Covid-19

Bolehkah Ibu Menyusui Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter

Krisna Octavianus Dwiputra, 28 Des 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Banyak kondisi yang tidak memungkinkan untuk mendapat vaksin COVID-19. Lantas, bagaimana dengan ibu menyusui? Bolehkah ibu menyusui vaksin COVID-19? Ini kata dokter.

Bolehkah Ibu Menyusui Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter

Pemberian vaksin COVID-19 di Indonesia sudah mulai dilakukan. Namun, masih terdapat banyak perdebatan terkait siapa saja yang bisa dan boleh menerima vaksin tersebut dengan aman.

Salah satu golongan yang ikut galau terkait pemberian vaksin COVID-19 adalah ibu menyusui. Tak sedikit dari mereka yang juga bertanya: bolehkah ibu menyusui vaksin COVID-19? Apa saja efek vaksin COVID untuk ibu menyusui?

1 dari 3

Apakah Ibu Menyusui Boleh Vaksin COVID-19?

Keraguan ibu menyusui untuk menerima vaksin COVID-19 mungkin muncul karena orang-orang seperti mereka tidak disertakan dalam uji klinis beberapa waktu silam.

Walau begitu, sebagian besar ahli kesehatan dan organisasi resmi merekomendasikan agar ibu menyusui tetap menerima vaksin COVID-19. 

Namun, sebelum menerima vaksin, ibu menyusui wajib berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan guna memastikan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Hal tersebut pun disetujui oleh dr. Devia Irine Putri. Menurutnya, ibu menyusui tak perlu khawatir untuk menerima vaksin virus corona asalkan telah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Menyusui Mendapatkan Vaksinasi?

2 dari 3

Adakah Efek Vaksin COVID-19 untuk Ibu Menyusui?

Sebagian orang menganggap, vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada ibu menyusui dapat berefek pada kualitas ASI. Dengan demikian, bayi yang mengisap ASI tersebut juga dapat ikut merasakan efeknya.

Akan tetapi, dr. Devia mengatakan bahwa ibu menyusui tak perlu khawatir akan hal tersebut. Pasalnya, tidak ada bukti yang mengatakan vaksin COVID-19 dapat mempengaruhi kualitas ASI.

"Vaksin COVID tidak memberikan efek samping. Karena, yang digunakan adalah vaksin inactivated virus," jelas dr. Devia.

Vaksin tersebut menggunakan virus yang telah dimatikan atau tidak aktif, sehingga risiko munculnya efek samping tergolong rendah.

Dengan kata lain, vaksin dengan inactivated virus relatif aman bagi ibu menyusui. Bayi yang mengisap ASI dari ibu yang telah mendapat vaksin tersebut juga tidak akan mengalami kecacatan atau penyakit.

Artikel Lainnya: Bolehkan Ibu Hamil Menerima Vaksin Corona?

3 dari 3

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Ibu Menyusui Terima Vaksin COVID-19

Meski aman, bukan berarti vaksin COVID untuk ibu menyusui dapat diberikan sembarangan. 

Selain harus menunggu giliran untuk bisa mendapatkan vaksin tersebut, juga diperlukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut. 

Berdasarkan dr. Devia, ibu menyusui yang hendak mendapat vaksin COVID-19 perlu diskrining terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatannya. 

"Jika dalam keadaan layak, misalnya suhu tubuh normal dan tekanan darah baik, maka bisa mendapatkan vaksin," ucap dr. Devia.

Selain itu, dr. Devia juga mewajibkan ibu menyusui untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika mengalami kondisi medis tertentu. Hal ini untuk memastikan, apakah kondisi medis tersebut ‘bertabrakan’ dengan senyawa dalam vaksin atau tidak. 

Hal-hal tersebut tersebut tidak hanya wajib dilakukan oleh ibu hamil yang menerima vaksin SINOVAC, tapi juga Pfizer dan Moderna. 

Jadi, bolehkah ibu menyusui vaksin COVID-19? Boleh, asalkan telah diperiksa terlebih dahulu oleh dokter. Oleh karena itu, Anda tak perlu khawatir lagi dengan desas-desus yang tak pasti mengenai efek vaksin COVID untuk ibu menyusui.

Jika punya pertanyaan mengenai vaksin COVID untuk ibu menyusui, Anda bisa melakukan konsultasi secara langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

Menyusui
virus corona
vaksin