Sukses

Pengertian Ibuprofen

Ibuprofen mengandung Ibuprofen yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit dari berbagai kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kram menstruasi, nyeri otot, atau nyeri persendian. Ibuprofen juga digunakan untuk mengurangi demam dan untuk meringankan rasa sakit dan nyeri ringan akibat flu. Ibuprofen bekerja dengan menghalangi produksi tubuh Anda dari zat alami tertentu yang menyebabkan peradangan sehingga membantu untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, atau demam. Hindari penggunaan Ibuprofen pada wanita hamil dan menyusui.

Keterangan Ibuprofen

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Analgesik
  • Kandungan: Ibuprofen 200 mg ; Ibuprofen 400 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Indofarma ; First Medifarma ; Promedrahardjo Farmasi ; Novapharin ; Yarindo ; Ifars ; Tempo Scan Pasific; Rama Emerald Multi Sukses; Phapros ; Harbat Farma ; Holi pharma ; Mulia Farma ; Erela ; Balatif ; Phyto Kemo Agun Farma.

Kegunaan Ibuprofen

Ibuprofen digunakan sebagai Obat Pereda Nyeri dan Demam.

Dosis & Cara Penggunaan Ibuprofen

Meredakan rasa sakit pada orang dewasa: 
400-800 mg tiap 6 jam sekali. Maksimal dosis per hari adalah 3,2 gram.

Rheumatoid arthritis pada anak-anak usia 16 tahun ke bawah (juvenile rheumatoid arthritis):
30-40 mg per hari dengan dibagi menjadi 3-4 kali jadwal pemberian. Maksimal dosis per hari adalah 2,4 gram.

Demam:
Dewasa: 200-400 mg per 4-6 jam sekali. Dosis maksimal per hari adalah 1,2-2,4 gram.Anak-anak usia 6 bulan-12 tahun: 10 mg/kg tiap 6-8 jam. Dosis maksimal per hari adalah 40 mg/kg.

Nyeri ringan dan sedang:
Dewasa: 200-400 mg per 4-6 jam sekali. Dosis maksimal per hari adalah 1,2-2,4 gram.Anak-anak usia 6 bulan – 12 tahun: 4-10 mg/kg tiap 6-8 jam.

Osteoarthritis dan rheumatoid arthritis pada orang dewasa:
400-800 mg tiap 6-8 jam. Dosis maksimal per hari adalah 3,2 gram.

Nyeri haid:
200-400 mg tiap 4-6 jam. Dosis maksimal per hari adalah 1,2-2,4 gram.

Efek Samping Ibuprofen

Efek Samping yang dapat terjadi saat mengonsumsi obat ini antara lain:
1. Mual dan muntah
2. Perut kembung
3. Nyeri ulu hati
4. Gangguan pencernaan
5. Diare atau konstipasi
6. Sakit kepala
7. Tukak lambung
9. Muntah darah
10. Tinja berwarna hitam atau disertai darah

Kontraindikasi:
Hindari pengunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau NSAID lainnya.
  • Riwayat perdarahan gastrointestinal, perforasi, atau ulserasi terkait terapi NSAID.
  • Ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan.
  • Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi cangkok bypass arteri koroner.
  • Gangguan ginjal atau hati berat.
  • Kehamilan (trimester ketiga).

Interaksi Obat:

  • Risiko perdarahan saluran pencernaan akibat ibuprofen dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan warfarin, kortikosteroid, obat penghambat penyerapan serotonin selektif (SSRIs), serta aspirin.
  • Dapat menurunkan kandungan natrium pada urine jika dikonsumsi bersamaan dengan obat diuretik.
  • Dapat mengurangi efek antihipertensi dari penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors) atau penghalang reseptor angiotensin II (ARBs).
  • Tingkat toksisitas ibuprofen dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan lithium atau methotrexate. Selain itu, tingkat toksisitas ibuprofen bagi ginjal juga dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan tacrolimus dan cyclosporine.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ibuprofen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.