Diet dan Nutrisi

11 Manfaat Kalium (Potasium) untuk Kesehatan Tubuh

dr. Arina Heidyana, 15 Nov 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Ada beberapa manfaat potasium yang sangat baik bagi tubuh. Yuk, simak dan cari tahu sumber potasium.

11 Manfaat Kalium (Potasium) untuk Kesehatan Tubuh

Potasium atau kalium adalah salah satu dari tujuh mineral esensial yang penting untuk tubuh. Manfaat kalium sangat beragam mulai dari menjaga fungsi ginjal, jantung, otot, hingga meneruskan sinyal saraf ke seluruh tubuh. 

Untuk menjalankan fungsinya, tubuh membutuhkan asupan kalium yang cukup. Karena tubuh tidak memproduksi potasium, kebutuhan harian mineral ini bisa kamu penuhi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung potasium.

Makanan yang Mengandung Potasium

Kebutuhan potasium tiap orang berbeda-beda berdasarkan usianya, berikut rinciannya:

  • 0-6 bulan: 400 miligram
  • 7-12 bulan: 700 miligram
  • 1-3 tahun: 3.000 miligram
  • 4-8 tahun: 3.800 miligram
  • 9-13 tahun: 4.500 miligram

Sejumlah lembaga kesehatan di dunia menyarankan agar orang dewasa memenuhi kebutuhan potasium sebanyak 3500 mg per hari melalui makanan.

Nah, untuk memperoleh kebaikan potasium, kamu dapat mengonsumsi makanan yang mengandung mineral ini, di antaranya:

  • Alpukat
  • Ubi manis
  • Kale
  • Salmon
  • Pisang
  • Kiwi
  • Jeruk
  • Nanas
  • Sayuran berdaun hijau
  • Kacang polong
  • Bayam
  • Jamur Portobello
  • Kentang putih
  • Ubi rambat
  • Kacang pinto
  • Ubi merah

Artikel lainnya: Awas, Kebanyakan Makan Pisang Ambon Bisa Sebabkan Hal Ini!

Manfaat Potasium bagi Tubuh

Di Balik Fenomena Laki-Laki Berotot

Dengan memenuhi kebutuhan potasium harian, sejumlah manfaat kesehatan bisa diperoleh. Berikut manfaat kalium bagi tubuh:

1. Melawan Osteoporosis

Seiring bertambahnya usia, tulang cenderung rapuh sehingga rentan terjadi osteoporosis, yaitu kondisi hilangnya kepadatan tulang. 

Tulang juga makin melemah akibat tubuh mengandung banyak asam. Salah satu pemicunya adalah terlalu banyak konsumsi daging dan susu.

Makanan yang mengandung potasium, seperti buah-buahan dan sayuran dapat memperlambat terjadinya osteoporosis.

2. Menjaga Keseimbangan Cairan

Tubuh manusia terdiri dari 60 persen cairan. Sebesar 40 persen cairan berada di dalam sel (cairan intraseluler), sedangkan 20 persen lainnya berada di luar sel (ekstraseluler).

Jumlah cairan di dalam maupun di luar sel dipengaruhi oleh elektrolit dari potasium dan natrium. Fungsi potasium adalah menentukan jumlah air di dalam sel, sedangkan natrium berperan sebagai elektrolit utama di luar sel. 

Karena itu, menjaga keseimbangan elektrolit natrium dan kalium sangatlah penting. Jika tidak, tubuh kamu bisa mengalami dehidrasi yang pada akhirnya dapat memengaruhi kerja ginjal dan jantung.

3. Mencegah Batu Ginjal

Lebih banyak asam dalam tubuh bisa memicu timbulnya batu ginjal. Nah, manfaat tercukupinya potasium bisa membantu menghilangkan asam penyebab terbentuknya batu ginjal.

4. Membantu Kerja Fungsi Saraf Tubuh

Sistem saraf tubuh bermanfaat sebagai pengirim pesan antara otak dengan tubuh. Pesan-pesan tersebut disampaikan dalam bentuk impuls saraf.

Impuls saraf terdiri dari ion natrium yang bergerak ke dalam sel dan ion potasium yang bergerak ke luar sel. Apabila kebutuhan kalium tidak tercukupi, maka impuls saraf yang dihasilkan tubuh akan berkurang.

Artikel lainnya: Kabar Baik, Buah Pisang Bisa Bantu Cegah Hipertensi!

5. Membantu Kinerja Otot

Jika diperoleh secara tepat, kegunaan potasium dapat membantu kerja otot jadi lebih baik. Sebaliknya, kekurangan atau kelebihan potasium justru bisa membuat otot-otot melemah dan mudah terjepit sehingga tidak berfungsi dengan baik.

6. Membantu Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Natrium dalam garam dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gagal jantung. Tercukupinya kebutuhan potasium dapat membantu kamu menyingkirkan natrium dan meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah.

7. Membantu Mencegah Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terbatas atau terputus. Sering kali penyakit ini disebabkan pembuluh darah pecah atau tersumbat. Tekanan darah tinggi dapat membuat kondisi tersebut makin parah.

Dalam kadar yang tepat, manfaat kalium bisa mencegah terjadinya stroke. Tanda-tanda stroke, termasuk bicara cadel, lengan melemah, hingga sulit menggerakkan satu sisi tubuh pun bisa dihindari. 

8. Menyeimbangkan Gula Darah

Kalium diperlukan untuk membantu pankreas menghasilkan insulin. Karena itu, banyak peneliti berusaha menelusuri hubungan antara kalium dengan kadar glukosa (gula darah) dan diabetes.

Sebuah studi tahun 2015 di Journals of Gerontology mengevaluasi dampak kalium pada kadar glukosa lansia berusia 65 tahun. Hasil riset mengungkapkan bahwa kurangnya asupan kalium bisa meningkatkan produksi insulin, tetapi bisa mengurangi sensitivitasnya. 

Studi lainnya yang dimuat jurnal Plos One pada tahun 2016, menemukan bahwa dibandingkan orang yang memiliki kadar kalium lebih tinggi (≥4.5mmol/L), mereka yang memiliki kadar kalium lebih rendah (<4.0mmol/L) memiliki glukosa puasa lebih besar.

Artikel lainnya: Benarkah Kekurangan Kalium Picu Diabetes?

9. Membantu Kinerja Otot Jantung

Fungsi potasium juga penting untuk kesehatan jantung. Mineral ini diperlukan sel otot jantung untuk membantu menjaga detak jantung yang teratur.

Ketika kadar kalium dalam darah terlalu tinggi, jantung bisa melebar dan lembek. Kontraksi jantung pun melemah sehingga detak jantung jadi tidak normal.

Saat tidak berdetak dengan semestinya, jantung tidak dapat memompa darah ke otak, organ, dan otot secara efektif. Berbagai masalah kesehatan terkait jantung pun muncul.

10. Mengurangi Retensi Cairan di Tubuh

Manfaat kalium selanjutnya, yaitu mengurangi retensi cairan. Retensi cairan adalah kondisi cairan berlebih menumpuk di dalam tubuh.

Studi menunjukkan asupan kalium yang tinggi dapat meningkatkan produksi urine dan mengurangi kadar natrium sehingga membantu mengurangi retensi cairan.

11. Mencegah Gangguan Pencernaan

Kegunaan potasium lainnya adalah membantu menyampaikan sinyal dari otak ke otot polos yang terletak di sistem pencernaan. Sinyal-sinyal ini merangsang kontraksi yang membantu sistem pencernaan mengaduk dan mendorong makanan sehingga dapat dicerna.

Apabila kadar kalium rendah, kontraksi sistem pencernaan menjadi lebih lemah sehingga memperlambat pergerakan makanan. Hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti kembung dan sembelit.

Artikel lainnya: Punya Penyakit Ginjal, Hindari Konsumsi Makanan Ini

Efek Jika Kekurangan dan Kelebihan Potasium 

Motion Sickness, Penyebab Mual dan Muntah Saat Main Game

Kekurangan potasium bisa memicu beberapa masalah kesehatan serius, begitu pula sebaliknya. Berikut efek kekurangan dan kelebihan potasium bagi tubuh:

Dampak Kekurangan Potasium

Gejala kekurangan potasium atau hipokalemia tergantung seberapa parah kamu kekurangan kadar kalium. Apabila kekurangannya sedikit, seperti karena banyak berkeringat setelah berolahraga dengan intensitas tinggi, kadar potasium akan kembali normal setelah kamu makan atau minum cairan berelektrolit sebelum gangguan terjadi. 

Sebaliknya, saat tubuh kehilangan banyak kalium, sejumlah gejala berikut bisa kamu rasakan:

  • Lelah berlebihan
  • Spasme otot, merasa lemah, atau keram otot
  • Irama jantung yang tidak teratur
  • Sembelit, mual, dan muntah

Dampak Kelebihan Potasium

Kelebihan potasium atau hiperkalemia bisa disebabkan sejumlah kondisi, seperti:

  • Konsumsi terlalu banyak suplemen potasium
  • Penyakit ginjal
  • Berolahraga berkepanjangan dalam satu waktu
  • Penggunaan kokain
  • Penggunaan obat yang menahan potasium dalam tubuh
  • Kemoterapi
  • Diabetes
  • Luka bakar yang luas

Gejala yang paling sering muncul saat mengalami hiperkalemia adalah detak jantung tidak teratur alias aritmia. Apabila kasusnya parah, hiperkalemia bahkan dapat memicu kematian.

Kasus hiperkalemia ringan biasanya tidak menunjukkan gejala. Cara memastikannya bisa melalui pengambilan sampel darah dan pemeriksaan kadar potasium dan elektrolit lainnya.

Artikel lainnya: 21 Makanan Penurun Darah Tinggi Alami yang Ampuh

Sederet manfaat kalium di atas bisa kamu peroleh dengan mencukupi kebutuhan harian mineral satu ini. Agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan, #JagaSehatmu dengan mencukupi asupan potasium sehingga kadarnya tidak berlebihan ataupun kekurangan.

Unduh aplikasi KlikDokter dan gunakan fitur Tanya Dokter untuk konsultasi dengan ahli gizi klinik seputar manfaat nutrisi lainnya, ya!

(ADT/JKT)

Potasium