Sukses

Penderita Maag, Hindari Makanan Ini Saat Sahur

Apakah Anda penderita sakit maag, dan sangat sulit untuk berpuasa? Mungkin Anda mengonsumsi makanan yang salah saat sahur. Berikut ulasannya.

Maag atau gastritis terkadang menjadi salah satu faktor penyulit bagi orang yang menjalankan ibadah puasa. Terkadang, keluhan pada lambung kambuh ketika sedang menjalankan ibadah puasa, sehingga tidak sedikit orang yang membatalkan puasanya atau bahkan takut sama sekali untuk berpuasa karena menderita penyakit ini.

Sebenarnya, penderita penyakit maag dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, asalkan memahami betul bagaimana kiat-kiat menjaga kondisi lambung tetap prima selama berpuasa.

Salah satu yang menetukan kelancaran puasa bagi orang yang menderita penyakit maag adalah makan sahur. Penderita penyakit ini wajib bangun pada dini hari atau menjelang subuh untuk makan sahur. Pada saat berpuasa, organ lambung akan kosong selama ± 14 jam. Pada saat tersebut, jumlah asam di dalam lambung akan sangat meningkat. Nah, makan sahur akan membantu memperlambat akumulasi asam lambung tersebut sehingga akan memberikan rasa nyaman yang lebih lama bagi penderita gastritis.

Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pada makanan yang dikonsumsi pada saat sahur. Jangan sampai asupan yang dikonsumsi saat sahur tidak tepat, dan malah mengakibatkan kondisi sebaliknya – di mana makan sahur justru menyebabkan kekambuhan penyakit saat berpuasa.

Untuk itu, penting bagi penderita maag untuk mengetahui makanan apa yang dapat dan harus dihindari saat santap sahur.

Beberapa makanan sahur yang harus dihindari oleh penderita penyakit maag, antara lain:

  1. Makanan yang merangsang lambung

Hindari makanan yang merangsang lambung, seperti makanan pedas dan terlalu asam. Zat makanan ini dapat menyebabkan iritasi pada lambung, sehingga menyebabkan rasa perih pada perut.

  1. Makanan berlemak

Makanan berlemak, seperti gorengan dan santan, dapat memperberat iritasi pada lambung sehingga dapat menyebabkan rasa perih pada perut jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi penderita penyakit maag.

  1. Makanan yang mengandung ragi dan pengembang

Makanan yang mengandung ragi, seperti roti, mie instan, dan sebagainya, akan menghasilkan gas dalam lambung, serta meningkatkan asam lambung. Perut akan terasa begah sesaat setelah mengonsumsi makanan yang mengandung ragi. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung ragi juga dapat meningkatkan risiko GERD (Gastro-Esophageal Reflux Disease), yaitu keadaan di mana cairan dalam lambung naik melewati esofagus menuju mulut. GERD merupakan keadaan yang tidak nyaman, terutama saat sedang berpuasa.

  1. Makanan yang menghasilkan gas

Seperti halnya ragi, konsumsi makanan tertentu yang memproduksi gas, seperti kol, nangka, santan, minuman bersoda dan sebagainya, dapat menyebabkan meningkatnya jumlah gas dalam lambung. Tentu saja, hal ini akan menyebabkan keluhan saat berpuasa, seperti perut kembung, mual, dan begah.

  1. Minuman yang meningkatkan asam lambung

Hindari minuman yang meningkatkan asam lambung, seperti teh pekat dan kopi.

  1. Merokok

Hindari merokok pada sat sahur dan berbuka, karena racun dalam rokok dapat menyebabkan iritasi pada mukosa lambung, memperlambat penyembuhan radang, serta dapat menyebabkan tukak lambung.

Selain harus menghindari beberapa jenis makanan, penderita penyakit maag juga harus mengetahui makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi pada saat sahur. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita maag pada saat sahur, adalah sumber karbohidrat yang mudah dicerna, makanan sumber serat dan protein, air putih yang cukup, serta mengonsumsi untuk penderita maag – seperti obat golongan antasida, proton-pump inhibitor (PPI), dan H2 antagonis sesuai dengan petunjuk dokter.

Dengan sahur yang sehat maka penderita sakit maag dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa takut penyakitnya akan kambuh pada saat berpuasa.

2 Komentar