Sukses

Ketahui Gejala Heatstroke dan Cara Mengatasinya

Kerap beraktivitas di suhu yang panas dan terik? Waspada akan heatstroke yang mengintai. Kenali gejala heatstroke dan cara mengatasinya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Heatstroke atau sengatan panas merupakan suatu kondisi kegawatan yang terjadi ketika suhu tubuh terlalu panas, disertai hilangnya kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu. Pada kondisi heatstroke, suhu tubuh bisa meningkat hingga mencapai 40 derajat Celcius atau lebih.

Umumnya, heatstroke disebabkan oleh paparan terhadap suhu panas di luar tubuh dalam jangka waktu lama. Namun, heatstroke juga dapat disebabkan oleh aktivitas fisik atau olahraga berat di cuaca yang panas.

Selain peningkatan suhu yang tajam, gejala lain heatstroke dapat meliputi penurunan kesadaran, kejang, sakit kepala, mual, muntah, bicara cadel, frekuensi napas cepat dan dangkal, peningkatan frekuensi nadi, kulit memerah, serta kulit terasa panas dan kering. Jika heatstroke dicetuskan olahraga berat dapat membuat kulit terasa kering atau sedikit lembap.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami heatstroke antara lain:

  • Aktivitas fisik di suhu yang panas. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga di suhu luar ruangan yang sangat panas dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke. Biasanya hal ini dialami oleh para atlet atau pekerja lapangan.
  • Usia. Pada usia anak-anak dan lanjut usia, heatstroke lebih mungkin terjadi. Hal ini disebabkan sistem saraf pusat belum terbentuk secara sempurna pada anak-anak dan penurunan fungsi sistem saraf pusat pada lansia.
  • Paparan cuaca panas. Tubuh yang terpapar oleh cuaca panas secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke pada seseorang. Keadaan ini bisa terjadi pada saat memasuki musim kemarau atau musim panas.
  • Penggunaan obat-obatan. Penggunaan obat-obatan tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke. Hal ini terjadi karena obat-obatan tersebut dapat memengaruhi fungsi tubuh dalam merespons panas atau menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Obat-obatan tersebut di antaranya adalah vasokonstriktor (obat yang mempersempit rongga pembuluh darah), beta-blocker (obat yang menghambat kerja hormon adrenalin), diuretik (obat yang meningkatkan pengeluaran air dan garam dari tubuh), antidepresan, dan antipsikotik.
  • Kurang tidur. Kekurangan waktu tidur yang berkualitas diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya heatstroke.
  • Penyakit tertentu. Mengalami penyakit tertentu seperti penyakit jantung, penyakit paru, gastroenteritis, dan riwayat heatstroke di masa lampau dapat meningkatkan risiko Anda mengalami heatstroke. Kondisi obesitas dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sengatan panas ini.

Heatstroke adalah kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera. Jika seseorang yang mengalami heatstroke tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bukan tidak mungkin akan terjadi serangkaian komplikasi mulai dari kerusakan organ vital yang meliputi otak jantung, hingga berujung pada kematian.

Cara penanganan heatstroke

Jika heatstroke terjadi pada Anda atau seseorang di sekitar Anda, begini cara penanganannya:

  • Lepaskan pakaian penderita.
  • Turunkan suhu inti tubuh dengan cara membungkus penderita dengan menggunakan bahan tebal atau handuk yang telah direndam air dingin.
  • Pijat penderita untuk meningkatkan sirkulasi tubuh.
  • Memberikan oksigen dan memasang infus untuk menjaga cairan tubuh pasien.
  • Pantau tanda-tanda vital penderita. Jika suhu tubuh sudah turun menjadi 38 derajat Celcius, ganti selimut basah dengan selimut kering.

Upaya pencegahan heatstroke

Karena dampak heatstroke bisa fatal, tapi kondisi ini dapat dihindari dengan melakukan beberapa upaya pencegahan sebagai berikut:

  • Gunakan pakaian yang longgar dan ringan. Langkah ini penting untuk memudahkan tubuh mengeluarkan panas.
  • Penuhi asupan cairan. Memenuhi kebutuhan cairan dengan cukup minum air putih dapat membantu mencegah terjadinya heatstroke. Konsumsi cairan yang cukup dapat mengganti cairan yang keluar dari tubuh melalui keringat.
  • Hindari aktivitas luar ruangan dalam keadaan panas. Anda dapat menghindari aktivitas di cuaca yang panas dan terik. Cobalah untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga pada waktu yang memiliki suhu yang sejuk dalam sehari, seperti pada pagi atau sore hari.
  • Proteksi diri dengan menggunakan topi atau payung, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi diri dari paparan matahari.
  • Kendali kondisi kesehatan tubuh. Sebelum beraktivitas di tengah cuaca panas dan terik, pastikan bahwa Anda mengetahui kondisi tubuh Anda, apakah memiliki riwayat penyakit atau konsumsi obat tertentu yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami heatstroke.

Untuk memastikan heatstroke, diperlukan pula beberapa pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan urin, tes fungsi otot, hingga rontgen atau tes pencitraan lainnya.

Selain melakukan langkah-langkah pencegahan di atas, penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dengan melakukan pola hidup sehat. Pastikan juga agar menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan dengan sabun sehingga bebas dari berbagai ancaman penyakit. Jika Anda atau ada orang di sekitar Anda yang merasakan gejala-gejala heatstroke, jangan berpikir dua kali untuk segera meminta pertolongan medis sebelum kondisi tersebut mengancam nyawa.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar