Kekhawatiran masyarakat bertambah. Selain virus corona, abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Anak Krakatau yang semalam meletus (10/4) juga perlu diwaspadai. Pasalnya, ada risiko bahaya bagi kesehatan.
Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau meletus pada pukul 22:35 WIB. Peningkatan aktivitas gunung yang ada di Selat Suna antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra ini terekam oleh stasiun observasi di gunung tersebut.
Menurut data dari PVMBG lewat aplikasi Magma Indonesia milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada hari Sabtu (11/4), erupsi terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm.
Estimasi kolom abu mencapai ketinggian 657 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan pantauan CCTV pada pos pemantauan gunung berapi tersebut, abu vulkanik warna hitam dan abu-abu bergerak ke arah timur, dengan ketinggian 500 meter dari dasar kawah.
Disebutkan juga bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi pada pukul 05.44 WIB.
PVMBG juga menyebut, tingkat aktivitas gunung berapi yang muncul tahun 1927 itu berada pada level II atau waspada. Rekomendasinya adalah masyarakat atau wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 2 km.
Artikel lainnya: Tips Perlindungan Diri Saat Gunung Meletus
Waspada Bahaya Abu Vulkanis
:format(webp)/article/4ZcG4WXeC73BpUS_LjM02/original/004622200_1586585124-Waspada-Bahaya-Abu-Vulkanis-by-Pool--Susi-Air--Liputan6.com.jpg?w=3840&q=75)
Dikutip dari berbagai sumber, warga Kalianda, Lampung, yang berjarak 48 km dari Gunung Anak Krakatau melaporkan bahwa akibat erupsi, banyak warga yang mencium bau belerang menyengat dan terjadi hujan abu.
Akhirnya, banyak warga yang memilih untuk mengungsi. Tidak hanya karena hujan abu, tapi karena kekhawatiran akan potensi tsunami.
Abu vulkanik sendiri bersifat panas, sehingga sangat berbahaya jika dihirup oleh siapa pun. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, salah satu dampak yang paling terasa ketika menghirup abu vulkanik adalah munculnya gangguan pernapasan atas.
“Adanya udara tercemar akibat abu vulkanik bisa sangat berbahaya dan bisa menimbulkan infeksi saluran napas bagian atas seperti hidung, tenggorokan, hingga bagian trakea,” katanya.
Adapun beberapa gejalanya mulai dari iritasi hebat pada hidung, nyeri tenggorokan, batuk-batuk, dan suara jadi serak.
Meski bahaya abu vulkanik bisa mengenai siapa saja, tapi risiko akan lebih tinggi pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang-orang yang sudah memiliki penyakit kronis seperti asma, paru-paru, dan jantung.
Karenanya, warga sekitar harus tetap berada dalam ruangan tertutup atau mengungsi ke tempat yang aman dan jauh dari lokasi erupsi.
Artikel lainnya: Waspada 4 Penyakit Ini Jika Anda Terpapar Abu Gunung Merapi
Ancaman Abu Vulkanik bagi Kesehatan
:format(webp)/article/a5fUMgELHcpCe1XRYPKTo/original/030683900_1528450809-4CF4F52500000578-5811523-image-a-28_1528275261208.jpg?w=3840&q=75)
Beberapa penyakit yang bisa timbul akibat paparan abu vulkanik antara lain:
1. Gangguan Paru-paru Kronis
Jika dihirup oleh manusia dalam jangka waktu lama, maka abu vulkanik bisa menimbulkan penyakit jangka panjang, seperti gangguan paru-paru kronis.
Komponen yang ada di dalam abu vulkanik seperti mineral bisa berada di dalam paru dan akhirnya merusak sel-sel organ tersebut. Istilah medis dari kondisi ini adalah silikosis.
“Silikosis itu penyakit yang masuk dalam golongan pneumonitis, yang disebabkan karena adanya partikel yang menempel pada paru. Partikel asing ini akan menyebabkan jaringan paru jadi rusak dan membuat jaringan parut, yang akhirnya membuat paru-paru jadi lebih sulit untuk mengembang ketika bernapas,” dr. Sepriani menjelaskan.
2. Iritasi Mata dan Kulit
Selain masalah pada pernapasan, bisa juga terjadi iritasi di beberapa anggota tubuh lainnya, seperti mata dan kulit.
Dalam abu vulkanik, terdapat partikel yang dapat berbahaya bila sampai masuk ke dalam mata atau terkena kulit. Akibatnya, mata jadi merah, gatal, serta bisa disertai nyeri dan pembengkakan.
Pada kulit, abu letusan gunung berapi bisa menyebabkan ruam kulit yang merah dan gatal hebat. Biasanya, efek tersebut akan terjadi ketika seseorang menggunakan air yang sudah terkontaminasi abu atau partikel yang menempel akibat erupsi.
3. Perburukan Asma
Pada penderita asma, abu vulkanik bisa memicu kekambuhan atau perburukan. Saat kambuh, yang dialami penderita adalah rasa sesak yang luar biasa, dada terasa berat dan nyeri, suara napas terdengar mengi, dan batuk-batuk.
Artikel lainnya: Kenali Infeksi Saluran Pernapasan Akibat Erupsi Gunung Agung
Cara Melindungi Diri dari Paparan Abu Vulkanik
:format(webp)/article/fNIIJO1R4THRFGjEFBP5N/original/071870200_1526204125-Tips-Melindungi-Diri-dari-Abu-Vulkanik-Gunung-Merapi-By-Odua-Images-shutterstock_405350698.jpg?w=3840&q=75)
Untuk mencegah risiko di atas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari bahaya abu vulkanik, yaitu:
- Tutup jendela dan pintu rumah rapat-rapat. Karena, partikel abu yang sangat kecil bisa menyelinap masuk ke dalam rumah tanpa disadari. Anda juga dianjurkan untuk mematikan mesin pendingin udara dan kipas angin.
- Gunakan kacamata dan masker jika terpaksa harus keluar dari rumah. Ini penting guna mencegah abu masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mata.
- Ganti baju dan mandi sesering mungkin ketika Anda terpapar abu vulkanik. Abu tersebut mungkin saja menempel di rambut, lekukan tubuh, atau di pakaian.
- Jika Anda atau anggota keluarga memiliki keluhan sulit bernapas atau gatal di kulit dan mata, sebaiknya periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.
Pemerintah mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak panik, tapi tetap waspada akan Gunung Anak Krakatau yang baru meletus. Kurangi aktivitas di luar rumah, dan pakai pelindung seperti baju panjang, kacamata, dan masker bila harus keluar rumah. Manfaatkan fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi tentang bahaya erupsi dan abu vulkanik lainnya. Stay safe!
(RN/ RH)
:format(webp)/article/GhnwJwM7L7OT8PAnvhOGz/original/095313000_1586585123-Anak-Kratau-Erupsi-Waspada-Bahaya-Abu-Vulkaniknya-by-Pool--Susi-Air--Liputan6.com.jpg)