Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeGaya hidupSehat dan BugarPerut Buncit, Pertanda Penyakit Mematikan?
Sehat dan Bugar

Perut Buncit, Pertanda Penyakit Mematikan?

dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid, 21 Feb 2023

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Tahukah kamu, penyakit tertentu bisa memicu perut buncit. Apa saja sih penyakit penyebab perut buncit? Cek di sini ya.

Perut Buncit, Pertanda Penyakit Mematikan?

Masalah perut buncit sering kali dianggap sepele. Padahal, tak cuma mengganggu penampilan, perut buncit bisa jadi tanda gangguan kesehatan tertentu. Ada beberapa penyakit yang menyebabkan perut buncit. 

Dalam medis, perut buncit disebut juga obesitas sentral. Pada obesitas sentral, sebagian besar lemak dalam tubuh menumpuk di daerah perut. 

Kamu akan dianggap mengalami obesitas sentral apabila lingkar pinggang ≥90 cm pada pria dan ≥80 cm pada wanita.

Kebanyakan masalah perut buncit disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. 

Misalnya, diet tinggi lemak, pola hidup sedenter, dan terlalu banyak minum alkohol. Beberapa orang juga dapat memiliki perut buncit karena alasan genetik.

Selain hal-hal di atas, beberapa penyakit diketahui juga menyebabkan perut buncit dan bengkak. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Penyakit Liver

Salah satu gejala penyakit liver adalah perut yang membuncit dan bengkak yang disebut asites. 

Asites adalah kondisi ketika terjadi penumpukan cairan di perut. Kondisi ini sering membuat tidak nyaman. 

Cairan dapat juga menekan paru sehingga seseorang jadi sesak napas. 

2. Gizi Buruk

Gizi buruk atau kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi. Seseorang dengan kwashiorkor kekurangan asupan yang mengandung energi dan protein. 

Padahal, protein penting sekali dalam pembentukan sel-sel baru. Di samping itu, protein juga turut bantu proses perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.

Itulah sebabnya, gizi buruk menjadi salah satu penyebab perut buncit.

“Kekurangan protein menyebabkan perubahan tekanan hidrostatik dan onkotik di dinding pembuluh darah,” ujar dr. Atika saat dihubungi. 

“Efeknya, cairan keluar dari pembuluh darah dan menumpuk di luar pembuluh darah sehingga terjadilah bengkak (salah satunya di perut),” ujarnya lagi.

3. Gangguan pada Gastrointestinal (Sistem Pencernaan)

Beberapa masalah pada sistem pencernaan dapat menyebabkan penumpukan gas hingga menyebabkan gejala perut buncit. 

Beberapa penyakit penyebab perut buncit di sistem pencernaan itu antara lain adalah penyakit celiac, inflammatory bowel diseases (IBD), dan juga SIBO (small intestinal bacterial overgrowth).

Pada kondisi ini, penderita biasanya juga akan merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman di perut serta gangguan bentuk atau pengeluaran feses.

Artikel Lainnya: Perut Buncit, Keturunan atau Tidak?

4. Penyakit Ginjal

Penyakit yang menyebabkan perut buncit berikutnya adalah penyakit ginjal. Organ ginjal bekerja sebagai filter untuk mengeluarkan air dan produk sisa dari tubuh.

Saat proses tersebut terganggu atau tidak berfungsi dengan baik, terjadilah penyakit ginjal.

“Pembengkakan pada penderita penyakit ginjal cenderung disebabkan oleh menumpuknya cairan akibat tidak berfungsinya ginjal dengan maksimal untuk membuang cairan berlebih,” ujar dr. Atika.

“Ditambah lagi, kondisi kekurangan protein akibat hilangnya protein lewat urine, sehingga terjadi perubahan tekanan cairan dalam pembuluh darah. Akibatnya, banyak cairan yang keluar dari pembuluh darah dan sebabkan bengkak," ia menambahkan.

Hal tersebut lantas menyebabkan penumpukan cairan di kaki, tangan, termasuk juga area perut.

5. Kanker Perut Stadium Akhir

Kanker perut adalah kondisi keganasan sel abnormal di organ perut. Pada tahap awal, kondisi ini terkadang tidak menimbulkan gejala. 

Namun, beberapa penderita dapat merasakan gejala gangguan pencernaan dan nyeri di bagian atas perut. 

Artikel Lainnya: Daftar Makanan yang Menyebabkan Perut Cepat Buncit 

Pada stadium lanjut, kanker perut dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, berat badan turun tanpa alasan jelas, muntah darah, dan tinja berwarna hitam.

Ketika kanker sudah bermetastasis, misalnya di dalam perut, penderita dapat merasakan cairan memenuhi bagian perut. Pada kondisi ini, perut mungkin terlihat bengkak dan membuncit.

Itulah beberapa alasan dan penyebab perut buncit. Bila kamu memiliki perut buncit, terlebih diikuti keluhan-keluhan yang mengganggu, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. 

Bila kamu punya pertanyaan lebih lanjut seputar topik ini, silakan berkonsultasi dengan dokter melalui Tanya Dokter 24 di aplikasi KlikDokter.

(HNS/NM)

penyakit mematikanPerut BuncitObesitas

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter