Kesehatan Anak

Pilihan Terapi Psikis untuk Anak Korban Bullying

Tri Yuniwati Lestari, 20 Feb 2024

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Bullying menjadi masalah yang cukup umum menimpa anak-anak. Ada beberapa pilihan terapi psikologis untuk membantu anak pulih dari trauma tersebut.

Pilihan Terapi Psikis untuk Anak Korban Bullying

Bullying atau perundungan merupakan bentuk penindasan yang dilakukan seorang atau sekelompok orang kepada pihak lainnya.

Hal ini dilakukan dengan sengaja untuk menyakiti baik fisik maupun psikis seseorang, serta dilakukan terus-menerus.

Baru-baru ini dikabarkan bahwa diduga anak presenter ternama VR, yaitu LR, menjadi pelaku perundungan dan kekerasan bersama dengan geng sekolahnya. Kejadian ini ramai diperbincangkan di X oleh warga net. 

Memang, bila dikaji lebih dalam, kebanyakan para pelaku perundungan memang bermaksud menyakiti korban.

Pelaku perundungan tersebut biasanya memiliki posisi kekuasaan yang lebih tinggi. Misalnya, anak-anak yang lebih tua atau dianggap popular.

Bahkan di era kemajuan teknologi ini, bullying dapat terjadi juga secara online yang disebut cyberbullying. 

Dampak dari perundungan berbeda-beda pada setiap korbannya. Meski begitu, seberapa bahaya bullying bagi anak-anak? Apa terapi psikis untuk korban bullying yang tepat?

Artikel lainnya: Peran Ayah saat Anak Down Syndrome Di-bully

Dampak Bullying Terhadap Anak

Dampak bullying dapat dibedakan menjadi dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek biasanya berupa ketakutan dan kecemasan yang dirasakan. Hal ini akan menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari. 

Pasalnya, korban akan merasa ketakutan terhadap lingkungan sosialnya, tidak percaya terhadap dirinya atau bahkan orang lain karena ia takut sewaktu-waktu kembali merasakan hal yang sama.

Anak juga dapat merasa sedih, malu, dan emosi negatif lainnya yang menyebabkan perilakunya turut terganggu. Anak menjadi senang menyendiri, agresif, memiliki masalah pola makan, pola tidur, dan sebagainya.

Jika dibiarkan atau terlambat terdeteksi, maka dapat mengakibatkan anak mengalami masalah psikis yang lebih dalam.

Untuk dampak jangka panjangnya, berikut beberapa kondisi yang bisa terjadi pada anak korban bullying:

  • Trauma terhadap masa kecilnya yang menjadi korban bully.
  • Persepsi yang buruk tentang diri sendiri, sehingga menilai dirinya buruk, tidak percaya diri, dan pemalu. Hal ini menghambat pengembangan diri dan kesejahteraan hidup.
  • Mengarah pada gangguan dan/atau masalah psikologis yang mengganggu keseharian, seperti depresi dan gangguan cemas.
  • Masalah atau kesulitan menjalin relasi harmonis dan sehat dengan orang lain.
  • Masalah perilaku akibat emosi negatif yang bertumpuk dan tidak terkelola dengan baik dan pengalaman bullying, misalnya perilaku menyakiti diri dan substance abuse.

Artikel lainnya: Orang-Orang Ini Rentan Jadi Korban Bullying 

Pilihan Terapi untuk Anak Korban Bullying

Bila orang tua mendeteksi anak menjadi korban bullying dan kesehatan mentalnya mulai terganggu, orang tua dapat membantunya untuk menjalani terapi.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai terapi yang bisa dilakukan untuk anak korban bullying:

1. Konseling

Konseling merupakan langkah pertama yang bisa diambil orang tua. Konseling dengan psikolog atau psikiater dapat membantu anak terbuka tentang pengalamannya mengenai tindakan bullying yang dialami.

Dalam sesi konseling, anak akan diminta bercerita mengenai apa yang dialaminya, dirasakannya, dilakukannya, dan harapannya. Nantinya, terapis akan membantu anak menemukan cara efektif untuk menghadapi situasi tersebut.

2. Psikoterapi

Psikoterapi merupakan salah satu metode yang umum dilakukan untuk menangani berbagai masalah kejiwaan dan mental.

Psikoterapi bisa membantu anak lebih mengenal, mengutarakan, serta mengelola perasaan yang dialami.

Terapi ini mungkin membutuhkan beberapa kali sesi. Anak akan terbantu untuk membangun kembali semangatnya dan lebih percaya diri.

Psikoterapi dapat dilakukan oleh psikolog ataupun psikiater. Mulanya anak akan melalui terapi individu.

Mungkin juga disarankan untuk berpartisipasi dalam sesi kelompok dengan anak-anak lain yang mengalami masalah serupa.

3. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

CBT atau terapi perilaku kognitif bisa menjadi cara untuk menyembuhkan korban bullying. CBT dapat membantu menata masalah dengan mengubah cara berpikir dan perilaku terhadap masalah yang dialami.

Misalnya pada tindakan penindasan yang berhubungan dengan kecemasan, depresi, penyalahgunaan zat, dan bunuh diri.

CBT akan membantu individu untuk lebih memahami pikiran dan perasaannya dalam kaitannya dengan situasi yang dihadapi.

Kemudian terapis akan membantu anak untuk mengidentifikasi masalah, mencoba mencari solusi, dan melatih untuk berpikir positif. Anak pun akan terbiasa memandang masalah tersebut dengan lebih baik.

4. Pengobatan

Bila depresi, kecemasan, atau stres pada korban bullying tidak cukup ditangani melalui psikoterapi dan CBT, mungkin akan disarankan untuk menjalani pengobatan oleh dokter atau psikiater.

Dokter mungkin akan merekomendasikan obat antikecemasan atau antidepresan dalam rencana perawatan. Obat-obatan ini dapat membantu anak merasa lebih relaks.

Pada anak dengan pemikiran ingin mengakhiri hidup atau sudah berbuat ke arah sana, maka perawatan psikiatri rawat inap diperlukan.

Artikel lainnya: Sering Tidak Disadari, Orangtua Bully Anak Sendiri!

5. Psikoedukasi

Terapi ini mengajar anak-anak tentang bullying, emosi, dan keterampilan untuk menyesuaikan diri dalam menghadapinya.

Ini membantu mereka memahami situasi yang dialami dan memberikan alat untuk mengatasinya. Psikoedukasi sangat penting dalam terapi untuk anak yang menjadi korban bullying.

Informasi dan pembelajaran diberikan kepada anak tentang bullying, emosi, dan keterampilan penyesuaian diri yang diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut.

6. Terapi Seni Drama

Dengan bermain peran dalam sesi drama, anak-anak memiliki kesempatan untuk mengungkapkan perasaan mereka, berpura-pura menjadi dalam situasi bullying, dan belajar keterampilan sosial dan emosional untuk mengatasi masalah.

Terapi Seni Drama adalah cara yang kreatif dan efektif untuk membantu anak-anak yang menjadi korban bullying mengatasi kesulitan emosional mereka.

Untuk menghilangkan trauma bullying, cara-cara di atas bisa dilakukan. Perjalanan menuju pemulihan bisa penuh tantangan, namun dengan kesabaran dan dukungan dari orang tua, anak akan mampu untuk bangkit kembali.

Anak mungkin tidak bercerita kepada orang tua mengenai apa yang dialami dan dirasakannya. Namun sebagai orang tua, tentu harus lebih peka terhadap kondisi psikis dan fisik anak setiap saat. 

Dampak bullying pada anak tidak bisa disepelekan begitu saja. Bila anak menjadi korban bullying, segera tindak lanjuti pelaku dan bicarakan dengan pihak yang bertanggung jawab seperti guru atau dengan orang tua pelaku.

Selain itu, bila anak mengalami masalah psikis, segera cari pertolongan agar mereka bisa diberikan terapi yang tepat. Peran orang tua sangat diperlukan dalam membantu pemulihan anak.

Orang tua bisa konsultasi lebih lanjut kepada dokter atau psikolog via fitur online Tanya Dokter. Kamu bisa cek kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat, dengan cara booking di Layanan Medis & Lab di KlikDokter!

Yuk, #JagaSehatmu dengan mengunduh aplikasi KlikDokter di Google Play dan App Store dan gunakan juga KALStore untuk beli suplemen dan vitamin untuk menjaga kesehatan Kamu.

Bullying
kesehatan mental