Sukses

Nama generik: ibuprofen

Golongan: obat bebas terbatas

Merek Dagang : Bufect, Brufen, Axofen, Novaxifen, Dolofen, Etafen, Farsifen, Proris, Ibufen

Harga Ibuprofen: 

  • Harga tablet ibuprofen Rp2.000 - Rp12.000/strip
  • Harga sirup ibuprofen Rp5.000 - 18.000/botol

Pengertian Ibuprofen

Ibuprofen mungkin tak asing lagi di telinga Anda. Obat ini banyak digunakan untuk mengatasi sakit gigi, dan juga nyeri haid, atau demam.

Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Mereka bekerja dengan menurunkan hormon penyebab peradangan dan rasa sakit di tubuh.

Pereda nyeri ini digunakan untuk mengurangi demam, mengobati rasa sakit, atau peradangan yang disebabkan oleh berbagai kondisi. 

Misalnya, sakit kepala, sakit gigi, sakit punggung, radang sendi, kram menstruasi, atau cedera ringan.

Ibuprofen digunakan pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 6 bulan.

Obat tersebut juga tergolong bebas terbatas. Ibuprofen tablet dan sirup bisa dibeli bebas. Namun, untuk sediaan injeksi membutuhkan resep dokter.

Nah, meski sudah dikenal luas, berikut informasi lengkap seputar ibuprofen yang perlu Anda ketahui.

Artikel lainnya: Penyebab Gusi Sakit yang Harus Diwaspadai

Keterangan  Ibuprofen

1. Golongan

Obat bebas terbatas

2. Kategori

Analgesik

3. Kandungan

Tablet Ibuprofen 200 mg; Ibuprofen 400 mg. Sirup Ibuprofen 100 mg/5 mL; Ibuprofen 200 mg/5 mL. Injeksi Ibuprofen 100 mg/mL.

4. Kemasan

Boks (10 Strip @10 tablet); botol sirup (@ 60 mL); vial injeksi 4ml

5. Merek Dagang 

Tablet dan sirup: Bufect, Brufen, Axofen, Novaxifen, Dolofen, Etafen, Farsifen, Proris, Ibufen

6. Produksi 

Tablet dan Sirup: Novapharin; Tempo Scan; Harsen; Imfarmind Farmasi Industri; First Medifarma; Sampharindo; Rama Emerald; Bernofarm. 

Injeksi: PT. Pratapa Nirmala.

Kegunaan  Ibuprofen

1. Indikasi

Obat ibuprofen digunakan untuk meredakan nyeri serta demam.

Sering kali obat ini dikonsumsi saat sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, asam urat, artritis dan peradangan lain di tubuh.

2. Kontraindikasi

Sebaiknya hindari penggunaan ibuprofen pada pasien yang alergi pada obat ini, termasuk pasien dengan gejala asma. 

Anda yang alergi pada obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) lainnya juga tidak disarankan konsumsi ibuprofen.

Hindari juga penggunaanya pada pasien dengan riwayat pendarahan pada gastrointestinal, gangguan hati cukup berat, dan gagal jantung.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Gigi Setelah Ditambal

Cek Dosis Umum dan Aturan Pakai Ibuprofen

  1. Dosis Ibuprofen untuk Gejala Demam

  • Orang dewasa: berikan ibuprofen 200-400 mg setiap 4-6 jam sekali, dengan dosis maksimal 1.2-2.4 gr/hari. 
  • Anak-anak 6 bulan-12 tahun: berikan 10 mg/kg setiap 6-8 jam, dosis maksimal 40 mg/kg/hari.
  1. Dosis Ibuprofen untuk Mengatasi Nyeri

  • orang dewasa, termasuk nyeri akibat rematik, berikan ibuprofen 400-600 mg setiap 6 jam dengan dosis maksimal 3,2 gr/hari.
  • nyeri ringan atau sedang atau untuk nyeri haid, berikan ibuprofen 200-400 mg setiap 4-6 jam dengan dosis maksimal 1,2-2,4 gr/hari. 
  • anak-anak usia 6 bulan-12 tahun bisa diberikan Ibuprofen 4-10 mg/kg setiap 6-8 jam.

Efek Samping Ibuprofen

Tidak selalu, tapi efek samping tertentu bisa timbul selama penggunaan Ibuprofen.

