HomeInfo SehatCovid-19Syarat Menerima Vaksin COVID-19 Bivalen untuk Balita
Covid-19

Syarat Menerima Vaksin COVID-19 Bivalen untuk Balita

Siti Putri Nurmayani, 12 Des 2022

Ditinjau Oleh dr. Devia Irine Putri

Icon ShareBagikan
Icon Like

Vaksin COVID-19 bivalen sudah diperbolehkan diberikan kepada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun di AS. Ini syarat menerima vaksin COVID bivalen untuk balita.

Syarat Menerima Vaksin COVID-19 Bivalen untuk Balita

Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat telah memperbarui izin penggunaan darurat (EUA) vaksin covid balita untuk anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.

FDA mengizinkan anak di bawah lima tahun memperoleh vaksin COVID-19 bivalen Moderna dan Pfizer-BioNTech. Vaksin COVID untuk anak di bawah 5 tahun tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi SARS-CoV-2 bergejala berat pada balita.

Di bawah ini syarat menerima vaksin COVID-19 bivalen pada balita yang perlu Mama-Papa tahu:

1. Vaksin Booster Moderna untuk Balita

Vaksin Booster Moderna untuk Balita

Vaksin bivalen Moderna dan Pfizer adalah vaksin dengan formulasi baru yang bisa memicu sistem kekebalan menghasilkan dua jenis antibodi (perlindungan). Antibodi pertama untuk melawan strain asli virus corona. Antibodi kedua untuk melawan strain COVID-19 Omicron BA.4 dan BA.5.

Vaksin bivalen diharapkan dapat memperluas respons kekebalan tubuh balita. Manfaat vaksin bivalen lainnya, yaitu meningkatkan kekuatan maupun durasi perlindungan vaksin terhadap varian coronavirus yang beredar.

Di AS, anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Moderna asli (monovalen), kini boleh menerima booster Moderna bivalen.

Vaksin penguat Moderna bivalen boleh diberikan setidaknya dua bulan setelah anak Mama-Papa menerima dosis kedua vaksin primer Moderna.

2. Vaksin Penguat Pfizer untuk Balita

Anak-anak usia 6 bulan hingga 4 tahun yang belum divaksinasi akan mendapatkan dua dosis vaksin Pfizer formula asli. Lalu, vaksin penguatnya berupa vaksin Pfizer bivalen.

Apabila anak Mama-Papa telah memperoleh tiga dosis vaksin Pfizer formula asli, maka si kecil tidak boleh menerima vaksin Pfizer bivalen.

FDA menduga tiga dosis vaksin Pfizer formula asli masih bisa melindungi balita dari gejala berat infeksi COVID-19.

3. Bisa Diberikan Berbarengan dengan Imunisasi Lain

Disampaikan dr. Devia Irine Putri, pemberian vaksin COVID-19 pada balita dapat membantu meningkatkan sistem imunitas, menghindari gejala berat, maupun komplikasi akibat infeksi virus corona.

Untungnya, balita yang menerima vaksin COVID tetap boleh menerima imunisasi wajib untuk anak. Vaksin COVID-19 bisa diberikan di hari yang sama dengan imunisasi rutin. Nantinya, masing-masing vaksin disuntikkan pada lokasi yang berbeda.

Artikel Lainnya: Apakah Anak Perlu Tes COVID-19 Sebelum Divaksin?

4. Efek Samping Serupa dengan Vaksin COVID-19 Asli

Balita yang memperoleh vaksin bivalen Moderna maupun Pfizer, mungkin akan mengalami efek samping yang tak jauh berbeda dengan vaksinasi COVID-19 asli.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), AS, efek samping yang bisa dialami anak-anak, seperti:

  • Nyeri, bengkak, dan kemerahan di area suntikan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

Apabila si kecil mengalami bengkak di lokasi suntikan, dr. Devia menyarankan agar Mama-Papa memberikan kompres pada bagian tersebut. Jika anak mengalami nyeri dan demam, berikan dia parasetamol. Pastikan juga si kecil beristirahat dan minum yang cukup, ya!

Di Indonesia sendiri, pemberian vaksin untuk anak usia di bawah 6 tahun masih menanti persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jenis vaksin COVID untuk balita yang mungkin digunakan adalah Pfizer dan Sinovac.

Anak balita Mama dan Papa memang belum bisa memperoleh vaksin COVID-19. Namun, jangan lengah, tetap #JagaSehatmu dan keluarga dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Apabila memiliki pertanyaan lain seputar COVID-19, gunakan layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. Konsultasi bersama dokter jadi lebih mudah dan cepat!

(ADT/JKT)

coronavirus

Konsultasi Dokter Terkait