Sukses

Pentingnya Asam Folat Selama Kehamilan

Asam folat merupakan asupan penting yang harus dipenuhi oleh ibu hamil. Mengapa demikian? Berikut info medis dari dr. Dyah Novita Anggraini.

Tahukah Anda akan pentingnya asam folat selama kehamilan? Pasalnya, asam folat merupakan zat gizi esensial yang sangat baik dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan.

Secara umum, asam folat memiliki beberapa fungsi yang baik bagi tubuh, misalnya memperbaiki dan membuat DNA (Deoxyribose Nucleic Acid), serta memproduksi sel darah merah.

Pada ibu hamil, kekurangan asam folat dapat menimbulkan beberapa risiko bagi janin, antara lain:

  • Neural tuba defect

Neural tuba defect atau cacat bawaan yang timbul akibat tidak sempurnanya penutupan neural tube (tabung saraf) selama pertumbuhan embrional. Cacat bawaan yang dapat timbul, misalnya masalah kecacatan pada otak (anencephaly), ataupun masalah tulang belakang janin, seperti spina bifida.

Anencephaly adalah gangguan cephalic yang dihasilkan dari cacat pada tabung saraf yang terjadi pada waktu rostral (kepala) bagian akhir dari tabung saraf gagal menutup. Hal ini biasanya terjadi pada 23 dan 26 hari setelah terjadinya pembuahan. Terjadinya hal ini membuat sebagian besar dari otak, tengkorak dan kulit kepala tidak ada.

Spina bifida adalah cacat lahir yang ditandai dengan terbentuknya celah pada tulang belakang bayi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat secara rutin selama 1 bulan sebelum terjadi pembuahan dan selama kehamilan akan mengurangi risiko terjadinya kelainan neural tuba sebanyak 50-70%.

  • Anemia

Asam folat bersama dengan vitamin B12 membentuk sel darah merah, jadi kekurangan asupan asam folat dapat memicu terjadinya anemia.

  • Berat badan janin lahir rendah

Kurangnya asupan asam folat dapat menyebabkan gangguan metabolik, misalnya peningkatan homosistein di dalam darah yang dapat memicu komplikasi kehamilan seperti preeklampsia bagi ibu, keguguran dan berat badan lahir rendah pada janin.

Homosistein adalah asam amino mengandung sulfur yang terdapat dalam plasma darah. Homosistein terbentuk secara alami dalam tubuh, namun zat ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jika kadarnya terlalu banyak di dalam tubuh. Proses metabolik untuk memecah homosistein membutuhkan adanya vitamin B9 (asam folat), vitamin B6 dan vitamin B12 sehingga kadarnya akan meningkat jika asupan ketiga vitamin tersebut tidak tercukupi.

Di samping itu, penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of the American Medical Association menerangkan bahwa wanita yang kurang mendapatkan asupan asam folat berisiko mengalami keguguran sebanyak 50%.

Selain beberapa risiko kekurangan asam folat yang sudah dijelaskan di atas, terdapat beberapa risiko lain akibat kurangnya asupan asam folat, misalnya:

  • Bibir sumbing dan kelainan palatum
  • Gangguan jantung
  • Gangguan perkembangan plasenta
  • Retardasi mental

Perlu Anda ketahui, jumlah asam folat yang dibutuhkan ibu hamil adalah sebanyak 600-800 mikrogram setiap harinya untuk mencegah terjadinya kecacatan, masalah tulang belakang, dan gangguan otak janin. Sedangkan untuk persiapan kehamilan, jumlah asupan asam folat yang disarankan adalah sebanyak 400 mikrogram.

Anda dapat menemukan asam folat dari bahan makanan yang ada, misalnya sayur bayam, bit, kubis, brokoli, asparagus, seledri, jagung, kaelan, buah pisang, jeruk, tomat, melon, stroberi, pepaya, kacang-kacangan, ikan salmon dan hati ayam. Selain itu, asupan asam folat juga bisa Anda dapakan dari suplemen yang dijual bebas di pasaran.

0 Komentar

Belum ada komentar