Masalah Jantung dan Pembuluh Darah

Henoch-Schonlein Purpura

dr. Sara Elise Wijono MRes., 24 Jan 2023

Ditinjau Oleh

Henoch-Schonlein Purpura (HSP) adalah peradangan pada pembuluh darah yang muncul secara akut dan bisa menyeluruh di tubuh. Ini penjelasan lengkapnya.

Henoch-Schonlein Purpura

Henoch Schonlein Purpura

Dokter spesialis 

Spesialis anak

Gejala 

Ruam purpura, nyeri perut

Faktor risiko 

Anak-anak, jenis kelamin laki-laki, pasca-infeksi

Cara diagnosis

Berdasarkan kriteria diagnosis (dari gejala)

Pengobatan 

Suportif sesuai gejala

Obat 

Antiradang, antinyeri

Komplikasi

Gagal ginjal, perdarahan saluran cerna

Kapan harus ke dokter?

Adanya purpura (ruam kulit), khususnya pada tungkai bawah

Pengertian 

Henoch-Schonlein Purpura (HSP) adalah peradangan pembuluh darah kecil. Kondisi peradangan pembuluh darah kecil ini sering kali disebut sebagai vaskulitis

Pembuluh darah di beberapa bagian tubuh teriritasi dan membengkak, menyebabkan timbulnya ruam (perdarahan di kulit), serta bisa menyerang ginjal dan usus.

Penyakit ini jarang ditemui, kejadiannya sekitar 14 per 100.000 populasi. Meski bisa menyerang kelompok usia berapa pun, penyakit HSP lebih sering terjadi pada anak di usia bawah 10 tahun.

Selain itu, HSP biasanya tidak serius. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini akan sembuh dalam waktu 4–6 minggu.

Namun, pada kasus tertentu, peradangan dapat berakibat komplikasi serius, misalnya intususepsi (lipatan abnormal di usus), orkitis (bengkak pada testis), serta gagal ginjal.

Penyebab 

Henoch-Schonlein Purpura disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang kemungkinan muncul karena kejadian infeksi sebelumnya.

Infeksi ini dapat berasal dari bakteri ataupun virus pada tenggorokan, saluran napas, dan paru-paru.

HSP tidak menular dan tidak diturunkan. Pada beberapa kasus yang jarang, HSP dihubungkan dengan vaksinasi tifoid, kolerademam kuning, measles, hepatitis B, makanan, obat-obatan (khususnya antibiotik dan antikejang), bahan kimia, gigitan serangga, dan cuaca dingin.

Artikel lainnya: Gejala Henoch-Schonlein Purpura pada Anak 

Faktor Risiko  

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena HSP, yaitu:

  • Anak-anak (90 persen kasus ditemui pada anak di bawah 10 tahun)
  • Jenis kelamin laki-laki 
  • Pasca-infeksi, khususnya saluran pernapasan atas

Gejala 

Penyakit HSP akan menampakkan gejala klasik, seperti:

  • Ruam kulit (purpura) berupa bintik merah keunguan atau memar kecil, biasanya pada bokong, siku, kaki, wajah dan tubuh bagian atas. Ruam menonjol sehingga akan terasa jika diraba. 

Terkadang, dapat muncul rasa gatal pada area ruam. Ruam ini ditemui pada semua kasus penyakit HSP pada anak.

  • Nyeri sendi pada lutut dan pergelangan kaki yang bisa membengkak, hangat, dan nyeri ketika disentuh. Gejala sendi ditemui pada 60-84 persen kasus penyakit HSP.
  • Gejala pencernaan, berupa mual, muntah, sakit perut, atau perdarahan saluran cerna. Sering kali, gejala HSP ini muncul sebelum ruam kulit timbul. Gejala pencernaan ditemui pada 35-85 persen kasus.
  • Gejala lain yang cukup berat bisa berupa darah pada urine atau tinja, juga muntah dan diare.
  • Gejala infeksi seperti demam, nyeri kepala, nyeri otot juga dapat timbul sebelum ruam karena HSP berhubungan dengan infeksi sebelumnya.
  • Bisa pula ditemui gejala pada organ ginjal, seperti protein pada urine, hipertensi, edema (bengkak) pada mata, dan pergelangan kaki. Gejala ini ditemui pada 20-50 persen pasien HSP.
  • Gejala yang jarang terjadi (2-8 persen) adalah pada sistem saraf pusat, yaitu nyeri kepala, kejang, perdarahan otak, kelumpuhan setengah badan, dll.

Diagnosis 

Dokter akan mendiagnosis Henoch-Schonlein Purpura (HSP) dari gejala yang timbul, riwayat penyakit, dan pemeriksaan fisik. 

Menurut American College of Rheumatology, terdapat empat kriteria untuk memastikan penyakit HSP. Adanya 2 dari 4 kriteria ini sudah memastikan diagnosis.

Kriterianya adalah sebagai berikut:

  • Adanya ruam kulit berupa purpura yang teraba
  • Usia kurang atau sama dengan 20 tahun saat gejala penyakit muncul
  • Adanya nyeri pada seluruh lapang perut, atau didiagnosis dengan iskemia usus disertai diare berdarah (bowel angina)
  • Hasil pemeriksaan biopsi kulit menemukan adanya granulosit pada dinding pembuluh darah

Artikel lainnya: Muncul Memar di Kulit? Waspadai Risiko Penyakitnya 

Sementara itu, European League Against Rheumatism/Pediatric Rheumatology European Society mendiagnosis penyakit HSP jika ditemui kebanyakan purpura di tungkai bawah (wajib), ditambah setidaknya satu dari empat kriteria berikut:

  • Nyeri sendi atau peradangan sendi yang terjadi baru-baru ini (akut)
  • Nyeri perut menyeluruh yang baru terjadi (akut)
  • Adanya dampak pada ginjal, berupa protein atau darah pada urine 
  • Pemeriksaan mikroskop jaringan menunjukan hasil khas (leukocytoclastic vasculitis atau proliferative glomerulonephritis with IgA deposits)

Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis, seperti:

  • Tes darah dilakukan untuk memeriksa tanda infeksi dan fungsi ginjal
  • Tes urine dilakukan untuk memeriksa adanya darah atau protein pada urine
  • Tes tekanan darah untuk memeriksa adanya kemungkinan hipertensi yang juga berhubungan dengan gangguan ginjal 
  • Biopsi kulit dapat dilakukan jika dokter masih tidak yakin dengan diagnosis HSP
  • USG dan biopsi ginjal mungkin dilakukan jika terjadi masalah ginjal

Pengobatan 

Penyakit Henoch-Schonlein Purpura (HSP) biasanya tidak serius dan dapat sembuh sendiri (94 persen anak dan 89 persen dewasa sembuh sendiri) dalam waktu 2-6 minggu.

Penderita dapat menjalani rawat jalan ke dokter. Ruam, nyeri sendi, dan nyeri perut biasanya akan sembuh tanpa pengobatan.

Oleh karena itu, pengobatan yang diberikan tidak bersifat spesifik untuk penyakit HSP. Pengobatan HSP lebih bersifat suportif atau untuk meredakan gejala yang dirasakan pasien.

Pasien disarankan banyak istirahat, juga mengangkat tungkai yang terdampak untuk mencegah ruam purpura.

Obat antiradang seperti ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri sendi. Namun, kamu dianjurkan berhati-hati menggunakannya karena obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh mereka yang memiliki gangguan ginjal atau usus. 

Untuk kasus semacam ini, kamu dapat menggunakan obat antinyeri paracetamol. Obat golongan steroid juga terkadang dipakai demi meringankan nyeri perut.

Artikel lainnya: Gejala Trombositopenia yang Mesti Anda Waspadai 

Pencegahan 

Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab peradangan Henoch-Schonlein Purpura (HSP). Karena itu cukup sulit melakukan tindakan pencegahan yang berarti.

Saat infeksi terjadi pada anak, usahakan si kecil mendapat penanganan dari dokter. Pastikan juga anak mendapat nutrisi yang baik, menjalani tidur, serta cukup istirahat. 

Selain itu, lakukan cara-cara untuk memperbaiki dan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

Komplikasi 

Beberapa komplikasi penyakit HSP yang dapat muncul adalah:

  • Pada ginjal: glomerulonefritis, hemorrhagic cystitis, sindrom nefrotik, gagal ginjal, sumbatan saluran ginjal
  • Pada saluran cerna: intususepsi, perforasi usus, infark usus, sumbatan saluran cerna , perdarahan saluran cerna, pankreatitis 
  • Pada paru: perdarahan alveoli, efusi pulmonal
  • Pada sistem saraf pusat: kebutaan, kelumpuhan, kejang, perdarahan otak, dll
  • Pada bagian tubuh lainnya: peradangan jantung (miokarditis), peradangan buah zakar (orkitis), pembengkakan skrotum, buah zakar terpuntir (torsio testis)

Kapan Harus ke Dokter?

Jika ada ruam yang dapat teraba, khususnya pada tungkai bawah, disertai anak yang tampak kurang fit.

#JagaSehatmu sedari dini. Jangan tunggu sakit! Download aplikasi KlikDokter untuk mengetahui info-info kesehatan yang kamu butuhkan.

[HNS]

Reamy, B. V., Williams, P. M., & Lindsay, T. J. (2009, October 1). Henoch-Schönlein Purpura. American Family Physician. Retrieved July 14, 2022, from https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2009/1001/p697.html 

Tendean, S., & Siregar, S. P. (n.d.). Purpura Henoch-Schã¶nlein. Sari Pediatri. Retrieved July 14, 2022, from https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/868/802