Misalnya, mual, muntah, perut kembung, diare, konstipasi, nyeri ulu hati, sakit kepala, tukak lambung, muntah darah, dan tinja berdarah. 

Segera hubungi dokter jika dirasa efek samping yang terjadi sangat berat.

Bagaimana Cara Penyimpanan Ibuprofen yang Benar?

Simpanlah obat Ibuprofen pada suhu 20-25 derajat Celsius.

Artikel lainnya: Sering Sulit Menelan Bisa Jadi Tanda Kanker Kepala dan Leher

Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Mengonsumsi Ibuprofen?

Sebelum menggunakan Ibuprofen, Anda sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:

  • jangan menggunakan Ibuprofen jika Anda menderita gagal jantung, gangguan hati dan ginjal, atau setelah menjalani operasi bypass jantung.
  • hindari konsumsi alkohol selama Anda dalam masa terapi dengan ibuprofen karena bisa meningkatkan risiko perdarahan pada saluran cerna.
  • jika Anda memiliki gejala asma, informasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi ibuprofen.
  • ibuprofen dapat menyebabkan pusing dan mengantuk. Jadi, Anda yang akan melakukan aktivitas dengan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi, seperti mengemudi, hindari mengonsumsi obat ini.
  • informasikan dokter jika Anda sedang dalam rencana untuk melakukan operasi besar.

Apa yang Terjadi jika Saya Overdosis Ibuprofen?

Penggunaan Ibuprofen yang berlebihan dapat menyebabkan gejala: 

  • sakit kepala, 
  • mual, 
  • muntah, 
  • sakit perut, 
  • depresi susunan saraf pusat, 
  • tinnitus, 
  • hipotensi, 
  • bradikardia, 
  • takikardia, 
  • fibrilasi atrium, 
  • hiperkalemia dan gagal ginjal akut, 
  • asidosis metabolik, dan
  • kejang bahkan koma.

Jika Anda mengalami gejala-gejala overdosis di atas, segera hubungi dokter.

Ibuprofen Bisa Memperburuk Kondisi Pasien COVID-19?

Beberapa waktu lalu, muncul isu yang mengatakan kalau ibuprofen memperburuk kondisi pasien COVID-19 ketika dikonsumsi untuk mengatasi demam. 

Namun, hal ini telah diklarifikasi oleh WHO, FDA, dan juga BPOM.

Dinyatakan, penggunaan Ibuprofen aman untuk menurunkan demam pada pasien virus corona. Walau demikian, penggunaan paracetamol lebih dianjurkan.

Artikel lainnya: Manfaat Totok Wajah untuk Mengatasi Sakit Kepala

Apakah Ibuprofen Dapat Digunakan Bersama dengan Obat Lain?

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan Ibuprofen ketika digunakan bersamaan. 

Misalnya, ibuprofen bisa menaikkan risiko perdarahan saluran cerna bila digunakan bersamaan dengan aspirin, warfarin, SSRI, dan kortikosteroid. 

Ibuprofen juga dapat mengurangi kadar natrium pada urine apabila digunakan bersamaan dengan diuretik (membuang kelebihan air dan garam dari tubuh).

Obat pereda nyeri ini juga akan menurunkan efek antihipertensi dari ACE inhibitors.

Selain itu, kadar toksisitas ibuprofen bisa meningkat apabila digunakan bersamaan dengan lithium.

Apakah Ibuprofen Bisa Digunakan untuk Ibu hamil dan Menyusui?

Ibuprofen masuk ke dalam kategori C (pada trimester 1 dan 2).

Yang artinya, studi pada hewan menunjukkan adanya efek samping pada janin. Namun, belum ada studi yang memadai pada wanita hamil.

Obat ini hanya dapat digunakan apabila manfaatnya melebihi besarnya risiko pada janin.

Namun, ibuprofen akan masuk pada kategori D pada trimester 3 dan menjelang persalinan. Yaitu, terdapat bukti bahwa obat berisiko pada janin manusia.

Artikel lainnya: Tanda-Tanda Haid yang Wajib Wanita Ketahui

Akan tetapi, obat ini bisa digunakan bila besarnya manfaat melebihi risikonya, termasuk untuk situasi yang mengancam jiwa.

Untuk ibu menyusui, ibuprofen bisa ikut terserap ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter jika Anda akan mengonsumsi ibuprofen saat menyusui.

Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan, penyakit, obat dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Reporter dan Editor

[HNS / AP]