Sukses

Terbangun Lapar pada Malam Hari, Bolehkah si Kecil Ngemil?

Camilan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi si Kecil. Namun, kapan si Kecil boleh ngemil dan jenis camilan apa yang bisa dikonsumsi?

Klikdokter.com, Jakarta Si Kecil tiba-tiba terbangun pada malam hari dan menangis. Kali ini ia menangis bukan karena mau buang air, tapi lapar. Bolehkah si Kecil ngemil pada malam hari, apalagi saat tengah malam?

Jawabannya, boleh saja asalkan camilan tersebut sehat. Jenis camilan yang sehat adalah yang terdiri dari bahan alami dan kaya akan serat. Ini tips dalam memberikan camilan sehat pada malam hari kepada si Kecil:

  • Pilihlah camilan yang banyak mengandung serat, contohnya buah-buahan. Bunda dapat memberikan buah-buahan seperti pisang, apel, peach, dan stroberi. Selain kaya serat, buah-buahan juga banyak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si Kecil.
  • Sajikan buah dalam bentuk puree. Nikmat sekaligus dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan saat si Kecil tumbuh gigi. 
  • Suguhkan berbagai jenis buah potong supaya lebih ramai dan warna-warni. Bunda juga dapat mencampurnya dengan susu atau yoghurt. 
  • Buat camilan dari puding dengan campuran buah di dalamnya.
  • Jika ingin pemberian buah yang lebih praktis, Bunda dapat mencoba puree buah kemasan yang ada di pasaran. Namun, pastikan puree kemasan yang Bunda beli tidak mengandung pengawet dan gula tambahan.
  • Jika si Kecil termasuk obesitas, pilihlah camilan dalam bentuk buah potong dibandingkan jus kemasan. Jika ingin jus buah, pastikan tidak mengandung pengawet dan tambahan gula, atau bisa membuatnya sendiri di rumah. 
  • Biskuit bayi tidak masalah untuk dikonsumsi pada malam hari. Bunda bisa melumatkannya terlebih dahulu sebelum diberikan.
  • Pastikan kebersihan camilan terjaga dengan baik. Sebelum menyiapkannya, cuci bersih bahan pangan yang akan digunakan dengan air mengalir.

Pentingnya camilan untuk tumbuh kembang si Kecil

Camilan merupakan kebutuhan yang tidak bisa dijauhkan dari orang dewasa, termasuk anak-anak. Pada masa pertumbuhan, asupan makanan tambahan seperti camilan diperlukan untuk membantu mendukung asupan nutrisi, mengisi pencernaan lebih cepat, dan memberikan energi tambahan selain dari makan utama.

Ada perbedaan antara makan utama dengan camilan, dan ini sangat penting untuk diketahui. Makan utama dikonsumsi tiga kali (pagi, siang, malam) dengan komposisi lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan camilan adalah makanan yang dikonsumsi di antara jadwal makanan utama, yaitu di antara makan pagi dan makan siang, serta di antara makan siang dan makan malam.  

Menurut Institute of Medicine (IOM), sebanyak 9% total kalori dari kebutuhan anak didapatkan dari camilan. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan camilan kepada si Kecil adalah waktu pemberian camilan dan jenis camilannya.

Waktu yang tepat untuk memberikan camilan kepada si Kecil adalah 1–2 jam setelah makan makanan utama. Jadi diperkirakan si Kecil akan makan utama 3 kali dan 2–3 kali camilan per harinya. Ngemil yang tidak dibatasi akan mengganggu pola makan si Kecil sehingga nantinya tidak mau makan makanan utama yang justru paling penting dalam pemenuhan asupan nutrisi.

Nah, Bunda tak perlu lagi menganggap bahwa camilan itu tidak menyehatkan. Camilan bisa sehat selama makanannya bernutrisi seimbang dan pemberiannya terjadwal dengan baik. Pastikan juga si Kecil tidak ngemil berlebihan, ya. Semoga bermanfaat!

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar