Covid-19

Biar Cepat Sembuh, Ini Deretan Vitamin untuk Pasien COVID-19

KlikDokter, 21 Jan 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Asupan vitamin tertentu dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan kondisi tubuh pasien COVID-19. Apa saja vitamin untuk COVID-19?

Biar Cepat Sembuh, Ini Deretan Vitamin untuk Pasien COVID-19

Agar kondisi tubuh pasien COVID-19 kuat melawan infeksi virus, dibutuhkan makanan, minuman, dan obat-obatan yang sesuai dengan keluhan. Di luar itu, ada satu lagi yang bisa meningkatkan kondisi tubuh, yakni suplemen atau vitamin.

Apa saja vitamin untuk COVID-19 agar keadaannya bisa segera membaik?

Vitamin yang Bagus untuk Pasien COVID-19

Baik dengan gejala maupun tidak, semua vitamin di bawah ini dapat dikonsumsi rutin, yaitu:

1. Vitamin D

Vitamin D merupakan nutrisi yang larut di dalam lemak dan penting untuk kesehatan serta fungsi sistem kekebalan tubuh.

Vitamin untuk penderita COVID-19 ini mampu meningkatkan jumlah sel darah putih yang merupakan bagian penting dari pertahanan kekebalan. Sama seperti vitamin C, vitamin D juga bisa mengurangi peradangan.

Bahkan, asupan vitamin D dapat meningkatkan respons tubuh terhadap pengobatan antivirus hepatitis C dan HIV.

Untuk dosisnya, biasanya seseorang butuh 1.000-4.000 IU per hari. Kekurangan vitamin D meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas, termasuk influenza, asma, dan alergi.

Artikel Lainnya: Sudah Sembuh dari COVID-19, Masih Perlu Konsumsi Vitamin D?

2. Zinc

Zinc merupakan mineral yang bisa juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan nutrisi ini secara signifikan memengaruhi kemampuan sistem kekebalan. Akibatnya, risiko infeksi termasuk pneumonia bisa meningkat.

Kondisi kekurangan zinc masih cukup umum ditemui. Biasanya, hal ini terjadi pada orang dewasa. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Nutrients, 30 persen orang dewasa tua kekurangan zinc.

Anjuran batas konsumsi zinc, yaitu 40 mg jangan sampai melebihi dosis ini. Mengonsumsi zinc berlebih justru dapat mengganggu fungsi penyerapannya dan meningkatkan risiko infeksi di dalam tubuh.

3. Vitamin B Kompleks

Vitamin B6 dan B12 termasuk vitamin untuk COVID-19 yang bisa membuat kondisi tubuh tetap prima. Pastikan untuk mendapatkan asupan vitamin B kompleks dari makanan sehari-hari maupun dari suplemen.

Beberapa makanan yang banyak mengandung vitamin B kompleks antara lain daging sapi, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

4. Selenium

Penelitian pada hewan menunjukkan, suplemen selenium dapat meningkatkan pertahanan antivirus terhadap strain influenza, termasuk H1N1.

Sebagai antioksidan yang kuat, selenium mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang mengalami gangguan autoimun.

5. Curcumin

Curcumin merupakan senyawa utama di dalam kunyit yang bersifat anti inflamasi sekaligus meningkatkan imunitas tubuh.

Dalam pengobatan Ayurveda dan Tiongkok, curcumin juga bertugas sebagai analgesik (anti nyeri) dan antiseptik.

6. Echinacea

Echinacea telah digunakan untuk mengobati pilek pada gangguan saluran pernapasan atas lainnya.

Lalu, kandungan ini dapat meningkatkan respons terhadap vaksin flu, khususnya pada pasien bronkitis atau asma.

Echinacea yang dikombinasikan dengan daun sage dan dibuat jadi semprotan tenggorokan mampu meredakan nyeri tenggorokan.

Artikel Lainnya: Rekomendasi Makanan yang Baik untuk Penderita Hipotiroid

7. Vitamin C

Vitamin yang satu ini memang sudah jadi andalan. Sebelum, selama, dan sesudah sakit, vitamin C menjadi asupan yang diburu di masa pandemi.

Bukan tanpa sebab, vitamin C merupakan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh dan mengurangi peradangan.

Vitamin untuk COVID-19 ini juga mampu memperbaharui sel-sel di dalam tubuh, sehingga orang yang sakit akan cepat pulih.

Selain dengan obat, gangguan saluran pernapasan atas seperti pilek dan batuk akibat virus juga dapat dilawan dengan vitamin C.

Berikut rekomendasi RDA (Recommended Dietary Allowance) mengenai dosis vitamin C harian yang benar dan batasan toleransi-nya:

  • Anak usia 1 – 3 tahun : 15 mg, batas toleransi 400 mg.
  • Anak usia 4 – 8 tahun : 25 mg, batas toleransi 650 mg.
  • Anak usia 9 – 13 tahun : 45 mg, batas toleransi 1200 mg.
  • Remaja 14 – 18 tahun : 65 – 75 mg, batas toleransi 1800 mg.
  • Wanita dewasa usia 19 tahun ke atas : 75 mg, batas toleransi 2000.
  • Pria dewasa usia 19 tahun ke atas : 90 mg, batas toleransi 2000.
  • Ibu hamil : 85 mg.
  • Ibu menyusui : 120 mg.

Asupan vitamin C bisa Anda dapatkan dari sayuran dan buah-buahan. Pastikan mengonsumsi sayur dan buah yang bervariasi setiap hari.

Apabila kadarnya dirasakan kurang, terutama di masa pandemi saat ini, Anda dapat menambahkan asupan suplemen vitamin C.

Pilih suplemen vitamin C yang bagus dengan kadar yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin Anda. 

Jangan konsumsi secara berlebihan, karena bisa berdampak buruk untuk kesehatan Anda. Misalnya, gangguan pencernaan seperti diare, mual dan perut kram.

Artikel Lainnya: Penyintas COVID-19 Masih Butuh Zinc dan Magnesium, Kenapa?

Selain itu, pilihlah suplemen vitamin C yang juga mengandung vitamin lain untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian Anda. Salah satu suplemen vitamin C dengan kandungan lengkap yang dimaksud adalah Oronamin C.

Oronamin C merupakan satu-satunya suplemen vitamin C yang disertai dengan vitamin B2, B3 dan B6, dan mengandung madu.

Suplemen ini pun bebas bahan pengawet, pewarna sintetis, dan pemanis buatan. Membuatnya menjadi suplemen vitamin C yang aman dikonsumsi sehari-hari.

Itu dia sejumlah asupan vitamin untuk pasien COVID-19 yang penting untuk dipenuhi. Kalau ingin konsultasi ke dokter seputar asupan vitamin, pakai fitur Tanya Dokter.

(PUT/AYU)

Advertorial
vitamin C
infeksi virus
Covid-19