik seputar vaksin IndoVac yang perlu kamu tahu.

1. Sudah Kantongi Izin BPOM dan Sertifikasi Halal MUI

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan RI, vaksin IndoVac telah mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menariknya, vaksin IndoVac juga telah memperoleh fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

2. Dibuat dari Virus yang Dilemahkan

Dibuat dari Virus yang Dilemahkan

Berbeda dengan jenis vaksin lainnya, IndoVac tidak dibuat dari virus yang dimatikan, melainkan dilemahkan. Vaksin COVID-19 satu ini mengandung zat aktif rekombinan receptor-binding domain (RBD) protein S dari virus SARS-CoV-2.

3. Tingkat Kemanjuran Vaksin Indovac di Atas 90 Persen

Berdasarkan BPOM, vaksin IndoVac dapat digunakan sebagai imunisasi aktif untuk mencegah serangan coronavirus pada orang berusia 18 tahun ke atas.

Nah, jika dibandingkan dengan vaksin protein subunit lainnya, vaksin IndoVac memiliki kemampuan netralisasi antibodi yang lebih baik. Efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin IndoVac sebesar 92,5 persen. Nilai ini mengacu pada hasil uji immuno bridging pada uji klinis fase ketiga.

4. Digunakan Sebagai Vaksin Primer dan Booster

Per 13 Oktober 2022 lalu, vaksin IndoVac resmi digunakan untuk vaksinasi primer COVID-19 dosis 1 dan 2. Rentang waktu pemberian vaksin pertama dengan kedua berjarak 28 hari.

Selain digunakan sebagai vaksin primer, IndoVac juga digunakan untuk vaksinasi booster mulai November 2022. Berdasarkan hasil uji klinis, booster IndoVac terbukti dapat meningkatkan titer antibodi dan netralisasi virus varian Omicron.

Artikel Lainnya: Alasan Penyintas COVID-19 Juga Perlu Divaksinasi

5. Efek Samping Vaksin Indovac

Disampaikan dr. Devia Irine Putri, berdasarkan uji klinis, vaksin IndoVac terbukti aman digunakan dan efektif untuk memberikan perlindungan terhadap COVID-19. Efek samping vaksin IndoVac pun dilaporkan bersifat ringan.

“Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah munculnya rasa nyeri di bekas area suntikan dan nyeri otot,” tuturnya.

Artikel Lainnya: Kemenkes Izinkan Vaksin Booster Kedua untuk Lansia

Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus berusaha mengajak masyarakat untuk melakukan vaksin primer dosis 1 dan 2 maupun booster pertama.

Vaksin booster kedua bahkan telah diizinkan untuk diberikan kepada lansia berusia di atas 60 tahun. Karena itu, jika kamu atau anggota keluargamu belum mendapatkan vaksin primer dan booster, segera lakukan vaksinasi.

Kamu bisa pakai vaksin IndoVac maupun jenis vaksin lainnya yang sudah diizinkan BPOM. Vaksin COVID-19 apa pun jenisnya, masih menjadi cara terbaik untuk memberikan perlindungan dari bahaya virus corona. Dengan melakukan vaksinasi, gejala infeksi coronavirus bisa lebih ringan.

Apabila kamu masih bingung memilih jenis vaksin terbaik untuk meningkatkan perlindungan, unduh aplikasi KlikDokter dan gunakan layanan Tanya Dokter untuk berkonsultasi secara langsung dengan ahlinya!

Yuk, #JagaSehatmu dengan menerapkan protokol kesehatan dan mendapatkan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan atau pos pelayanan vaksinasi supaya terhindar dari COVID-19.

(ADT/JKT)

coronavirus

Konsultasi Dokter Terkait