Sukses

6 Kesalahan dalam Melatih Anak Disiplin

Ketika menanamkan disiplin pada anak, terkadang orangtua memarahi atau bersikap tidak adil. Jika dilakukan terus-menerus, ini dapat berakibat buruk pada emosi anak. Jadi, apa yang mesti dilakukan orangtua?

Disiplin pada anak dapat membantunya untuk mengendalikan perilaku. Namun mengajari anak untuk disiplin bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan cara yang tepat dan konsistensi agar anak dapat memahami arti disiplin yang sebenarnya. Peran keluarga sangat besar dalam melatih anak untuk dapat disiplin.

Ada beberapa kesalahan yang dilakukan orangtua dalam menerapkan disiplin, seperti:

  1. Tidak Konsisten

Berikan anak arahan yang jelas, sederhana dan realistis akan tingkah laku yang Anda harapkan untuk dilakukannya. Jangan terkesan plin-plan terhadap aturan yang Anda ciptakan sendiri.

Misalnya: Anda menyuruh anak untuk menyapu halaman setiap hari. Beri konsekuensi jika anak tidak melakukannya. Misalnya: larangan bermain game dalam waktu tertentu.

  1. Orangtua Tidak  Bertingkah Laku yang Sesuai

Orangtua harus pun harus disiplin dan konsisten dalam bertingkah laku . Jika Anda melarang anak membuang sampah sembarangan, maka Anda pun harus melakukan hal yang sama. Jika Anda melanggarnya di depan anak, mintalah maaf pada anak. Jelaskan alasan Anda melakukannya.

  1. Berlebihan dalam Membantu Anak

Jangan terlalu berlebihan menolong anak saat Anda sedang mengajar anak untuk disiplin. Bantuan yang berlebihan akan menghambat proses pembelajaran anak untuk mandiri. Contohnya: Ajarkan anak cara membuka sepatu. Jika anak terlihat lama saat melakukannya, tunggulah respons anak dan jangan terburu-buru untuk membantunya.

  1. Terlalu Banyak Bicara Tanpa Aksi

Saat anak karena ia tidak melakukan tugasnya, berikan nasihat secukupnya. Tak perlu memarahinya atau berbicara dengan cara berputar-putar. Hal ini akan membuat anak bingung terhadap inti dari permasalahan yang terjadi. Jika Anda tidak menyukai sikapnya terhadap suatu hal, berilah contoh bagaimana seharusnya bersikap. Nasihat yang Anda berikan harus diimbangi dengan tindakan yang Anda tunjukkan.

  1. Berpikir Negatif

Biasakan memberitahu anak dengan cara positif. Lakukan pendekatan secara positif dengan memberikan alternatif perilaku yang seharusnya dilakukan.

  1. Ekspektasi Berlebihan

Jangan menganggap semua anak langsung mengerti dengan apa yang Anda ucapkan. Jika anak melanggar peraturan yang telah dibuat, ingatkan diri Anda untuk tetap bertindak adil dalam situasi tersebut. Fokuslah untuk mengajarkan anak bagaimana seharusnya mereka bersikap dan berperilaku. Memang diperlukan waktu dan pengulangan secara terus-menerus agar anak mengerti.

Jika Anda dapat menghindari kesalahan-kesalahan diatas, maka penerapan disiplin pada anak pun bisa terlaksana dengan baik.

(RS/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar