Sukses

Wanita Lebih Rentan Osteoporosis daripada Pria, Benarkah?

Osteoporosis Lebih Rentan Diderita Wanita ketimbang pria, namun, benarkah hal ini? Berikut info medis tentang osteoporosis.

Osteoporosis atau tulang keropos dapat terjadi karena berbagai kombinasi faktor risiko. Di antaranya faktor-faktor risiko pencetus osteoporosis, ada faktor yang tidak dapat diubah dan ada pula faktor risiko yang dapat diubah.

Di antara faktor risiko yang tidak dapat diubah, salah satunya adalah jenis kelamin. Jenis kelamin wanita dan pria merupakan 2 faktor pembanding utama yang membedakan satu dengan lainnya. Salah satu jenis kelamin, yaitu wanita, memiliki faktor risiko lebih besar untuk mengalami ostoeporosis daripada pria.

Selain itu, usia, ras, riwayat keluarga, dan juga ukuran tubuh merupakan faktor-faktor risiko lainnya yang tidak dapat diubah dan berpengaruh dalam meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.

Mengapa wanita lebih rentan mengalami osteoporosis ketimbang pria?

Wanita lebih rentan mengalami osteoporosis ketimbang pria diakibatkan oleh kondisi bone loss, atau penurunan massa tulang, yang terjadi lebih cepat dalam beberapa tahun setelah wanita mengalami menopause, ketika level hormon seks menurun. Ketika hormon seks, yaitu estrogen, yang berfungsi untuk mengatur metabolisme tulang menurun maka tulang menjadi lebih keropos.

Selain itu, pada kenyataannya wanita juga cenderung memiliki tulang yang lebih kecil ketimbang pria, dan wanita juga cenderung memiliki usia yang lebih panjang. Hal ini akan menyebabkan proses pengeroposan tulang yang lebih panjang pada tulang yang lebih kecil sehingga membuat tulang wanita cenderung lebih rapuh.

Oleh karena itu, para wanita harus lebih waspada terhadap kesehatan tulangnya. Menerapkan pola hidup sehat dengan tetap aktif dan rutin berolahraga serta memastikan asupan makanan yang sehat untuk tulang dapat membantu wanita untuk terhindar dari tulang keropos, atau osteoporosis dikemudian hari.

Menabung kepadatan tulang sejak dini akan sangat bermanfaat sehingga proses pengeroposan tulang di masa mendatang dapat dihindari.

0 Komentar

Belum ada komentar