Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeIbu Dan anakKehamilan7 Penyebab Diare saat Hamil yang Perlu Diwaspadai
Kehamilan

7 Penyebab Diare saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Siti Putri, 28 Nov 2023

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Diare juga bisa dialami saat hamil. Ada beberapa penyebab dan faktor risiko terjadinya diare pada ibu hamil. Ketahui selengkapnya di sini.

7 Penyebab Diare saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Hampir setiap orang, termasuk ibu hamil, pasti pernah mengalami diare. Masalah kesehatan yang satu ini tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terlebih lagi pada bumil, ini bisa sangat mengganggu dan membahayakan kesehatan Mama dan janin.

Disampaikan dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc, diare merupakan suatu kondisi di mana terjadi perubahan frekuensi dan konsistensi buang air besar. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, diare bisa menyebabkan dehidrasi, bahkan malnutrisi.

Lalu, apa saja penyebab diare saat hamil? Mari ketahui sejumlah faktor risiko penyebab diare yang perlu Mama waspadai di bawah ini.

1. Perubahan Hormon

Ternyata, perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada fungsi saluran pencernaan. Berdasarkan American Pregnancy Association, terkadang hormon dapat menyebabkan proses pencernaan menjadi lambat.

Menurut dr. Nitish, kondisi ini bisa menyebabkan diare pada ibu hamil. Selain itu, perubahan hormon juga dapat menimbulkan keluhan produksi gas yang berlebih.

2. Perubahan Pola Makan yang Mendadak

Diare pada ibu hamil trimester 1 bisa terjadi karena adanya perubahan mendadak pada pola makan. 

Saat pertama kali mengetahui hamil, kebanyakan ibu melakukan perubahan pola makan untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup. Keadaan ini tentunya dapat menyebabkan sakit perut atau diare saat hamil muda.

3. Lebih Sensitif terhadap Makanan

Penyebab diare pada ibu hamil juga bisa karena sensitif terhadap makanan tertentu. Ini mungkin bisa terjadi pada makanan yang sering dikonsumsi sebelumnya, namun ketika kembali mengonsumsinya saat hamil bisa membuat Mama sakit perut atau diare.

“Diare juga dapat dipicu oleh konsumsi makanan yang mengandung gula alkohol, seperti sorbitol, xylitol, atau mannitol,” tutur dr. Nitish.

4. Konsumsi Vitamin sebelum Melahirkan

Mengonsumsi vitamin prenatal tentu sangat baik untuk kesehatan Mama dan bayi di dalam kandungan. Akan tetapi, vitamin juga bisa menyebabkan diare pada ibu hamil trimester 2 dan 3.

Selain vitamin, obat-obatan tertentu seperti antibiotik juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada ibu hamil. Oleh karenanya, pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat dan vitamin saat hamil.

5. Infeksi pada Usus

Ibu hamil diare juga bisa diakibatkan oleh gangguan yang terjadi pada usus, salah satunya infeksi pada usus.

Masalah pada usus bisa terjadi karena bakteri Escherichia coli, virus, dan parasit. Mama bisa terinfeksi organisme berbahaya ini karena konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

6. Penyakit Tertentu

Beberapa penyakit tertentu juga bisa menjadi penyebab diare pada ibu hamil, misalnya penyakit radang usus seperti penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, penyakit celiac, atau pertumbuhan bakteri berlebihan di usus.

Selain diare, kondisi ini biasanya dapat menimbulkan berbagai macam gejala lain, seperti sakit perut, kembung, penurunan berat badan, dan mual muntah.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Trimester Akhir Sering Diare, Normalkah?

7. Waktu Persalinan Semakin Dekat

Diare pada ibu hamil trimester 3 juga bisa menjadi tanda waktu persalinan yang semakin dekat. Biasanya, ini disertai dengan kontraksi rahim.

Kendati demikian, diare pada trimester 3 kehamilan tak selalu menandakan waktu persalinan yang sudah dekat.

Supaya lebih jelas, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Nantinya, dokter bisa membantu mencari tahu penyebab diare dan pengobatan yang tepat.

Pastikan untuk #JagaSehatmu dan bayi di dalam kandungan dengan rutin minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, Mama juga bisa konsumsi cairan yang mengandung elektrolit, seperti oralit.

Hindari juga makanan yang bisa membuat diare semakin parah, seperti produk susu, makanan yang tinggi lemak dan gula, serta minuman yang mengandung kafein.

Apabila gejala diare tak kunjung membaik, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Agar konsultasi lebih praktis, coba gunakan layanan Tanya Dokter dan Temu Dokter di aplikasi KlikDokter, ya!

(NM)

KehamilanTinjaPenyebab DiaremuntahDiare Saat HamilDiareDehidrasiIbu HamilHamil

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter